Beranda Palembang Terungkap, Pesan Ratu Dewa untuk 4.189 Mahasiswa Baru UIN Raden Fatah

Terungkap, Pesan Ratu Dewa untuk 4.189 Mahasiswa Baru UIN Raden Fatah

5
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat menghadiri PBAK SWARNA 2026 di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (20/8/2026). (Foto: Poerba/CimutNews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Ribuan mahasiswa baru UIN Raden Fatah Palembang resmi membuka lembaran baru perjalanan akademiknya melalui Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) SWARNA 2026, Kamis (20/8/2026).

Di tengah suasana penyambutan tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah. Alumni UIN Raden Fatah itu kembali ke kampus almamaternya untuk berbicara langsung kepada generasi yang baru memasuki dunia perguruan tinggi.

Ada pesan yang terdengar sederhana: kuliah harus dijalani dengan kerja keras, doa, dan restu orang tua.

Namun, di balik pesan tersebut terdapat tantangan yang jauh lebih besar. Sebab, PBAK bukan hanya soal penyambutan mahasiswa baru. Setelah acara selesai, ribuan mahasiswa itu harus berhadapan dengan dunia akademik, organisasi, teknologi, tuntutan prestasi, hingga persoalan bagaimana ilmu yang diperoleh nantinya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

4.189 Mahasiswa Memulai Perjalanan Baru

PBAK SWARNA 2026 digelar di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah Palembang dengan tema “Membentuk Generasi Intelektual Transformatif Berlandaskan Nilai Keislaman Menuju Indonesia Emas 2045.”

Data resmi UIN Raden Fatah mencatat sebanyak 4.189 mahasiswa baru bergabung pada Tahun Akademik 2026/2027. Dengan tambahan tersebut, jumlah mahasiswa UIN Raden Fatah mencapai 25.009 mahasiswa.

Angka tersebut bukan sekadar statistik penerimaan mahasiswa.

Di balik 4.189 nama itu terdapat ribuan latar belakang keluarga, cita-cita, kemampuan ekonomi, serta harapan yang berbeda-beda.

Mereka kini memasuki fase pendidikan yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan mengikuti perkuliahan.

Kemampuan berpikir kritis, menguasai teknologi, membangun jejaring, berorganisasi, sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman menjadi bagian dari tantangan yang harus dijalani.

Ratu Dewa Kembali ke Kampus Almamater

Kehadiran Ratu Dewa memiliki makna tersendiri karena ia merupakan alumni UIN Raden Fatah Palembang.

Baca juga  Gubernur Herman Deru Bangga, Pembalap Muda Sumsel Kenzi Akbar Harumkan Nama Daerah di Kancah Internasional

Di hadapan mahasiswa baru, Ratu Dewa membagikan pengalaman perjalanan hidupnya sekaligus memberikan motivasi agar mahasiswa tidak minder dalam mengejar cita-cita.

Ia mendorong mahasiswa menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan mengembangkan potensi dan memperluas wawasan.

“Jadikan masa perkuliahan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan daerah,” ujar Ratu Dewa.

Pesan tersebut kemudian diarahkan pada satu hal yang lebih personal: jangan mudah menyerah.

Menurut Ratu Dewa, kerja keras harus berjalan bersama doa dan restu orang tua.

Ia bahkan secara khusus meminta mahasiswa tidak melupakan doa dari ibu yang disebutnya sebagai salah satu sumber kekuatan dan keberkahan dalam perjalanan pendidikan.

Pesan tersebut menjadi sisi emosional dalam kegiatan PBAK yang secara umum sarat dengan agenda pengenalan lingkungan kampus.

Namun, Tantangan Mahasiswa Baru Baru Dimulai

Namun fakta di lapangan menunjukkan, PBAK hanyalah pintu masuk menuju perjalanan yang jauh lebih panjang.

Pengenalan budaya akademik memang membantu mahasiswa beradaptasi dari lingkungan sekolah menuju perguruan tinggi. RRI juga mencatat PBAK SWARNA dirancang untuk mengenalkan sistem perkuliahan, aturan akademik, serta membantu proses adaptasi mahasiswa baru

Persoalan sebenarnya justru muncul setelah rangkaian penyambutan berakhir.

Mahasiswa harus mampu menjaga ritme belajar, menyelesaikan studi tepat waktu, mengembangkan kemampuan di luar ruang kuliah, sekaligus menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

Di sisi lain, UIN Raden Fatah sendiri menempatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan bahasa asing, jejaring keilmuan, kompetisi, serta pemanfaatan teknologi sebagai bagian penting dari pengembangan mahasiswa.

Artinya, slogan Indonesia Emas 2045 tidak cukup berhenti sebagai tema kegiatan.

Ada pekerjaan panjang untuk memastikan mahasiswa benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan ketika mereka lulus nanti.

Baca juga  Apriyadi Resmi Dilantik Jadi Asisten I Pemprov Sumsel: Langkah Strategis Perkuat Kinerja Birokrasi

Organisasi Penting, Tetapi Studi Tetap Prioritas

Satu persoalan lain yang muncul dalam pesan Ratu Dewa adalah soal organisasi mahasiswa.

Ratu Dewa mendorong mahasiswa aktif berorganisasi untuk memperluas pengalaman dan jaringan. Namun ia mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak membuat mahasiswa kehilangan fokus terhadap penyelesaian pendidikan.

Pesan itu relevan dengan kehidupan mahasiswa yang kerap harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, kegiatan sosial, dan aktivitas lainnya.

Sebab, pengalaman organisasi memang dapat menjadi modal penting.

Tetapi gelar akademik dan penyelesaian studi tetap menjadi tanggung jawab utama mahasiswa kepada dirinya sendiri maupun keluarga.

Dari Motivasi Menuju Ukuran Keberhasilan

Di sinilah pesan PBAK SWARNA menjadi menarik untuk dilihat lebih jauh.

Sebuah kegiatan pengenalan mahasiswa baru relatif mudah dinilai berhasil ketika acara berlangsung tertib dan meriah.

Tetapi ukuran yang lebih penting justru terlihat beberapa tahun setelahnya.

Berapa banyak mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi tepat waktu?

Berapa banyak yang menghasilkan karya?

Berapa banyak yang mampu menciptakan inovasi?

Dan yang tidak kalah penting, berapa banyak lulusan yang benar-benar kembali memberi kontribusi bagi masyarakat dan daerah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut belum bisa dijawab pada hari pertama mahasiswa memasuki kampus.

Namun, justru dari sinilah makna tema PBAK tentang generasi intelektual transformatif perlu diuji.

Kampus dan Mahasiswa Menghadapi Tantangan yang Berubah

UIN Raden Fatah tidak hanya berbicara tentang jumlah mahasiswa baru.

Kampus juga menghadapi tuntutan untuk menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika sosial yang semakin kompleks.

Dalam PBAK 2026, Rektor UIN Raden Fatah Muhammad Adil juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk belajar, berinovasi, mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta membangun jejaring keilmuan.

Baca juga  Pergantian Tahun Volume Sampah di Palembang Meningkat, Armada Dump Truk Ditambah

Hal ini memperlihatkan bahwa tantangan generasi mahasiswa saat ini tidak hanya berada di dalam ruang kelas.

Mereka dituntut menjadi pembelajar yang lebih mandiri.

Hingga Kini, Pertanyaan Terbesarnya Belum Terjawab

PBAK SWARNA 2026 telah memberikan pesan awal kepada 4.189 mahasiswa baru.

Ratu Dewa membawa pesan tentang kerja keras, perjuangan, doa dan restu orang tua. Kampus membawa pesan tentang ilmu pengetahuan, teknologi, organisasi, karakter dan daya saing.

Tetapi hingga kini, keberhasilan pesan tersebut tentu belum bisa diukur hanya dari sebuah seremoni.

Perjalanannya baru dimulai.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah ribuan mahasiswa baru UIN Raden Fatah itu nantinya benar-benar mampu tumbuh menjadi generasi intelektual transformatif seperti yang dicita-citakan?

Atau, setelah spanduk PBAK diturunkan dan kegiatan berakhir, masih ada pekerjaan rumah yang jauh lebih besar untuk memastikan cita-cita Indonesia Emas 2045 benar-benar berangkat dari ruang-ruang kelas?

Jawabannya tidak akan terlihat hari ini.

Jawabannya akan terlihat dari karya, prestasi, karakter, dan kontribusi mereka beberapa tahun mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here