Beranda Pagar Alam Senam, Tanam Pohon, hingga Fun Cooking di Medan, Tetapi Sejauh Mana Dampaknya...

Senam, Tanam Pohon, hingga Fun Cooking di Medan, Tetapi Sejauh Mana Dampaknya bagi Daerah?

4
0
Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha mengikuti senam bersama delegasi pemerintah kota se-Indonesia pada Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Taman Candika, Kota Medan. (Foto: Hafis/CimutNews).

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Kehadiran Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan bukan sekadar menghadiri agenda seremonial. Berbagai kegiatan yang diikuti, mulai dari senam bersama, penanaman pohon hingga forum kolaborasi antardaerah, membawa pesan penting mengenai pembangunan kota yang berkelanjutan.

Namun di balik semangat kebersamaan tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian publik. Sejauh mana hasil forum nasional seperti Rakernas APEKSI benar-benar mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah?

Pertanyaan itu menjadi relevan mengingat berbagai kota di Indonesia, termasuk Pagar Alam, masih menghadapi tantangan pembangunan yang memerlukan inovasi, kolaborasi, sekaligus implementasi nyata di lapangan.

Pada Kamis (2/7/2026) pagi, Hj. Bertha mengikuti kegiatan senam bersama di Taman Candika, Kota Medan. Agenda tersebut menjadi salah satu pembuka rangkaian Rakernas XVIII APEKSI yang mempertemukan delegasi pemerintah kota dari seluruh Indonesia.

Wakil Wali Kota didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Pagar Alam bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para peserta memanfaatkan momentum itu untuk mempererat komunikasi sekaligus menjaga kebugaran di tengah padatnya agenda Rakernas.

Usai senam, seluruh delegasi mengikuti aksi penanaman pohon sebagai simbol komitmen pemerintah kota dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan perkotaan yang lebih hijau.

Selain agenda utama, Rakernas XVIII APEKSI juga menghadirkan Ladies Program melalui kegiatan Fun Cooking dengan memperkenalkan kuliner legendaris khas Sumatera Utara, Daun Ubi Tumbuk. Program ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus mempererat hubungan antardaerah melalui kekayaan kuliner nusantara.

Baca juga  Kepulangan Jamaah Haji Pagar Alam Sudah Dijadwalkan, Namun Titik Penjemputan Masih Menunggu Kepastian

Pemerintah Kota Pagar Alam menyatakan keikutsertaan dalam Rakernas menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring kerja sama, serta mempelajari berbagai inovasi pembangunan yang telah diterapkan kota-kota lain.

tantangan pembangunan perkotaan tidak hanya berhenti pada forum diskusi ataupun seremoni penanaman pohon.

Sejumlah warga yang ditemui CimutNews di Pagar Alam sebelumnya mengaku masih berharap semakin banyak ruang terbuka hijau, fasilitas publik yang nyaman, hingga program lingkungan yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, berbagai kota peserta Rakernas juga menghadapi persoalan serupa, mulai dari perubahan iklim, pengelolaan sampah, kualitas udara, hingga penyediaan ruang publik yang semakin dibutuhkan masyarakat perkotaan.

Karena itu, aksi simbolis seperti penanaman pohon dinilai memiliki makna penting apabila diikuti dengan program yang terukur serta pengawasan jangka panjang.

Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat umumnya tidak hanya menilai keberhasilan pemerintah dari banyaknya forum yang dihadiri, melainkan dari perubahan nyata yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana hasil diskusi, pertukaran inovasi, maupun komitmen kolaborasi antaranggota APEKSI nantinya akan diterjemahkan menjadi program yang berdampak langsung di Kota Pagar Alam.

Belum ada penjelasan rinci mengenai inovasi atau program prioritas apa saja yang akan segera diadopsi Pemerintah Kota Pagar Alam usai mengikuti Rakernas XVIII APEKSI tahun ini.

Meski demikian, forum nasional seperti APEKSI tetap memiliki nilai strategis sebagai wadah berbagi pengalaman antarpemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Hingga kini, masyarakat tentu menaruh harapan agar berbagai gagasan yang dibawa pulang dari Rakernas tidak berhenti sebagai catatan pertemuan semata, tetapi mampu diwujudkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

Baca juga  Pemkot Pagar Alam Bahas Rancangan Perwako OPD, Komitmen Wujudkan Pemerintahan Efektif 2025–2029

Apakah kolaborasi yang terbangun di Medan akan menghadirkan inovasi baru bagi Pagar Alam, atau justru masih menyisakan pekerjaan rumah yang menunggu realisasi di lapangan? Waktu yang akan menjawabnya. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here