
SEKAYU, cimutnews.co.id – Program GASKAN Muba atau Gerakan ASN Sehat terus diperluas Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya aparatur sekaligus memperkuat pelayanan publik. Pada Selasa (7/7/2026), Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Musi Banyuasin menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Muba.
Program yang digagas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin tersebut menjadi langkah preventif untuk mendeteksi dini berbagai faktor risiko penyakit tidak menular yang berpotensi mengganggu produktivitas ASN. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk ASN di tingkat kecamatan melalui puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.
GASKAN Menjadi Strategi Pencegahan Penyakit di Kalangan ASN
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, dr. Hj. Zwesty Wisma Devi, M.H, mengatakan Program GASKAN merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan aparatur sipil negara.
Menurutnya, upaya promotif dan preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika penyakit telah berkembang menjadi lebih berat.
“Program GASKAN menjadi salah satu langkah preventif dan promotif dalam menjaga kesehatan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin,” ujarnya.
Melalui pemeriksaan kesehatan rutin, pemerintah berharap berbagai penyakit dapat diketahui sejak tahap awal sehingga penanganannya lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Pemeriksaan Meliputi Jantung, Mata, Hingga Skrining Kanker Serviks
Pemeriksaan Disesuaikan dengan Faktor Risiko
Dalam pelaksanaan GASKAN, setiap ASN memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang cukup lengkap, meliputi:
- Pemeriksaan tekanan darah.
- Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.
- Pemeriksaan kesehatan mata.
- Pemeriksaan kadar kolesterol.
- Rekam jantung (EKG) bagi ASN berusia di atas 40 tahun.
- Pemeriksaan IVA bagi ASN perempuan yang telah menikah sebagai skrining dini kanker serviks.
Rangkaian pemeriksaan tersebut bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan yang mungkin belum menimbulkan gejala, namun berpotensi berkembang menjadi penyakit kronis apabila tidak segera ditangani.
Menurut dr. Zwesty, apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan, peserta akan diarahkan memperoleh penanganan lanjutan melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di Kabupaten Musi Banyuasin.
Pemeriksaan Dilakukan Bertahap Hingga Tingkat Kecamatan
Program GASKAN tidak hanya menyasar ASN yang bekerja di lingkungan perkantoran Kabupaten Musi Banyuasin di Sekayu.
Untuk aparatur yang bertugas di kecamatan, pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui puskesmas sesuai wilayah kerja sehingga pelayanan dapat menjangkau seluruh ASN secara merata tanpa harus datang ke ibu kota kabupaten.
Skema tersebut dinilai lebih efisien sekaligus mendekatkan layanan kesehatan kepada aparatur yang bertugas di daerah.
ASN Sehat Dinilai Menentukan Kualitas Pelayanan Publik
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin, Daud Amri SH, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program GASKAN.
Menurutnya, kesehatan aparatur merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Program GASKAN adalah wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terhadap sumber daya manusianya,” katanya.
Ia menambahkan ASN yang sehat secara fisik maupun mental akan mampu bekerja lebih produktif, responsif, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“ASN yang sehat adalah modal utama untuk memberikan pelayanan publik yang cepat, optimal, dan berkualitas kepada masyarakat. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Musi Banyuasin karena ASN merupakan wajah pemerintah di mata masyarakat,” ujarnya.
Deteksi Dini Menjadi Tren Penguatan Layanan Kesehatan Aparatur
Pencegahan Lebih Efektif Dibanding Pengobatan
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai pemerintah daerah mulai memperkuat program pemeriksaan kesehatan berkala bagi ASN. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik yang menjadi penyebab utama penurunan produktivitas usia kerja.
Pemeriksaan kesehatan rutin juga mendukung budaya kerja yang lebih sehat karena mendorong aparatur memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, serta pemeriksaan medis secara berkala.
Investasi SDM Menjadi Fondasi Reformasi Birokrasi
Keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya ditentukan oleh digitalisasi layanan atau penyederhanaan prosedur administrasi, tetapi juga bergantung pada kualitas kesehatan aparatur sebagai pelaksana pelayanan publik.
Program seperti GASKAN menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah daerah yang tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan ketika pegawai sakit, melainkan membangun sistem pencegahan melalui deteksi dini. Strategi ini berpotensi mengurangi angka ketidakhadiran pegawai akibat penyakit sekaligus meningkatkan efektivitas organisasi dalam jangka panjang.
Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dapat menghasilkan data kesehatan ASN yang menjadi dasar penyusunan kebijakan kesejahteraan pegawai, pengendalian faktor risiko penyakit, hingga perencanaan program kesehatan kerja yang lebih tepat sasaran. (Noto)

















