Beranda OKU Program Sekolah Rakyat Dimulai, Namun Gedung Permanen di OKU Masih Menjadi Pertanyaan

Program Sekolah Rakyat Dimulai, Namun Gedung Permanen di OKU Masih Menjadi Pertanyaan

11
0
Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah memberikan arahan dan motivasi kepada 60 siswa sebelum diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat 08 Kabupaten Ogan Ilir. (Foto: Agus/CimutNews).

BATURAJA, cimutnews.co.id — Sebanyak 60 anak asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat. Mereka bukan sekadar berpindah tempat belajar, tetapi membawa harapan besar pemerintah agar pendidikan mampu menjadi jalan keluar dari lingkaran kemiskinan.

Namun, di balik semangat pelepasan tersebut, masih ada satu fakta yang belum sepenuhnya terjawab. Para siswa justru harus menempuh pendidikan sementara di Kabupaten Ogan Ilir karena fasilitas Sekolah Rakyat di OKU hingga kini belum tersedia.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, seberapa cepat pembangunan fasilitas permanen itu dapat direalisasikan sehingga anak-anak OKU nantinya bisa kembali belajar di daerahnya sendiri?

Pelepasan puluhan siswa berlangsung di Kompleks Masjid Islamic Center Baturaja, Minggu (26/7/2026) pagi. Empat unit bus membawa para peserta menuju Sekolah Rakyat 08 Kabupaten Ogan Ilir.

Sebelum keberangkatan, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah dengan sebaik-baiknya.

Di hadapan para siswa, Bupati mengingatkan bahwa tidak semua pendaftar memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.

“Patut kalian syukuri, dari sekian banyak anak-anak di OKU yang mendaftar, hanya kalian yang terpilih. Belajarlah dengan giat, disiplin, dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Menurut Bupati, Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh kebutuhan peserta telah dipenuhi pemerintah, mulai dari seragam sekolah, pakaian, perlengkapan pribadi, biaya hidup, hingga laptop sebagai sarana belajar.

“Tugas kalian hanya membawa semangat dan kemauan untuk belajar,” tegasnya.

Selain itu, para siswa juga diminta menjaga nama baik Kabupaten OKU selama menjalani pendidikan di Ogan Ilir.

Baca juga  Pemkab OKU Tebar 41 Ribu Benih Ikan di Sungai Blok L dan Batumarta II, Perkuat Ketahanan Pangan dari Sektor Perikanan

Bupati mengungkapkan Pemerintah Kabupaten OKU telah mengusulkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat 45 di wilayah OKU sehingga pada masa mendatang proses belajar dapat dilaksanakan di daerah sendiri.

Fasilitas Belum Siap, Siswa Masih Belajar di Daerah Lain

Namun fakta di lapangan menunjukkan, Program Sekolah Rakyat di OKU masih berada pada tahap transisi.

Karena gedung permanen belum tersedia, seluruh peserta angkatan baru untuk sementara harus mengikuti proses belajar di Sekolah Rakyat 08 Kabupaten Ogan Ilir.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua harus mengantar anak mereka ke luar daerah pada awal keberangkatan.

Berdasarkan keterangan Dinas Sosial OKU, masing-masing siswa didampingi satu orang tua saat proses keberangkatan sebagai bentuk pendampingan awal sebelum anak-anak mulai tinggal di lingkungan sekolah.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai target waktu pembangunan gedung permanen tersebut dapat diselesaikan sehingga aktivitas belajar dapat dipindahkan sepenuhnya ke Kabupaten OKU.

Target Terpenuhi, Tantangan Berikutnya Menunggu

Kepala Dinas Sosial OKU Ir. Iwarman mengatakan Kabupaten OKU berhasil memenuhi target dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan mengirimkan 60 siswa.

Jumlah tersebut terdiri dari 31 siswa laki-laki dan 29 siswa perempuan yang lolos melalui proses penjangkauan dan seleksi.

Menurutnya, angkatan sebelumnya masih menjalani proses pembelajaran di OKU, sedangkan peserta baru sementara ditempatkan di Ogan Ilir sampai fasilitas permanen selesai dibangun.

Program ini juga disebut tidak hanya berfokus pada pendidikan.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyiapkan berbagai bentuk pemberdayaan keluarga penerima manfaat, mulai dari bantuan modal usaha hingga program perbaikan rumah layak huni sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Harapan Besar, Tetapi Keberhasilan Tak Hanya Ditentukan Saat Pelepasan

Baca juga  Ketua MKKS SMA OKU Dukung Seminar Pers Nasional dan Pelantikan PJS OKU: Sinergi Dunia Pendidikan dan Media untuk Literasi Cerdas

Di sisi lain, keberhasilan Program Sekolah Rakyat nantinya tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang diberangkatkan.

Keberlanjutan pendidikan, kesiapan fasilitas, pendampingan psikologis anak yang harus tinggal jauh dari keluarga, hingga peluang mereka melanjutkan pendidikan dan memperoleh pekerjaan menjadi tantangan berikutnya yang perlu mendapat perhatian bersama.

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai keberhasilan program semacam ini akan sangat bergantung pada konsistensi pendampingan setelah siswa memasuki lingkungan belajar, bukan semata pada proses seleksi maupun seremoni pelepasan.

Apalagi sebagian besar peserta berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang membutuhkan dukungan berkelanjutan selama menjalani pendidikan.

Hingga kini, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat 45 di Kabupaten OKU masih dalam tahap usulan.

Apakah program ini nantinya benar-benar mampu menjadi jalan memutus rantai kemiskinan bagi puluhan keluarga di OKU, atau justru masih menyisakan pekerjaan rumah pada sisi penyediaan fasilitas dan keberlanjutan pendampingan? Waktu yang akan menjawab. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here