Beranda Palembang Terungkap, Pesan Pemkot Palembang soal Generasi Muda di Era Digital

Terungkap, Pesan Pemkot Palembang soal Generasi Muda di Era Digital

6
0
Pelantikan dan Rapimwil IPNU-IPPNU Sumatera Selatan Masa Khidmat 2025–2028 di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jumat (21/8/2026). (Foto: Poerba/CimutNews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pelantikan pengurus baru Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumatera Selatan bukan hanya berbicara tentang pergantian kepengurusan.

Di tengah cepatnya perubahan teknologi dan derasnya arus informasi, organisasi pelajar tersebut juga dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih besar: bagaimana membentuk generasi muda yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter.

Pesan itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin, saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IPNU dan IPPNU Sumsel Masa Khidmat 2025–2028 di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jumat (21/8/2026).

Pelantikan Bukan Sekadar Seremoni

Mewakili Pemerintah Kota Palembang, Sulaiman Amin memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus IPNU dan IPPNU yang baru dilantik.

Namun, ia menekankan bahwa pelantikan seharusnya tidak berhenti pada seremoni organisasi.

Menurut Sulaiman, momentum tersebut harus menjadi awal untuk memperkuat pengabdian sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan tonggak awal untuk memperkuat semangat pengabdian dan menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah,” ujar Sulaiman.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pengurus baru pada tantangan berikutnya: membuktikan bahwa keberadaan organisasi pelajar tidak hanya terlihat dalam agenda internal, tetapi juga terasa manfaatnya di tengah masyarakat.

Teknologi Membuka Peluang, Tetapi Juga Membawa Risiko

Perkembangan teknologi menjadi salah satu perhatian utama.

Media sosial membuat generasi muda memiliki akses informasi yang jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Di satu sisi, kondisi ini membuka peluang untuk belajar, berkreasi, membangun jejaring, hingga mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa derasnya informasi juga membuat kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting.

Baca juga  Sidang Kasus LRT Palembang Ungkap Penyerahan Uang Puluhan Miliar dengan Koper di Apartemen

Tidak semua informasi yang beredar di ruang digital dapat diterima begitu saja. Tantangannya bukan sekadar bisa menggunakan teknologi, tetapi mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.

Sulaiman mengingatkan agar para pelajar tetap menjadikan nilai keagamaan, akhlak, serta jati diri bangsa sebagai pijakan.

“Para pelajar dituntut cerdas memanfaatkan kecanggihan teknologi, tetapi tetap harus memegang teguh nilai keagamaan, akhlak mulia, dan jati diri bangsa,” katanya.

IPNU-IPPNU Didorong Jadi Ruang Pembinaan

Di sisi lain, organisasi pelajar seperti IPNU dan IPPNU dinilai memiliki ruang strategis untuk menjawab persoalan tersebut.

Organisasi tidak hanya dapat menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk belajar berorganisasi, berdiskusi, mengasah kreativitas, dan mengenal kepemimpinan sejak dini.

Sulaiman berharap IPNU dan IPPNU mampu menjadi ruang pembinaan yang positif bagi remaja.

“IPNU dan IPPNU diharapkan hadir sebagai ruang pembinaan positif, tempat para remaja belajar berorganisasi, berdiskusi, serta mengembangkan potensi kepemimpinan untuk menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan yang lebih jauh: sejauh mana organisasi kepemudaan mampu mengikuti perubahan pola komunikasi anak muda yang kini semakin banyak berlangsung di ruang digital?

Rapimwil Jadi Ujian Berikutnya

Setelah pelantikan, perhatian berikutnya tertuju pada Rapat Pimpinan Wilayah.

Forum tersebut menjadi momentum untuk menentukan arah gerak organisasi selama masa khidmat 2025–2028.

Pemerintah Kota Palembang berharap Rapimwil tidak hanya menghasilkan agenda administratif, tetapi melahirkan program yang benar-benar relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Kami berharap forum Rapimwil ini mampu melahirkan berbagai program kerja yang inovatif, relevan dengan kebutuhan anak muda, dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas,” tutur Sulaiman.

Tantangannya tentu bukan ringan.

Program kerja yang terlihat baik di atas kertas belum tentu otomatis menjawab persoalan pelajar di lapangan. Karena itu, ukuran keberhasilan organisasi ke depan bukan hanya jumlah kegiatan, tetapi juga seberapa besar kegiatan tersebut mampu memberi ruang tumbuh bagi pelajar dan memberikan dampak sosial.

Baca juga  Kecelakaan Maut di Palembang Tewaskan Pasutri dan Seorang Bayi Kritis

Antara Kompetensi dan Integritas

Pemerintah Kota Palembang juga berharap organisasi pelajar NU dapat ikut melahirkan calon pemimpin masa depan.

Bukan hanya pemimpin yang memiliki kemampuan akademik maupun organisasi, tetapi juga mempunyai integritas dan kepedulian sosial.

“Dari wadah organisasi ini kita berharap lahir calon-calon pemimpin masa depan yang berintegritas, kompeten, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkas Sulaiman.

Namun, harapan tersebut pada akhirnya harus diuji melalui praktik.

Hingga kini, belum semua tantangan generasi muda dapat dijawab hanya dengan pembinaan organisasi. Perubahan teknologi berlangsung cepat, sementara kebutuhan dan pola perilaku anak muda juga terus berubah.

Karena itu, pekerjaan rumah IPNU dan IPPNU bukan sekadar menjalankan kepengurusan baru, melainkan memastikan organisasi tetap relevan dengan kehidupan pelajar hari ini.

Pertanyaan akhirnya adalah, mampukah kepengurusan IPNU dan IPPNU Sumsel periode 2025–2028 menerjemahkan pesan tersebut menjadi program nyata yang benar-benar dirasakan pelajar dan masyarakat?

Jawabannya akan terlihat dari kerja mereka setelah pelantikan berakhir.(Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here