Beranda Utama Kemnaker Himpun 93 Hewan Kurban Iduladha 1447 H, Perkuat Solidaritas dan Kepedulian...

Kemnaker Himpun 93 Hewan Kurban Iduladha 1447 H, Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

6
0
1. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menghadiri pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di Kantor Kemnaker Jakarta Selatan. (foto: Biro Humas Kemnaker/CN)

Jakarta, cimutnews.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghimpun 93 ekor hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah yang tersebar di kantor pusat, PPSDM Ketenagakerjaan, serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah. Jumlah tersebut terdiri atas 38 ekor sapi dan 55 ekor kambing/domba yang dikumpulkan melalui partisipasi pegawai dan jajaran internal kementerian.

Pelaksanaan kurban dipusatkan di beberapa lokasi strategis di Jakarta pada Kamis (28/5/2026). Pemerintah menilai kegiatan tersebut bukan hanya bagian dari ibadah tahunan, tetapi juga menjadi simbol penguatan solidaritas sosial di lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.

Distribusi Hewan Kurban Dilakukan di Tiga Titik Jakarta

Berdasarkan hasil penelusuran CimutNews.co.id dan hasil klarifikasi dari Biro Humas Kemnaker, pelaksanaan penyembelihan dan distribusi hewan kurban dilakukan di tiga titik utama wilayah Jakarta.

Di Kantor Kemnaker Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 51, Jakarta Selatan, jumlah hewan kurban mencapai:

  • 8 ekor sapi
  • 13 ekor kambing/domba

Sementara di Gedung Vokasi Kemnaker Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 44, Jakarta Selatan, terkumpul:

  • 2 ekor sapi
  • 9 ekor kambing/domba

Adapun di PPSDM Ketenagakerjaan Jakarta Timur, jumlah hewan kurban mencapai:

  • 2 ekor sapi
  • 5 ekor kambing/domba

Secara keseluruhan, distribusi hewan kurban juga dilakukan ke sejumlah UPT Kemnaker di berbagai daerah sebagai bagian dari program berbagi kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Menaker: Kurban Bukan Sekadar Seremonial Tahunan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pelaksanaan Iduladha tahun ini mengusung tema “Kemnaker Peduli, Kemnaker Berbagi”. Menurutnya, kurban memiliki nilai sosial yang lebih luas dibanding sekadar ritual keagamaan.

“Kepada pihak yang berkurban, mari kita sama-sama berdoa agar kurbannya diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membawa keberkahan bagi yang berkurban, keluarganya, serta kita semua,” ujar Yassierli dalam sambutannya di Kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Baca juga  Kemnaker–Shopee Gelar ToT Shopee Affiliate di Bekasi, Perkuat Kompetensi Digital Instruktur Vokasi Nasional

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi, serta Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab.

Momentum Penguatan Nilai Kepedulian Sosial

Menurut Yassierli, Iduladha seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan meningkatkan kualitas pengabdian di lingkungan kerja. Ia menegaskan nilai pengorbanan dalam ibadah kurban dapat diterapkan dalam kehidupan profesional sehari-hari.

“Hikmah yang bisa kita ambil bersama adalah bagaimana kurban ini dapat berdampak pada peningkatan ketakwaan kita, sekaligus peningkatan kinerja di tempat kerja masing-masing,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah mulai mendorong pendekatan sosial-keagamaan yang terhubung dengan budaya kerja dan pelayanan publik.

Tren Kurban Instansi Pemerintah Menguat Pascapandemi

Pelaksanaan kurban oleh kementerian dan lembaga negara mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Selain menjadi bagian dari kegiatan keagamaan, program kurban kini juga diarahkan sebagai bentuk distribusi bantuan sosial berbasis komunitas.

Hasil penelusuran CimutNews.co.id menunjukkan sejumlah instansi pemerintah mulai memperluas cakupan distribusi daging kurban ke masyarakat rentan, pekerja informal, petugas kebersihan, hingga warga di sekitar kantor pemerintahan.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara institusi pemerintah dan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian kelompok pekerja.

Kurban Menjadi Instrumen Penguatan Solidaritas Sosial

Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan biaya hidup masyarakat perkotaan, kegiatan kurban memiliki dampak sosial yang lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Distribusi daging kurban tidak hanya menyentuh aspek ibadah, tetapi juga membantu kebutuhan pangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Program kurban yang dilakukan instansi pemerintah juga memperlihatkan adanya perubahan pendekatan birokrasi yang lebih humanis. Kegiatan sosial berbasis partisipasi pegawai menjadi sarana membangun solidaritas internal sekaligus memperkuat citra pelayanan publik yang dekat dengan masyarakat.

Baca juga  Jelang Hari Ibu, GOW OKI Gelar Baksos dan Kunjungi Ibu Melahirkan

Budaya Berbagi di Lingkungan Kerja Mulai Menjadi Identitas Institusi

Salah satu perubahan menarik dalam beberapa tahun terakhir adalah munculnya budaya berbagi sebagai bagian dari identitas kelembagaan pemerintah. Jika sebelumnya kegiatan sosial lebih bersifat simbolis dan seremonial, kini banyak institusi mulai menempatkan program sosial sebagai bagian dari budaya organisasi.

Pola tersebut terlihat dari pelibatan pegawai lintas unit, distribusi yang lebih terstruktur, hingga penguatan pesan solidaritas dalam berbagai kegiatan keagamaan nasional.

Distribusi Kurban Diharapkan Berdampak Luas

Kemnaker berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial tahunan. Pemerintah ingin momentum kurban dapat mempererat hubungan antarsesama sekaligus memperkuat semangat pelayanan publik yang lebih empatik dan produktif.

Selain itu, distribusi hewan kurban juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penerima di tengah kebutuhan ekonomi yang masih dinamis menjelang paruh kedua tahun 2026 (Timred/CN)

Sumber : Biro Humas Kemnaker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here