Beranda Palembang Posyandu Diperkuat, Seberapa Jauh Dampaknya Dirasakan Warga Palembang?

Posyandu Diperkuat, Seberapa Jauh Dampaknya Dirasakan Warga Palembang?

4
0
Pemerintah Kota Palembang mendorong penguatan kapasitas kader Posyandu dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. (Foto: Poerba/CimutNews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Palembang kembali menempatkan Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Penguatan itu dilakukan melalui kegiatan pembinaan, pendampingan dan penilaian Posyandu serta kader Posyandu bidang kesehatan berprestasi dan lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di rumah dinas Wali Kota Palembang, Jumat (21/8/2026), dan dibuka Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin.

Di atas kertas, agenda ini bukan sekadar perlombaan. Pemerintah menyebut pembinaan dan penilaian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader sekaligus kualitas pelayanan kesehatan dasar.

Namun, ada pertanyaan yang lebih penting: sejauh mana penguatan Posyandu benar-benar diterjemahkan menjadi pelayanan yang semakin dirasakan masyarakat?

Posyandu Bukan Sekadar Agenda Perlombaan

Sulaiman Amin mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Posyandu dan kapasitas kader, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Menurut dia, Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi wadah pelayanan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah berharap Posyandu mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan Posyandu semestinya tidak berhenti pada hasil penilaian lomba.

Lebih jauh, keberhasilan dapat dilihat dari bagaimana kader bekerja, bagaimana masyarakat datang dan mendapatkan pelayanan, serta apakah edukasi kesehatan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

PHBS Juga Menjadi Sorotan

Selain Posyandu, kegiatan tersebut berkaitan dengan lomba PHBS tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat memang tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Kader kesehatan dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan kebiasaan sehat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca juga  PBPI Sumsel Resmi Dilantik 2025–2029, Targetkan Padel Jadi Olahraga Inklusif dan Prestisius

Di sinilah tantangannya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, keberhasilan PHBS pada akhirnya tidak cukup hanya diukur dari kegiatan pembinaan atau penilaian.

Ada aspek yang jauh lebih dekat dengan kehidupan warga, mulai dari kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, pola hidup keluarga, pemanfaatan layanan kesehatan hingga konsistensi masyarakat menerapkan pengetahuan yang diberikan kader.

Bahan informasi kegiatan ini belum memuat data rinci mengenai capaian PHBS di setiap wilayah Palembang. Belum ada pula penjelasan detail mengenai indikator penilaian, jumlah Posyandu yang mengikuti proses tersebut, maupun hasil evaluasi sebelumnya yang dapat dibandingkan dengan kondisi tahun ini.

Hal itu menjadi ruang penting untuk melihat apakah program pembinaan benar-benar menghasilkan perubahan yang terukur.

Di Balik Penghargaan, Ada Pekerjaan Rumah

Pemkot Palembang memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini berkontribusi dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Sulaiman menegaskan bahwa proses pembinaan dan penilaian tidak semata-mata untuk menentukan pemenang lomba. Kegiatan itu juga diarahkan sebagai sarana evaluasi dan motivasi bagi kader untuk meningkatkan kapasitas, kualitas pelayanan serta inovasi.

Pernyataan tersebut menarik karena menempatkan lomba bukan sebagai tujuan akhir.

Jika demikian, hasil yang paling penting justru berada setelah kegiatan selesai.

Apakah kader yang mendapatkan pembinaan kemudian memiliki kemampuan yang lebih baik?

Apakah pelayanan Posyandu menjadi lebih mudah diakses?

Apakah masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan?

Dan yang tak kalah penting, apakah perubahan tersebut dapat diukur secara konsisten dari waktu ke waktu?

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan di setiap lingkungan karena kebutuhan dan persoalan kesehatan masyarakat tidak selalu sama.

Karena itu, pendekatan pembinaan Posyandu juga membutuhkan pemetaan persoalan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Posyandu yang menghadapi persoalan partisipasi warga, misalnya, tentu membutuhkan strategi berbeda dengan wilayah yang lebih banyak menghadapi keterbatasan kader atau sarana pelayanan.

Baca juga  Terungkap! Batas Administrasi Sudah Jelas, Tapi Implementasinya Masih Jadi Pertanyaan

Kader Menjadi Kunci di Tingkat Paling Bawah

Kader Posyandu berada pada posisi yang cukup unik.

Mereka bukan hanya bagian dari program pemerintah, tetapi juga menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Kader mengenal lingkungan, keluarga dan persoalan yang muncul di sekitarnya. Karena itu, kapasitas mereka akan sangat menentukan apakah program kesehatan berhenti sebagai sosialisasi atau benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat.

Pemerintah Kota Palembang sendiri mendorong agar kader terus meningkatkan kapasitas, kualitas pelayanan dan inovasi dalam menjalankan tugas.

Namun, peningkatan kapasitas tentu membutuhkan dukungan yang berkelanjutan.

Bukan hanya pelatihan, tetapi juga pendampingan, sarana, koordinasi dan evaluasi yang dapat menunjukkan apakah pengetahuan yang diperoleh benar-benar diterapkan.

Hingga kini, belum semua aspek tersebut dijelaskan secara rinci dalam informasi kegiatan pembinaan dan penilaian yang digelar Pemkot Palembang.

Pertanyaan yang Masih Terbuka

Penguatan Posyandu dan PHBS merupakan langkah yang penting karena menyentuh pelayanan kesehatan paling dekat dengan masyarakat.

Tetapi ukuran akhirnya bukan seberapa meriah kegiatan dilaksanakan atau siapa yang menjadi pemenang lomba.

Ukuran yang lebih substansial adalah apakah masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik dan apakah perilaku hidup sehat benar-benar tumbuh dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

Pemerintah Kota Palembang berharap sinergi pemerintah, kader dan masyarakat dapat memperkuat Posyandu sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan berkualitas.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: setelah pembinaan dan penilaian selesai, indikator apa yang akan digunakan untuk memastikan perubahan benar-benar terjadi di tingkat masyarakat?

Pertanyaan tersebut menjadi penting agar agenda Posyandu dan PHBS tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menghasilkan perbaikan pelayanan yang dapat dilihat, dirasakan dan diukur. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here