Beranda Musi Banyuasin Perbaikan Darurat Jalan di Sanga Desa Belum Menjawab Keluhan Lama

Perbaikan Darurat Jalan di Sanga Desa Belum Menjawab Keluhan Lama

49
0
Warga bersama pemerintah dan pihak perusahaan bergotong royong memperbaiki jalan rusak di Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa (Foto: Noto/cimutnews.co.id)

MUSI BANYUASIN, cimutnews.co.id — Program percepatan penanganan jalan kembali digencarkan di Kabupaten Musi Banyuasin. Pemerintah Kecamatan Sanga Desa bersama pemerintah desa, perusahaan, pengelola sawmill, hingga warga turun langsung memperbaiki jalan rusak di Desa Macang Sakti.(24/5)

Namun fakta di lapangan menunjukkan, perbaikan yang dilakukan masih bersifat darurat dan belum sepenuhnya menjawab persoalan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan masyarakat. Lalu, sampai kapan pola tambal cepat seperti ini terus dilakukan?

Kerusakan jalan di Desa Macang Sakti diketahui cukup mengganggu aktivitas warga. Jalur tersebut menjadi akses utama penghubung masyarakat untuk kegiatan ekonomi, distribusi hasil kebun, hingga mobilitas harian warga menuju pusat kecamatan.

Pemerintah Kecamatan Sanga Desa menyebut langkah gotong royong itu sebagai respons cepat atas kondisi jalan yang dinilai berpotensi memperlambat aktivitas masyarakat.

Camat Sanga Desa, Rusdiwan SPd MPd, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan infrastruktur di wilayah tersebut.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan, pemerintah desa, pengelola sawmill, dan masyarakat menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama. Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, perusahaan, pengelola sawmill, dan masyarakat turun langsung bergotong royong memperbaiki akses jalan,” ujarnya.

Perbaikan tersebut juga disebut sebagai bagian dari tindak lanjut instruksi Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet yang mendorong percepatan penanganan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.

Namun di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang mengaku kerusakan jalan di kawasan itu bukan persoalan baru. Saat musim hujan, jalan disebut kerap berlumpur dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Sejumlah warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan sementara, tetapi juga segera merealisasikan pembangunan permanen agar kerusakan serupa tidak terus berulang.

Baca juga  Bupati Muba Sholat Idul Fitri 1447 H di Sekayu, Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

“Kalau hanya diperbaiki sementara, biasanya tidak bertahan lama. Apalagi kalau hujan deras,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi perbaikan.

Di lapangan, proses gotong royong terlihat melibatkan alat berat, tenaga pekerja, serta warga sekitar yang ikut membantu memperbaiki titik jalan rusak. Aktivitas tersebut memang sempat memperlancar akses kendaraan warga.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, beberapa titik jalan masih tampak rawan kembali rusak apabila curah hujan meningkat atau kendaraan bertonase besar terus melintas tanpa pembatasan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pola gotong royong dan penanganan darurat cukup efektif menjadi solusi jangka panjang untuk persoalan infrastruktur desa?

Pengamat pembangunan daerah menilai kolaborasi pemerintah dan perusahaan memang patut diapresiasi. Tetapi, tanpa perencanaan pembangunan permanen dan pengawasan kendaraan berat, kerusakan jalan diduga akan terus berulang.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet memberikan apresiasi atas kekompakan seluruh pihak yang bergerak cepat membantu penanganan jalan di Kecamatan Sanga Desa.

Hingga kini, belum semua persoalan infrastruktur jalan di wilayah pedesaan Musi Banyuasin terselesaikan sepenuhnya. Warga pun masih menunggu, apakah perbaikan permanen benar-benar akan direalisasikan atau justru kembali bergantung pada gotong royong darurat saat kerusakan terjadi. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here