Beranda OKI Mandira Sapi 1,1 Ton Asal Mesuji Dibeli Presiden Saat Peternak Lain Masih Berjuang

Sapi 1,1 Ton Asal Mesuji Dibeli Presiden Saat Peternak Lain Masih Berjuang

3
0
Seekor sapi jenis Simental berbobot sekitar 1,1 ton milik peternak asal Desa Sumber Deras, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI, resmi dibeli Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi kurban tersebut kemudian diserahkan ke Masjid Agung Sholihin Kayuagung untuk masyarakat Kabupaten OKI. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Program bantuan hewan kurban Presiden RI kembali menjadi perhatian publik menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Namun di balik penyerahan sapi kurban berbobot 1,1 ton di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), muncul cerita lain tentang bagaimana peternak lokal mulai mendapat perhatian setelah selama ini dinilai belum sepenuhnya tersentuh pasar besar.

Lalu, apakah pembelian sapi lokal oleh Presiden benar-benar menjadi titik kebangkitan peternak daerah?

Seekor sapi jenis Simental milik peternak asal Desa Sumber Deras, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI, resmi dibeli Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai hewan kurban Idul Adha tahun ini.

Sapi dengan bobot sekitar 1,1 ton tersebut kemudian diserahkan ke Masjid Agung Sholihin Kayuagung untuk masyarakat Kabupaten OKI.

Bupati OKI, Muchendi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap masyarakat OKI melalui bantuan hewan kurban tersebut.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat OKI, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan kepeduliannya melalui bantuan sapi kurban ini,” kata Muchendi, Rabu (27/5).

Sapi jenis Simental berbobot 1,1 ton milik peternak asal Kecamatan Mesuji, OKI, yang dibeli Presiden RI untuk hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah. (foto: Asep/cimutnews.co.id)

Menurut Muchendi, pembelian sapi dari peternak lokal menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kualitas peternakan di Kabupaten OKI.

Pemerintah daerah juga menilai hal tersebut menjadi sinyal positif bagi peternak lokal agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI, Dedy Kurniawan, mengatakan sapi tersebut milik Kasmudi, peternak asal Desa Sumber Deras, Kecamatan Mesuji.

“Sapi jenis Simental itu memiliki bobot sekitar 1,1 ton,” ujar Dedy.

Ia menjelaskan, sapi kurban Presiden telah melewati pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan dinyatakan layak sebagai hewan kurban.

Baca juga  Pemkab OKI Apresiasi Double Steak 77 Atas Kepatuhan Membayar Pajak

“Tim kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kondisi ternak secara menyeluruh,” katanya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tidak semua peternak di wilayah OKI memiliki kesempatan yang sama untuk menembus pasar sapi premium seperti yang dialami Kasmudi.

Sejumlah peternak mengaku masih menghadapi kendala biaya pakan, vaksinasi, hingga akses pemasaran ternak yang dinilai belum stabil menjelang Idul Adha.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian peternak kecil yang mengaku harga jual sapi belum sepenuhnya mengalami peningkatan signifikan meski permintaan kurban mulai naik.

“Kalau yang kualitas super memang dicari. Tapi peternak kecil masih banyak yang jual biasa saja,” ungkap salah satu peternak di wilayah Mesuji yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana dampak pembelian sapi oleh Presiden benar-benar mampu mengangkat kesejahteraan peternak lokal secara merata.

Berdasarkan temuan di lapangan, Kecamatan Mesuji memang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pemasok ternak sapi di Kabupaten OKI.

Namun, sejumlah peternak menyebut tantangan utama masih berkisar pada biaya produksi dan ancaman penyakit ternak yang terus menjadi kekhawatiran setiap musim kurban.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten OKI melalui Disbunnak masih terus menggencarkan pengawasan penyakit mulut dan kuku (PMK), termasuk vaksinasi dan pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan.

Selain itu, sosialisasi penyembelihan halal dan higienis juga dilakukan bersama Juru Sembelih Halal (Juleha) menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Terpilihnya sapi milik peternak OKI sebagai hewan kurban Presiden memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

Namun di tengah euforia tersebut, masih muncul harapan agar perhatian terhadap peternak lokal tidak hanya hadir saat momentum Idul Adha saja.

Baca juga  Diskomfo OKI Ajak Media Sebarkan Narasi Inklusif untuk Cegah Polarisasi Jelang Pilkada

Hingga kini, belum semua peternak mengaku merasakan dampak langsung dari meningkatnya perhatian terhadap sektor peternakan lokal.

Apakah momentum ini akan menjadi awal kebangkitan peternak daerah, atau hanya menjadi perhatian sesaat menjelang hari besar keagamaan? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here