Beranda Palembang Ike Muchendi Raih Bhakti Adipustaka 2026, OKI Perkuat Gerakan Literasi

Ike Muchendi Raih Bhakti Adipustaka 2026, OKI Perkuat Gerakan Literasi

62
0
Hj. Ike Muchendi menerima penghargaan Bhakti Adipustaka Provinsi Sumatera Selatan 2026 sebagai Tokoh Masyarakat/Pegiat Literasi. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Hj. Ike Muchendi menerima penghargaan Bhakti Adipustaka Provinsi Sumatera Selatan 2026 sebagai Tokoh Masyarakat/Pegiat Literasi atas kontribusinya dalam mendorong pengembangan gerakan literasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Rabu (2/9/2026). Pada kesempatan yang sama, Kabupaten OKI meraih penghargaan Bhakti Adipustaka kategori kabupaten/kota melalui Mauliddini, SKM, M.Si.

OKI meraih peringkat tertinggi di Sumatera Selatan atas komitmennya dalam pembinaan dan pengembangan layanan perpustakaan serta gerakan literasi di daerah.

Ike mengatakan perkembangan gerakan literasi menunjukkan kemajuan. Namun, tantangan yang dihadapi masyarakat juga semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, literasi saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga dituntut mampu memahami, memilah, dan mengevaluasi informasi sekaligus menggunakan teknologi secara bijak.

“Gerakan literasi tidak boleh berhenti pada penghargaan. Ini harus menjadi penyemangat untuk terus memperluas akses bacaan, meningkatkan minat membaca, dan menghadirkan kegiatan literasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” kata Ike.

Ia menilai kemudahan masyarakat dalam mengakses buku digital, artikel, jurnal, dan berbagai sumber pengetahuan melalui internet harus diikuti dengan kemampuan berpikir kritis.

Kemampuan tersebut dinilai penting untuk menghadapi maraknya informasi palsu serta perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ike berharap gerakan literasi dapat terus diperluas melalui berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, keluarga, komunitas hingga desa.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten OKI, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, guru, pegiat literasi, komunitas, serta masyarakat dalam pengembangan budaya literasi di daerah.

Penguatan Literasi di Era Digital

Penghargaan Bhakti Adipustaka 2026 menjadi bagian dari Festival Literasi Sumatera Selatan 2026 yang mengusung tema “Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar”.

Baca juga  Terungkap, Ambisi Besar Palembang Jadi Kota Sport Tourism Belum Sepenuhnya Mudah

Festival Literasi Sumatera Selatan 2026 dibuka Herman Deru di The Sultan Convention Center, Palembang, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menekankan pentingnya penguatan literasi di tengah perkembangan teknologi, termasuk penggunaan AI.

Menurut Herman Deru, masyarakat tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan teknologi. Kemampuan memahami dan menyaring informasi yang diterima juga menjadi bagian penting dari literasi.

“Teknologi harus kita manfaatkan secara optimal, salah satunya penggunaan AI. Tetapi, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan literasi,” kata Herman Deru.

Ia mengatakan penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, guru, perpustakaan, komunitas, tokoh masyarakat, dan keluarga memiliki peran dalam membangun budaya literasi.

Herman Deru menyebut Indeks Kegemaran Membaca (IKM) Sumatera Selatan telah mencapai 86 dan menempatkan provinsi tersebut di peringkat ketiga nasional.

Selain itu, Sumatera Selatan meraih peringkat pertama Financial Literacy Award 2026 kategori pemerintah daerah dengan program literasi keuangan terbaik dari Otoritas Jasa Keuangan.

Menurut Herman Deru, capaian tersebut merupakan hasil dari gerakan literasi yang dibangun secara konsisten sejak 2019.

Sementara itu, Duta Literasi Sumsel dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, MM mengatakan tema “Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar” menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan budaya dan sejarah.

“Tema ini memiliki makna agar kita terus meng-upgrade dan mengembangkan diri sehingga kemajuan teknologi bisa menjadi teman, bukan musuh atau disalahgunakan,” kata Ratu Tenny.

Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas gerakan literasi sekaligus membuka akses pengetahuan yang lebih luas. Namun, masyarakat tetap perlu memahami budaya dan sejarah sebagai bagian dari identitas.

“Di tengah era globalisasi dengan berbagai kemajuan teknologi, masyarakat tetap harus menjadi pribadi yang memiliki akar budaya dan memahami sejarah agar dapat terus melestarikan budaya,” ujarnya.

Baca juga  Perda “Sapu Jagat” Siap Berlaku di 2026, Palembang Susun Aturan Ketertiban Umum Terpadu

Ratu Tenny mengatakan peningkatan IKM Sumsel tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak serta semakin banyaknya tokoh dan komunitas yang terlibat dalam gerakan literasi.

Penghargaan yang diterima Ike Muchendi dan Kabupaten OKI menjadi bagian dari penguatan gerakan literasi di Sumatera Selatan. Literasi tidak hanya berkaitan dengan minat membaca, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memahami informasi, memanfaatkan teknologi, serta tetap memiliki pemahaman terhadap budaya dan sejarah. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here