
PANGKALAN BALAI, CimutNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan komitmennya memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan melalui peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026. Momentum tahunan tersebut dimanfaatkan untuk mendorong transformasi koperasi agar semakin profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Upacara Harkopnas berlangsung di halaman Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin, Senin (13/7), dipimpin Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin, H. Adam Ibrahim, S.E., M.Si. Kegiatan diikuti jajaran aparatur sipil negara serta perwakilan koperasi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuasin.
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, peringatan Harkopnas tahun ini menegaskan kembali posisi koperasi sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, perubahan pola konsumsi, serta percepatan transformasi digital.
Amanat Menteri: Koperasi Harus Menjadi Penggerak Ekonomi Masa Depan
Dalam kesempatan tersebut, H. Adam Ibrahim membacakan amanat Menteri Koperasi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan ekonomi masyarakat yang berlandaskan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Pemerintah, menurut amanat tersebut, terus memperkuat ekosistem koperasi melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa melalui penguatan distribusi, akses pembiayaan, pemasaran produk lokal, hingga penyediaan layanan ekonomi yang lebih dekat kepada masyarakat.
“Momentum Hari Koperasi Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa koperasi harus terus bertransformasi menjadi organisasi yang profesional, transparan, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan terus mendukung penguatan koperasi agar semakin berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar H. Adam Ibrahim saat membacakan amanat Menteri Koperasi RI.
Transformasi Digital Menjadi Kunci Daya Saing
Pemerintah juga mendorong koperasi agar mampu memasuki era ekonomi digital melalui pemanfaatan teknologi informasi, sistem pembayaran digital, analisis data, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi usaha sekaligus menarik minat generasi muda agar terlibat aktif dalam gerakan koperasi.
Selain sektor perdagangan, koperasi diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perikanan, energi terbarukan, industri kreatif, hingga usaha mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Tema ‘Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya’ mengandung makna bahwa kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kuatnya ekonomi rakyat. Karena itu, seluruh insan koperasi diharapkan terus menjaga semangat gotong royong, meningkatkan tata kelola, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan inovasi demi mewujudkan koperasi yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Banyuasin Berikan Apresiasi kepada Koperasi Sehat
Sebagai bentuk penghargaan terhadap koperasi yang berhasil menerapkan tata kelola dengan baik, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Koperindag menyerahkan Sertifikat Kesehatan Koperasi dengan predikat “Sehat” kepada tiga koperasi, yakni:
- Koperasi Produsen Bina Mitra Sawit Perjuangan Kecamatan Selat Penuguan;
- Koperasi Simpan Pinjam Rezeki Jaya Sejahtera Kecamatan Air Kumbang;
- Koperasi Produsen Taba Sukarsa Kecamatan Tanjung Lago.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi koperasi lain untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi pengelolaan, serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Kabupaten Banyuasin.
Koperasi Masih Menjadi Pilar Penting Ekonomi Nasional
Secara nasional, koperasi masih menjadi salah satu instrumen utama pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Data Kementerian Koperasi menunjukkan pemerintah terus melakukan revitalisasi kelembagaan koperasi melalui digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, reformasi tata kelola, hingga penguatan pembiayaan dan kemitraan usaha.
Penguatan koperasi juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), implementasi Asta Cita Pemerintah, serta visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor usaha mikro, kecil, dan koperasi memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja. Karena itu, peningkatan kualitas koperasi dipandang menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Penguatan Tata Kelola Menjadi Tantangan Berikutnya
Meski perkembangan koperasi menunjukkan tren positif, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Tidak sedikit koperasi yang perlu meningkatkan kualitas tata kelola, akuntabilitas keuangan, kapasitas sumber daya manusia, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital.
Di daerah dengan basis pertanian seperti Banyuasin, koperasi memiliki peluang besar menjadi penghubung antara petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pasar. Dengan tata kelola yang sehat, koperasi dapat membantu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pemasaran, sekaligus memperkuat posisi tawar anggotanya.
Transformasi tersebut juga penting untuk memastikan koperasi mampu bersaing di tengah perubahan model bisnis yang semakin mengandalkan teknologi, efisiensi distribusi, dan integrasi pasar digital. (Noto)

















