Beranda Ogan Komering Ilir Jalan Talang Jaya–Sungai Menang Mulai Dibangun, Harapan Warga Kini Diuji Kualitas Proyek

Jalan Talang Jaya–Sungai Menang Mulai Dibangun, Harapan Warga Kini Diuji Kualitas Proyek

6
0
Alat berat mulai melakukan pekerjaan rekonstruksi Jalan Talang Jaya–Sungai Menang yang selama bertahun-tahun menjadi akses utama masyarakat di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI. (Foto: Asep/CimutNews)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Penantian panjang masyarakat di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mulai menemukan titik terang. Rekonstruksi Jalan Talang Jaya–Sungai Menang melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai.

Masuknya alat berat ke lokasi menjadi pemandangan yang disambut antusias warga. Namun, di balik optimisme tersebut, masih muncul satu harapan besar yang belum sepenuhnya terjawab: apakah pembangunan kali ini benar-benar mampu menghadirkan jalan yang berkualitas dan bertahan lama?

Hal ini menimbulkan pertanyaan yang cukup penting. Setelah bertahun-tahun masyarakat menghadapi kondisi jalan yang rusak, apakah proyek yang mulai dikerjakan ini akan menjadi solusi permanen atau sekadar perbaikan yang kembali rusak dalam beberapa tahun ke depan?

Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program DAK Fisik 2026 yang diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Sungai Menang. Selama ini, ruas Talang Jaya–Sungai Menang dikenal sebagai salah satu jalur penting bagi aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan hingga distribusi hasil pertanian.

Kondisi jalan yang sebelumnya dipenuhi tanah dan lumpur ketika musim hujan kerap menghambat mobilitas warga. Tidak sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintas sehingga waktu tempuh menjadi jauh lebih lama.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, S.H., M.Kn., mengatakan pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi fokus perjuangannya, khususnya bagi masyarakat di wilayah pelosok OKI.

Menurutnya, pembangunan jalan harus berjalan beriringan dengan peningkatan layanan kelistrikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Bagi saya, kesejahteraan warga OKI di pelosok adalah prioritas utama. Selain terus memperjuangkan akses listrik dan perbaikan tegangan, perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi kunci penting,” ujar Dewi Yustisiana, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga  Midang Bebuke, Upaya Bupati OKI Jaga Adat Budaya Tetap Lestari

Ia menambahkan, apabila akses jalan semakin baik dan pasokan listrik semakin stabil, maka aktivitas ekonomi masyarakat diperkirakan akan tumbuh lebih cepat, terutama bagi petani, pedagang kecil serta pelaku UMKM.

Menurut Dewi, pengalokasian anggaran melalui DAK Fisik 2026 menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan konektivitas daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tantangan pembangunan di wilayah Sungai Menang tidak hanya berhenti pada persoalan jalan rusak. Infrastruktur dasar di sejumlah kawasan pelosok masih memerlukan perhatian berkelanjutan, mulai dari kualitas jaringan listrik hingga akses transportasi yang aman sepanjang tahun.

Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat selama ini harus menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca. Saat hujan turun, jalan berlumpur menyebabkan distribusi hasil pertanian melambat. Anak-anak sekolah pun kerap menghadapi perjalanan yang lebih berat dibandingkan wilayah lain yang telah memiliki akses jalan memadai.

Di sisi lain, sejumlah warga berharap pembangunan yang dimulai saat ini tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar memenuhi standar kualitas konstruksi sehingga mampu bertahan dalam jangka panjang.

Mansyur, warga yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku pembangunan jalan menjadi harapan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami bersyukur alat berat sudah masuk. Selama ini kalau hujan jalan jadi becek, anak sekolah dan petani susah lewat. Kami berharap pembangunan ini benar-benar selesai dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan semua warga,” ungkapnya.

Sejumlah warga lainnya juga berharap proses pengerjaan berlangsung tepat waktu dan diawasi secara maksimal. Menurut mereka, kualitas pekerjaan jauh lebih penting dibanding sekadar cepat selesai, mengingat jalan tersebut menjadi urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Sungai Menang.

Baca juga  Jelang Pemungutan Suara, Pj Bupati OKI Cek Kesiapan Sejumlah TPS

Pengamat pembangunan daerah menilai, keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya diukur dari dimulainya pekerjaan, tetapi juga dari kualitas hasil akhir, sistem pengawasan, serta keberlanjutan pemeliharaan setelah proyek selesai. Faktor-faktor tersebut dinilai menentukan apakah manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Hingga kini, belum semua persoalan infrastruktur di wilayah pelosok OKI terselesaikan. Jalan yang baik memang menjadi kebutuhan mendesak, namun masyarakat juga masih berharap peningkatan layanan listrik, konektivitas antardesa, dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi lokal dapat berjalan seiring.

Dimulainya rekonstruksi Jalan Talang Jaya–Sungai Menang menjadi awal yang memberikan harapan baru. Meski demikian, masyarakat kini menanti satu hal yang lebih penting daripada seremoni dimulainya proyek, yakni hasil pembangunan yang benar-benar berkualitas, tahan lama, serta mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Apakah proyek ini nantinya mampu menjawab harapan warga setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses transportasi, atau masih menyisakan pekerjaan rumah baru? Jawabannya akan terlihat ketika pembangunan selesai dan mulai digunakan oleh masyarakat setiap hari. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here