Beranda Palembang CFD Palembang Resmi Diluncurkan, Manfaatnya Sudah Terasa?

CFD Palembang Resmi Diluncurkan, Manfaatnya Sudah Terasa?

14
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat meluncurkan program Car Free Day Kota Palembang di kawasan Jembatan Ampera. (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Kawasan Jembatan Ampera yang biasanya dipadati kendaraan bermotor mendadak berubah wajah pada Minggu pagi (14/6/2026). Ribuan warga memadati ruas jalan untuk berolahraga, bersepeda, hingga menikmati suasana kota tanpa asap kendaraan saat peluncuran Car Free Day (CFD) Kota Palembang.

Program yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Jalanan yang biasanya sibuk berubah menjadi ruang publik terbuka yang dipenuhi aktivitas warga dari berbagai kalangan.

Namun di balik kemeriahan tersebut, muncul pertanyaan yang menarik untuk dicermati. Apakah CFD hanya menjadi agenda seremonial mingguan, atau benar-benar mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal?

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa CFD tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, pelaku UMKM, IKM, hingga generasi muda kreatif harus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas peluang usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita ingin melihat bagaimana anak-anak muda yang kreatif dan produktif bergerak bersama guna mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel,” ujar Herman Deru.

Pemerintah juga telah menetapkan dua sesi pelaksanaan CFD setiap hari Minggu. Sesi pertama berlangsung pukul 05.30 hingga 08.00 WIB dengan rute Bundaran Pasar Cinde, Jalan Jenderal Sudirman, Jembatan Ampera hingga Flyover Jakabaring.

Sementara sesi kedua berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dari Bundaran Pasar Cinde menuju Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat tidak hanya tertuju pada aktivitas olahraga. Sejumlah pelaku usaha kecil mulai memanfaatkan keramaian pengunjung untuk menjajakan makanan, minuman, hingga berbagai produk kreatif lokal.

Baca juga  Kisah Desi Damayanti, Peserta JKN yang Merasakan Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan Selama Enam Tahun

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa CFD berpotensi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di akhir pekan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pengguna jalan yang harus menyesuaikan mobilitas akibat penutupan sejumlah ruas utama kota. Meski sejauh ini belum terlihat gangguan signifikan, pengaturan lalu lintas diperkirakan menjadi salah satu tantangan yang perlu dievaluasi secara berkala.

Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian warga mengaku menyambut positif kehadiran CFD karena memberikan ruang publik yang lebih nyaman untuk keluarga.

Selain berolahraga, banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkumpul, bersantai, dan menikmati suasana kota yang berbeda dari hari biasanya.

Meski demikian, hingga kini belum semua aspek pelaksanaan CFD mendapatkan penjelasan rinci. Misalnya terkait mekanisme pembinaan UMKM, pengelolaan kebersihan kawasan setelah kegiatan, hingga indikator keberhasilan program dalam menekan polusi udara.

Hal ini menimbulkan pertanyaan yang menarik untuk dipantau dalam beberapa bulan ke depan.

Jika konsisten dijalankan dan dikelola dengan baik, CFD berpotensi menjadi ruang publik yang tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.

Namun tantangan utamanya adalah menjaga agar program ini tidak berhenti pada euforia awal peluncuran semata.

Hingga kini, antusiasme warga masih terlihat tinggi. Namun apakah manfaat kesehatan, pengurangan polusi, dan pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan benar-benar dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Palembang dalam jangka panjang, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here