Beranda Banyuasin Jalan Muara Padang–Muara Sugihan Jadi Prioritas, Banyuasin Lanjutkan Pembangunan hingga 10 Kilometer...

Jalan Muara Padang–Muara Sugihan Jadi Prioritas, Banyuasin Lanjutkan Pembangunan hingga 10 Kilometer pada 2026

8
0
1. Pembangunan Jalan Muara Padang–Muara Sugihan terus dilanjutkan sebagai akses utama menuju kawasan jalur di Kabupaten Banyuasin. (Foto:Noto/CimutNews.co.id)

MUARA PADANG, cimutnews.co.id — Pembangunan Jalan Muara Padang–Muara Sugihan di Kabupaten Banyuasin terus berlanjut sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis yang difokuskan untuk membuka akses wilayah jalur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Askolani, SH., MH bersama Wakil Bupati Ir. Netta Indian, SP menegaskan komitmennya melanjutkan pembangunan ruas jalan tersebut secara bertahap. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan tambahan sekitar 10 kilometer melalui dukungan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan estimasi anggaran sekitar Rp80 miliar.

Pembangunan Dilakukan Bertahap Sejak 2020

Ruas Jalan Muara Padang–Muara Sugihan merupakan satu-satunya akses utama menuju kawasan jalur di Kabupaten Banyuasin. Kondisi tersebut menjadikan pembangunan jalan sebagai prioritas karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga pelayanan publik.

Berbagai Skema Pendanaan Dimanfaatkan

Berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, pembangunan jalan tersebut telah berlangsung secara bertahap melalui berbagai sumber pembiayaan.

Rinciannya meliputi:

  • Tahun 2020 menggunakan pinjaman Bank Sumsel Babel sepanjang 21 kilometer dengan lebar 5 meter.
  • Tahun 2021 melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dibangun sepanjang 9,1 kilometer dengan lebar 4,5 meter.
  • Tahun 2023 melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) yang dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), pembangunan dilanjutkan sepanjang 7,5 kilometer dengan lebar 6 meter.
  • Tahun 2025 kembali melalui IJD oleh BPJN dibangun sepanjang 3,2 kilometer dengan lebar 6 meter.
  • Pada tahun yang sama, melalui APBD Kabupaten Banyuasin, pembangunan kembali diteruskan sepanjang 600 meter dengan lebar 6 meter.

Tahapan pembangunan tersebut menunjukkan kesinambungan program infrastruktur yang telah berjalan sejak awal kepemimpinan Bupati Askolani.

Infrastruktur Dinilai Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Jalur

Menurut Bupati Banyuasin Askolani, pembangunan jalan bukan sekadar meningkatkan kualitas transportasi, tetapi menjadi fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah jalur.

Baca juga  APBD Banyuasin 2025 Jadi Sorotan, Pemkab Paparkan Strategi Tingkatkan PAD hingga Percepat Perbaikan Jalan

Ia mengatakan sejak awal menjabat pada 2020 telah menetapkan pembangunan akses jalan menuju Muara Sugihan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Saya bertekad dari awal jabatan saya, jalur harus memiliki akses jalan yang baik agar pertumbuhan ekonomi dan wilayah jalur berkembang. Insya Allah tahun 2026 akan kembali dibangun kurang lebih 10 kilometer menggunakan dana Inpres sekitar Rp80 miliar,” ujar Askolani.

Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk kelancaran distribusi hasil perkebunan, pertanian, perikanan, hingga akses pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah Dorong Pemerataan Infrastruktur Banyuasin

Tidak Hanya Fokus di Muara Padang

Bupati Askolani menegaskan pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada ruas Jalan Muara Padang–Muara Sugihan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mengupayakan pemerataan pembangunan jalan di berbagai kecamatan sesuai kemampuan fiskal daerah.

Ia mengakui kebutuhan pembangunan infrastruktur di Banyuasin masih sangat besar sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan dari pemerintah pusat maupun APBD.

“Mohon doa agar Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama Wakil Bupati terus mampu bekerja membangun Banyuasin. Apa yang menjadi keinginan masyarakat adalah impian kami. Namun masyarakat kami harapkan bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” katanya.

Dukungan Inpres Jalan Daerah Perkuat Konektivitas

Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) menjadi salah satu instrumen pemerintah pusat untuk mempercepat peningkatan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah namun memiliki nilai strategis terhadap konektivitas wilayah.

Sejumlah daerah di Indonesia memanfaatkan program tersebut untuk memperbaiki akses menuju kawasan produksi, sentra pertanian, pelabuhan, maupun daerah terpencil agar biaya logistik dapat ditekan dan pelayanan publik meningkat.

Bagi Banyuasin, keberlanjutan pembangunan Jalan Muara Padang–Muara Sugihan dinilai memiliki peran penting karena menjadi akses utama masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas ekonomi.

Baca juga  PJS Banyuasin Gelar Silaturahmi dengan Kapolres Banyuasin Baru, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian

Infrastruktur Menjadi Investasi Jangka Panjang Daerah

Pembangunan jalan di wilayah jalur tidak hanya berdampak pada kemudahan transportasi dalam jangka pendek. Infrastruktur yang semakin baik berpotensi meningkatkan nilai ekonomi kawasan melalui penurunan biaya distribusi barang, meningkatnya investasi sektor pertanian dan perkebunan, serta memperluas akses pelayanan dasar masyarakat.

Dalam jangka panjang, konektivitas yang memadai juga dapat mendorong pemerataan pembangunan antarkecamatan. Wilayah yang sebelumnya relatif sulit dijangkau memiliki peluang lebih besar untuk berkembang karena aktivitas ekonomi menjadi lebih efisien dan mobilitas masyarakat meningkat. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here