
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Semarak pelaksanaan Kapolda Cup VI Tahun 2026 terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Tidak hanya instansi pemerintahan dan aparat penegak hukum, sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) juga mulai mengambil bagian dalam menyukseskan ajang olahraga tahunan tersebut.
Salah satunya datang dari PT Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) yang menyatakan komitmennya memberikan dukungan kepada para karyawan yang terlibat sebagai peserta dalam berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.
Namun, di balik antusiasme tersebut, muncul pertanyaan yang juga menarik untuk dicermati. Apakah momentum kompetisi ini akan menjadi awal pembinaan olahraga yang berkelanjutan bagi para pekerja, atau hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan?
Komitmen itu disampaikan Direktur SDM PT Tirta Sriwijaya Maju, Dian Novita, yang menegaskan bahwa perusahaan memberikan ruang bagi pegawai untuk mengembangkan potensi, termasuk di bidang olahraga.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Kapolda Cup VI bukan semata mengejar kemenangan, melainkan membangun karakter, memperkuat solidaritas antarkaryawan, sekaligus mempererat hubungan lintas institusi.
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan aktif karyawan dalam ajang ini. Kapolda Cup VI menjadi wadah untuk mengembangkan talenta, memperkuat jiwa sportivitas, sekaligus membangun kebersamaan,” ujar Dian Novita dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, kemenangan akan memiliki makna apabila diraih secara terhormat, sementara kekalahan juga harus diterima dengan sikap dewasa sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Kapolda Cup VI sendiri menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Sumatera Selatan yang mempertemukan unsur kepolisian, pemerintah daerah, BUMD, swasta hingga masyarakat dalam berbagai cabang olahraga.
Ajang seperti ini dinilai mampu memperkuat komunikasi lintas sektor yang selama ini lebih banyak berlangsung di ruang formal.
Tantangan pembinaan olahraga di lingkungan perusahaan masih cukup beragam.
Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah kompetisi internal di berbagai instansi umumnya berlangsung ketika terdapat agenda besar atau peringatan tertentu. Di luar itu, aktivitas pembinaan atlet karyawan maupun penyediaan program olahraga rutin masih belum merata di berbagai perusahaan maupun lembaga.
Sejumlah pekerja yang ditemui di Palembang mengaku kompetisi seperti Kapolda Cup menjadi kesempatan langka untuk kembali aktif berolahraga bersama rekan kerja.
“Biasanya latihan lebih intens kalau sudah mendekati turnamen. Setelah selesai, aktivitas olahraga kadang kembali berkurang karena kesibukan pekerjaan,” ungkap salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, pengamat olahraga daerah menilai keterlibatan dunia usaha merupakan sinyal positif bagi perkembangan olahraga prestasi maupun olahraga rekreasi di Sumatera Selatan.
Menurutnya, dukungan perusahaan tidak hanya penting dalam bentuk keikutsertaan pada kompetisi, tetapi juga melalui pembinaan berkelanjutan, penyediaan fasilitas olahraga, hingga menjaga kebugaran pegawai sebagai bagian dari budaya kerja sehat.
Kapolda Cup VI pun dinilai memiliki efek lebih luas dibanding sekadar perebutan gelar juara. Turnamen ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempertemukan berbagai profesi dalam semangat kompetisi yang sehat.
Meski demikian, hingga kini, belum semua perusahaan memiliki program pembinaan olahraga yang berjalan secara konsisten sepanjang tahun.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah dukungan yang menguat pada momentum Kapolda Cup VI dapat berkembang menjadi sistem pembinaan atlet karyawan yang berkesinambungan sehingga melahirkan lebih banyak talenta olahraga dari lingkungan dunia kerja.
Jawaban atas pertanyaan tersebut kemungkinan baru akan terlihat setelah euforia turnamen berakhir. Apakah semangat olahraga tetap terjaga dalam aktivitas keseharian perusahaan, atau justru kembali meredup hingga agenda kompetisi berikutnya digelar. (Poerba)

















