Beranda OKU Karnaval Drum Band OKU Meriah, Antusias Warga Tinggi Namun Tantangan Pembinaan Pelajar...

Karnaval Drum Band OKU Meriah, Antusias Warga Tinggi Namun Tantangan Pembinaan Pelajar Masih Terbuka

9
0
Ribuan warga memadati sepanjang rute Karnaval Drum Band Pelajar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten OKU ke-116 di Kota Baturaja, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Agus/CimutNews)

BATURAJA, cimutnews.co.id — Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ke-116 kembali menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 47 grup drum band dari tingkat TK hingga SMA/SMK memadati jalan-jalan utama Kota Baturaja dalam Karnaval Drum Band Pelajar yang digelar Sabtu (25/7/2026).

Sejak pagi, ribuan warga memenuhi kawasan depan Rumah Dinas Bupati OKU hingga sepanjang rute menuju Taman Kota Baturaja. Dentuman drum, atraksi mayoret, dan barisan peserta yang tampil penuh semangat berhasil menghidupkan suasana perayaan.

Namun, di balik kemeriahan yang berlangsung, muncul pertanyaan yang juga menarik untuk dicermati. Apakah kegiatan semacam ini hanya menjadi agenda seremonial tahunan, atau benar-benar mampu menjadi ruang pembinaan bakat dan karakter pelajar secara berkelanjutan?

Karnaval secara resmi dilepas Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah OKU, kepala organisasi perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Sebelum rombongan peserta diberangkatkan, masyarakat disuguhi penampilan Polisi Cilik (Pocil) Polres OKU yang memperlihatkan keterampilan baris-berbaris dengan disiplin tinggi. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari warga yang memenuhi area panggung utama.

Rute karnaval dimulai dari depan Rumah Dinas Bupati OKU, melintasi kawasan Stasiun Baturaja, Jembatan Ogan I, hingga berakhir di Taman Kota Baturaja.

Dalam sambutannya, Bupati Teddy Meilwansyah mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten OKU beserta seluruh sekolah, guru pembina, orang tua, dan berbagai pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama mengikuti rangkaian karnaval.

Menurut Bupati, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten OKU masih memiliki daya tarik kuat sebagai ruang kebersamaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Kadarisman mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT OKU ke-116 sekaligus menjadi media pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan positif.

Baca juga  Kasus Pembunuhan Guru P3K di OKU Terungkap: Pelaku Serahkan Diri, Ini Kronologi Lengkapnya

Sebanyak 47 tim drum band dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti perlombaan yang dinilai oleh dewan juri di beberapa titik lintasan. Peserta terbaik nantinya akan memperoleh trofi dan piagam penghargaan.

Menurut Kadarisman, kegiatan drum band tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga melatih kedisiplinan, kerja sama, kekompakan, kepemimpinan, serta semangat pantang menyerah bagi para pelajar.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kemeriahan karnaval memang berhasil menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi pembinaan kegiatan ekstrakurikuler seperti drum band masih menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Sejumlah guru pembina mengakui latihan kelompok drum band membutuhkan biaya yang relatif besar, mulai dari perawatan alat musik, seragam, hingga kebutuhan transportasi ketika mengikuti perlombaan maupun tampil pada kegiatan daerah.

Di sisi lain, tidak semua sekolah memiliki fasilitas dan perlengkapan yang memadai. Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian sekolah masih harus menyesuaikan latihan dengan keterbatasan sarana yang tersedia sehingga pembinaan berjalan sesuai kemampuan masing-masing.

Sejumlah warga yang menyaksikan jalannya karnaval mengaku bangga melihat semangat para pelajar yang tampil percaya diri di depan ribuan penonton. Mereka menilai kegiatan semacam ini mampu menjadi hiburan keluarga sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Meski demikian, beberapa warga berharap kegiatan pembinaan tidak berhenti hanya pada momentum peringatan hari jadi daerah.

“Sayang kalau latihan yang sudah berbulan-bulan hanya tampil sekali dalam setahun. Akan lebih baik jika ada festival atau kompetisi yang rutin sehingga anak-anak semakin berkembang,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di sekitar lintasan karnaval.

Pengamat pendidikan menilai kegiatan ekstrakurikuler seperti drum band memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter peserta didik karena mengajarkan disiplin, kepemimpinan, koordinasi, dan tanggung jawab. Namun keberlanjutan program sangat bergantung pada dukungan anggaran, pembina, serta komitmen sekolah.

Baca juga  SMK Negeri 3 OKU Gandeng BPN Baturaja, Perkuat Kemitraan untuk Cetak Lulusan Vokasi Siap Kerja

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana strategi pembinaan ke depan agar kreativitas para pelajar tidak hanya muncul ketika ada perayaan besar, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang berlangsung sepanjang tahun.

Hingga kini, belum semua sekolah memiliki kesempatan dan fasilitas yang sama untuk mengembangkan kegiatan drum band secara optimal. Belum ada penjelasan rinci mengenai langkah-langkah jangka panjang yang akan dilakukan agar pembinaan tersebut dapat menjangkau lebih banyak sekolah.

Di tengah semarak Hari Jadi Kabupaten OKU ke-116, karnaval ini berhasil memperlihatkan besarnya potensi kreativitas generasi muda daerah. Namun, apakah semangat tersebut akan terus dipelihara melalui pembinaan yang berkelanjutan, atau kembali menunggu panggung perayaan tahun berikutnya, masih menjadi pertanyaan yang layak untuk terus diperhatikan. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here