Beranda Palembang Program Sultan Muda Sumsel Diperkuat BNI, Tapi Mampukah UMKM Benar-Benar Tembus Pasar...

Program Sultan Muda Sumsel Diperkuat BNI, Tapi Mampukah UMKM Benar-Benar Tembus Pasar Dunia?

9
0
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima audiensi Regional CEO BNI Wilayah 03 Palembang membahas penguatan Program Sultan Muda Sumsel dan pengembangan UMKM berorientasi ekspor.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali memperkuat upaya mendorong pelaku usaha muda agar mampu menembus pasar internasional. Kali ini, dukungan datang melalui sinergi dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI) dalam pengembangan Program Sultan Muda Sumsel.

Namun di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan yang masih relevan bagi banyak pelaku usaha. Apakah kolaborasi ini akan benar-benar membuka jalan ekspor bagi UMKM di daerah, atau masih menjadi tantangan yang memerlukan proses panjang?

Pertanyaan itu mencuat karena hingga kini tidak sedikit pelaku usaha mikro yang masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari keterbatasan modal, legalitas usaha, kualitas produk, hingga akses pemasaran internasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat menerima audiensi Regional CEO BNI Wilayah 03 Palembang, Bagus Ardani Sutoyo, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (13/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Herman Deru menyambut baik komitmen BNI untuk memperkuat Program Sultan Muda Sumsel sebagai wadah pembinaan generasi muda yang ingin membangun usaha dengan orientasi ekspor.

Menurut Herman Deru, kolaborasi pemerintah bersama sektor perbankan menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan lebih banyak wirausaha muda yang mampu bersaing di pasar global.

“Sinergi pemerintah daerah dengan sektor perbankan menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang inovatif, berdaya saing, dan mampu menembus pasar global. Mereka diharapkan menjadi pahlawan devisa yang turut menggerakkan perekonomian Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni atau komitmen di atas kertas, tetapi benar-benar menghadirkan akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga perluasan jaringan pemasaran internasional bagi peserta Sultan Muda Sumsel.

Program ini juga diarahkan untuk melahirkan ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat sehingga produk-produk unggulan Sumsel memiliki peluang lebih besar memasuki pasar ekspor.

Baca juga  Vaksinasi DBD Digencarkan, Tapi Ancaman Nyamuk Masih Menghantui Palembang

Namun Tantangan di Lapangan Belum Sepenuhnya Hilang

Meski berbagai program pengembangan UMKM terus diluncurkan, namun fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pelaku usaha yang belum mampu memenuhi standar ekspor.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku tantangan terbesar bukan hanya soal modal usaha, tetapi juga pemenuhan sertifikasi produk, pengemasan yang sesuai standar internasional, kontinuitas produksi, hingga kemampuan menjalin jejaring dengan pembeli dari luar negeri.

Di sisi lain, sebagian pelaku usaha yang telah berkembang menilai pendampingan berkelanjutan menjadi faktor penting agar program pembinaan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Hingga kini, belum semua UMKM di Sumatera Selatan memiliki kesiapan yang sama untuk memasuki pasar global. Perbedaan kapasitas sumber daya manusia, teknologi produksi, hingga akses informasi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara bertahap.

Sinergi Perbankan Dinilai Penting

Kehadiran lembaga perbankan dalam program pembinaan dinilai dapat memperluas akses pembiayaan yang selama ini menjadi salah satu hambatan bagi pelaku usaha.

Selain permodalan, dukungan terhadap digitalisasi usaha, literasi keuangan, hingga akses jaringan bisnis internasional dipandang memiliki peran besar dalam mempercepat pertumbuhan UMKM yang berorientasi ekspor.

Meski demikian, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana seluruh peserta Sultan Muda Sumsel nantinya dapat memperoleh manfaat secara merata, terutama bagi pelaku usaha yang berada di luar kota-kota besar.

Harapan Tak Hanya Berhenti pada Program

Penguatan Program Sultan Muda Sumsel menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin mendorong lahirnya lebih banyak eksportir baru dari kalangan generasi muda.

Namun keberhasilan program tersebut pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh konsistensi pendampingan, akses pasar yang benar-benar terbuka, serta kemampuan pelaku usaha menjaga kualitas produknya secara berkelanjutan.

Baca juga  Doa Lintas Agama Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Harmoni Sumsel Dipuji, Namun Tantangan Menjaga Kepercayaan Publik Masih Ada

Hingga kini, berbagai langkah kolaborasi tersebut masih menjadi perhatian banyak pihak. Apakah sinergi pemerintah dan sektor perbankan mampu melahirkan lebih banyak UMKM Sumsel yang sukses menembus pasar internasional, atau masih menyisakan tantangan yang belum sepenuhnya terjawab dalam implementasinya? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here