
PRABUMULIH, cimutnews.co.id – Pasar Murah Prabumulih kembali digelar Pemerintah Kota Prabumulih sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026) ini dihadiri Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H. Abdullah Abadi, AP., M.H., mewakili Wali Kota Prabumulih.
Program yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Prabumulih tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga di tengah dinamika pasar sekaligus memperkuat daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Pasar Murah Jadi Instrumen Pengendalian Inflasi Daerah
Dalam sambutannya, Abdullah Abadi menegaskan Pemerintah Kota Prabumulih terus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga komoditas pangan.
“Pasar murah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sinergi Lintas Instansi Dukung Stabilitas Harga
Pelaksanaan pasar murah melibatkan berbagai instansi sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
- Perwakilan Polres Prabumulih
- Kejaksaan Negeri Prabumulih
- Badan Intelijen Negara (BIN)
- Bulog Lahat
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan
- Bagian Ekonomi Setda Kota Prabumulih
- Dinas Ketahanan Pangan
- Dinas Pertanian
- Dinas Perikanan
- Kecamatan Cambai
- Pemerintah Desa Pangkul
Kehadiran berbagai lembaga tersebut menunjukkan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah, melainkan memerlukan koordinasi lintas sektor mulai dari distribusi pangan, pengawasan stok, hingga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Menjaga Daya Beli di Tengah Fluktuasi Harga Pangan
Berdasarkan keterangan Pemerintah Kota Prabumulih, pasar murah menjadi salah satu langkah antisipatif untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kebijakan ini dinilai penting mengingat harga sejumlah komoditas pangan nasional cenderung mengalami fluktuasi akibat faktor distribusi, musim, hingga perubahan pasokan. Intervensi melalui pasar murah diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga konsumsi masyarakat.
Selain membantu warga, kegiatan tersebut juga berperan sebagai instrumen stabilisasi pasar sehingga gejolak harga tidak berlangsung dalam waktu lama.
Pengendalian Inflasi Menjadi Agenda Prioritas Daerah
Pengendalian inflasi saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Berbagai daerah di Indonesia secara rutin melaksanakan operasi pasar, pasar murah, hingga memperkuat kerja sama antardaerah untuk menjamin ketersediaan bahan pangan.
Langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Prabumulih sejalan dengan upaya nasional dalam menjaga stabilitas harga pangan sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. Dengan harga yang lebih stabil, masyarakat memiliki kepastian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara pelaku usaha memperoleh iklim ekonomi yang lebih kondusif.
Pasar Murah Tidak Sekadar Menjual Barang Lebih Murah
Pasar murah sering dipandang hanya sebagai kegiatan penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau. Namun dalam perspektif ekonomi daerah, program ini memiliki fungsi yang jauh lebih luas, yakni menjadi instrumen intervensi pemerintah ketika terjadi tekanan harga di pasar.
Keberadaan pasar murah membantu menjaga ekspektasi harga masyarakat sekaligus mengurangi potensi lonjakan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi daerah. Jika dilakukan secara konsisten dan tepat sasaran, program ini mampu memperkuat stabilitas ekonomi lokal.
Dalam jangka panjang, efektivitas pasar murah akan semakin optimal apabila diikuti penguatan distribusi pangan, peningkatan produksi pertanian lokal, serta koordinasi dengan Bulog dan pelaku usaha. Dengan demikian, stabilitas harga tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga pada ketahanan rantai pasok daerah. (Indra)

















