Beranda Ogan Komering Ilir IBS OKI Raih Juara III Karnaval Budaya 2026, Bendo Sunda Jadi Simbol...

IBS OKI Raih Juara III Karnaval Budaya 2026, Bendo Sunda Jadi Simbol Keberagaman

42
0
IBS OKI saat tampil dalam Karnaval Budaya 2026 dengan membawa ragam seni dan budaya Sunda, termasuk penggunaan bendo atau totopong putih. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id — Ikatan Baraya Sunda (IBS) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali ambil bagian dalam Karnaval Budaya 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten OKI, Selasa (18/8/2026).

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyampaikan apresiasi atas partisipasi IBS dalam Karnaval Budaya 2026. Menurutnya, kehadiran komunitas budaya seperti IBS menjadi bagian penting dalam memperkaya keberagaman sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di Kabupaten OKI.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Membawa ragam seni dan budaya Sunda, IBS OKI tampil dengan konsep yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Selain menghadirkan busana adat Sunda, jaipongan dan penca silat, IBS juga memperkenalkan bendo atau totopong putih, penutup kepala tradisional pria Sunda.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dalam ajang karnaval. IBS OKI berhasil meraih juara III kategori umum Karnaval Budaya 2026.

Capaian tersebut menjadi peningkatan dibandingkan keikutsertaan IBS OKI pada Karnaval Budaya 2024. Saat itu, IBS OKI meraih juara harapan I.

Yang menarik, kehadiran IBS OKI dalam Karnaval Budaya 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan kesenian, tetapi juga menjadi ruang memperkenalkan simbol budaya Sunda kepada masyarakat OKI.

Salah satunya melalui bendo atau totopong putih yang kemudian dipersembahkan dan dikenakan kepada Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki serta Wakil Kepala Kepolisian Resor OKI.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyampaikan apresiasi atas partisipasi IBS dalam Karnaval Budaya 2026. Menurutnya, kehadiran komunitas budaya seperti IBS menjadi bagian penting dalam memperkaya keberagaman sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di Kabupaten OKI.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran Ikatan Baraya Sunda dalam Karnaval Budaya 2026. Ini menunjukkan bahwa keberagaman budaya yang ada di Kabupaten OKI dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan mempererat persaudaraan,” ujar Muchendi.

Ia juga mengapresiasi upaya IBS OKI dalam memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat, termasuk melalui penggunaan bendo sebagai salah satu simbol budaya Sunda.

“Kita tentu bangga karena berbagai budaya dapat hidup berdampingan dan saling menghargai di OKI. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga generasi muda semakin mengenal, mencintai dan melestarikan kekayaan budaya yang kita miliki,” tambahnya.

Baca juga  Lubuk Seberuk, Dusun 3 mushola darul jannah, Kamis [13 Desember 2025]
Karnaval Budaya 2026 :Ikatan Baraya Sunda OKI (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Bendo Sunda Bukan Blangkon Jawa

Penggunaan penutup kepala berwarna putih menjadi salah satu perhatian dalam penampilan IBS OKI. Dalam penyebutan umum, penutup kepala tersebut terkadang disebut sebagai blangkon Sunda.

Namun, Agus Susanto, yang akrab disapa Babeh, menjelaskan bahwa penyebutan yang lebih tepat untuk penutup kepala tradisional pria Sunda tersebut adalah bendo atau iket/totopong.

Menurut Agus, bendo memiliki karakter dan pakem yang berbeda dengan blangkon yang dikenal sebagai bagian dari tradisi busana Jawa, khususnya Surakarta dan Yogyakarta.

“Penutup kepala praktis khas Sunda dinamakan bendo atau iket/totopong, berbeda bentuknya dengan blangkon yang merupakan pakem budaya Jawa,” tutur Agus.

Ia menjelaskan, secara bentuk, bendo Sunda memiliki lempengan atau lekukan yang tebal dan berisi pada bagian depan serta tersimpul rapi di bagian belakang.

Sementara warna putih yang digunakan pada bendo maupun pakaian adat Sunda memiliki makna yang berkaitan dengan kesucian, kesederhanaan, ketulusan dan kewibawaan.

Dalam busana tradisional Sunda, bendo putih juga dapat dipadukan dengan jas buka prangwedana berwarna putih, terutama dalam kegiatan adat maupun acara resmi.

salah satu penampilan IBS OKI : Jaipongan & Penca Silat (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

 

Bagi IBS OKI, penggunaan bendo putih dalam Karnaval Budaya 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Sunda secara lebih luas kepada masyarakat Kabupaten OKI.

IBS OKI (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Enam Tahun Berkiprah di OKI

Sementara itu, Asep mengatakan IBS OKI telah berkiprah selama enam tahun di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Selama periode tersebut, IBS berupaya menjadi bagian dari masyarakat OKI sekaligus menjaga dan mengenalkan budaya Sunda di tengah keberagaman masyarakat.

“Selama enam tahun berkiprah di Kabupaten Ogan Komering Ilir, IBS OKI terus menjadi bagian dari masyarakat, sekaligus membawa semangat untuk menjaga, mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Sunda di tanah OKI,” kata Asep.

Baca juga  Pj. Bupati Asmar Kenalkan 4 Jurus Pemkab OKI Kendalikan Inflasi

Dalam Karnaval Budaya 2026, IBS OKI membawa sejumlah unsur budaya Sunda, mulai dari busana adat, jaipongan hingga penca silat.

Ragam kesenian tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya seperti kesopanan, kebersamaan dan gotong royong.

Asep menegaskan, budaya Sunda tidak semata-mata dipandang sebagai warisan masa lalu. Menurutnya, budaya merupakan identitas yang terus hidup, berkembang dan diwariskan kepada generasi muda.

“Budaya Sunda bukan sekadar warisan masa lalu. Budaya Sunda adalah identitas yang terus hidup, berkembang dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Sunda Menambah Warna Keberagaman OKI

Keberadaan IBS di Kabupaten OKI juga menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya dapat tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Bagi IBS OKI, budaya Sunda tidak hadir untuk menjadi pembeda. Sebaliknya, budaya Sunda menjadi bagian dari warna keberagaman budaya Nusantara yang hidup di Bumi Bende Seguguk.

“Di Bumi Ogan Komering Ilir, budaya Sunda hadir bukan untuk menjadi pembeda, tetapi untuk menambah warna dalam keberagaman budaya Nusantara. Karena dari perbedaan kita belajar menghargai, dari keberagaman kita membangun persaudaraan,” jelas Asep.

Keikutsertaan IBS OKI dalam Karnaval Budaya 2026 sekaligus memperlihatkan peran komunitas budaya dalam mengambil bagian pada ruang kebudayaan daerah.

Selain mempertahankan tradisi, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus sarana mengenalkan seni dan budaya kepada generasi muda.

Semangat tersebut dirangkum IBS OKI dalam filosofi yang menjadi pegangan organisasi, yakni “Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh.”

Filosofi tersebut menjadi bagian dari perjalanan IBS OKI untuk terus menjaga budaya Sunda, berkarya di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan menempatkan keberagaman sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kang Asep, IBS OKI( Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Sunda budayana, OKI tempat berkarya, Nusantara rumah kita, Indonesia tanah air tercinta. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here