Beranda Palembang Terungkap, Program Sosial Kurban Perusahaan Dinilai Positif, Tapi Warga Menanti Kepedulian Berkelanjutan

Terungkap, Program Sosial Kurban Perusahaan Dinilai Positif, Tapi Warga Menanti Kepedulian Berkelanjutan

21
0
Distribusi ratusan paket daging kurban kepada masyarakat dan panti asuhan di sekitar wilayah operasional PT TSM. (foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program sosial perusahaan kembali digelar saat momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ratusan paket daging kurban dibagikan kepada masyarakat dan panti asuhan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Namun, di balik kegiatan yang berlangsung khidmat itu, muncul harapan agar kepedulian sosial tidak hanya terasa saat momentum hari besar keagamaan saja.
Lalu, sejauh mana dampak program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat?

PT Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melaksanakan penyembelihan tiga ekor sapi kurban di Kantor Intake TSM, Gandus, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri langsung Direktur Operasional PT TSM Firmansyah serta Direktur Keuangan dan SDM Dian Novita.

Perusahaan menyebut sebanyak sekitar 400 box daging kurban disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan sejumlah panti asuhan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Pemotongan tiga sapi kurban dilaksanakan di Kantor Intake TSM,” ujar Direktur Operasional PT TSM, Firmansyah.

Ia mengatakan distribusi daging kurban dilakukan secara merata kepada warga sekitar dan anak-anak panti asuhan agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian warga masih berharap program sosial perusahaan dapat berjalan lebih rutin dan menyentuh kebutuhan lain di luar momentum hari raya.

Sejumlah warga di kawasan Gandus mengaku kegiatan pembagian daging kurban memang membantu, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Kalau Idul Adha seperti ini tentu senang karena bisa ikut merasakan. Tapi harapannya bantuan sosial jangan hanya setahun sekali,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang berharap perusahaan daerah juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi warga sekitar wilayah operasional.

Baca juga  Kasus Kredit Fiktif Bank Pemerintah, Kejati Sumsel Tetapkan 8 Tersangka Baru

Berdasarkan temuan di lapangan, bantuan sosial berupa pembagian daging kurban masih menjadi program yang paling terlihat langsung oleh masyarakat saat momentum hari besar keagamaan.

Sementara itu, belum ada penjelasan rinci terkait kemungkinan pengembangan program TJSL lain yang bersifat berkelanjutan untuk masyarakat sekitar.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana program sosial perusahaan daerah dapat memberi dampak jangka panjang, bukan hanya bantuan sesaat.

Pengamat sosial lokal menilai kegiatan kurban perusahaan memang memiliki nilai positif karena membantu masyarakat yang membutuhkan.

Namun, menurutnya, pola bantuan sosial ke depan juga perlu diarahkan pada program yang lebih produktif seperti pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, hingga bantuan pendidikan.

“Momentum Idul Adha ini baik untuk memperkuat hubungan sosial perusahaan dengan masyarakat. Tapi tantangannya bagaimana kepedulian itu bisa berlanjut,” ujarnya.

Hingga kini, kegiatan sosial berbasis kurban masih menjadi salah satu bentuk kepedulian yang paling dirasakan masyarakat secara langsung.

Apakah ke depan program TJSL perusahaan akan berkembang lebih luas dan berkelanjutan, atau tetap sebatas kegiatan seremonial tahunan, masih menjadi perhatian sejumlah warga. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here