
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program pemulangan jemaah haji Sumatera Selatan mulai berjalan dengan klaim lancar dan tertib.
Namun di tengah suasana haru penyambutan, sejumlah catatan pelayanan haji kembali menjadi perhatian masyarakat.
Lalu, apakah seluruh proses benar-benar sudah sesuai harapan para jemaah?
Kepulangan kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Palembang pada Selasa (2/6) disambut langsung Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, di Aula Asrama Haji Palembang.
Sebanyak 443 jemaah asal Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten Banyuasin tiba kembali ke tanah air setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Dalam sambutannya, H. Cik Ujang menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah, Bapak dan Ibu sekalian telah melaksanakan rangkaian ibadah haji. Semoga mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh,” ujar Cik Ujang.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga mengapresiasi para petugas haji yang dinilai telah bekerja keras mendampingi para jemaah selama berada di Arab Saudi.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumsel, M. Arkan Nurwahidin, menyebut proses pemulangan kloter pertama berjalan aman, tertib, dan lancar.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, isu pelayanan haji masih menjadi perhatian sebagian keluarga jemaah maupun masyarakat.
Beberapa persoalan yang kerap muncul setiap musim haji, mulai dari kelelahan jemaah lanjut usia, antrean kepulangan, hingga adaptasi kesehatan setelah perjalanan panjang, dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian keluarga jemaah yang mengaku masih khawatir terhadap kondisi fisik anggota keluarganya usai menjalani ibadah dengan aktivitas padat dan cuaca ekstrem.
“Yang penting sekarang kesehatan mereka benar-benar dipantau setelah pulang,” ujar salah satu keluarga jemaah di kawasan Asrama Haji Palembang.
Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi terkait gangguan serius dalam proses pemulangan kloter pertama tersebut.
Situasi penyambutan sendiri berlangsung penuh haru. Tangis bahagia pecah saat para jemaah akhirnya bertemu kembali dengan keluarga setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.
Namun, pengamat sosial keagamaan menilai evaluasi pelayanan haji tetap penting dilakukan setiap tahun.
Menurutnya, peningkatan jumlah jemaah lanjut usia membuat pelayanan kesehatan, transportasi, hingga sistem pendampingan harus terus diperkuat agar tidak hanya fokus pada seremoni penyambutan semata.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pelayanan haji tahun ini benar-benar sudah maksimal, atau masih ada persoalan yang belum sepenuhnya terungkap ke publik?
Hingga kini, proses pemulangan jemaah haji Embarkasi Palembang masih terus berlangsung secara bertahap.
Apakah seluruh kloter berikutnya akan berjalan tanpa kendala, atau justru muncul tantangan baru di lapangan? (Poerba)

















