Beranda Ogan Komering Ilir Karhutla OKI, Tim Aman Nusa II Dinginkan 1 Hektare Lahan Dekat Permukiman...

Karhutla OKI, Tim Aman Nusa II Dinginkan 1 Hektare Lahan Dekat Permukiman Warga

5
0
Personel BKO Aman Nusa II melakukan penyisiran dan pendinginan area karhutla sekitar 1 hektare di Desa Kayu Ara, Kecamatan Tulung Selapan, OKI, Senin (7/9/2026). (Foto: Asep/cimutnews)

OKI, cimutnews.co.idKarhutla OKI kembali ditangani personel BKO Aman Nusa II Posko Polsek Tulung Selapan Satgas Karhutla Ditsamapta Polda Sumsel di Desa Kayu Ara, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (7/9/2026).

Penanganan dilakukan mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Tim menyisir dan melakukan pendinginan pada areal sekitar 1 hektare yang terbakar, berupa hutan semak belukar di pinggir permukiman warga.

Sebanyak 11 Personel Dikerahkan

Sebanyak 11 personel diterjunkan untuk memastikan kawasan yang terdampak benar-benar aman dari sisa bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Pendinginan Jadi Tahap Penting

Proses pendinginan dilakukan setelah area terdampak disisir. Langkah ini penting karena kebakaran pada vegetasi semak dan lahan kering dapat menyisakan titik panas yang tidak selalu terlihat dari permukaan.

Tim juga mengantisipasi kemungkinan api merambat ke bagian lahan lain, terlebih lokasi kebakaran berada di sekitar permukiman masyarakat. Penanganan cepat menjadi penting untuk mengurangi potensi gangguan terhadap keselamatan warga dan aktivitas sehari-hari.

Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol Ridwan Raja Dewa, S.I.K., menegaskan bahwa kecepatan respons dan koordinasi personel menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

Menurut dia, pengerahan personel secara terpadu merupakan bentuk respons terhadap setiap titik api, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Karhutla di Dekat Permukiman Perlu Diantisipasi

Kebakaran lahan sekitar 1 hektare di Kayu Ara tidak hanya berkaitan dengan luas area yang terbakar. Letaknya yang berada di pinggir permukiman membuat aspek keselamatan masyarakat menjadi perhatian dalam penanganan.

Karhutla yang tidak segera dikendalikan dapat berkembang mengikuti kondisi vegetasi, angin, dan tingkat kekeringan lahan. Karena itu, pendinginan bukan sekadar memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan potensi penyalaan kembali dapat ditekan.

Baca juga  Normalisasi Sungai Belanti OKI: PUPR Turunkan Alat Berat Atasi Eceng Gondok, Cegah Ancaman Banjir

Dampak Tidak Berhenti pada Area Terbakar

Dari sisi jangka pendek, penanganan karhutla diperlukan untuk menjaga keamanan lingkungan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi. Kebakaran yang meluas juga berpotensi menambah paparan asap dan mengganggu aktivitas warga.

Dalam jangka lebih panjang, pencegahan menjadi sama pentingnya dengan pemadaman. Respons cepat aparat perlu diikuti kewaspadaan masyarakat serta pengawasan terhadap aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan.

Pola Penanganan Menunjukkan Pentingnya Respons Dini

Penanganan di Desa Kayu Ara memperlihatkan bahwa ukuran areal terbakar bukan satu-satunya indikator tingkat risiko. Karhutla OKI dengan luas sekitar 1 hektare tetap membutuhkan pengerahan personel karena lokasi kebakaran berdekatan dengan kawasan tempat tinggal masyarakat.

Pola ini menjadi pelajaran penting dalam pengendalian karhutla: semakin cepat titik api ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih luas.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan institusinya berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.

“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.”

Pencegahan Kebakaran Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Polda Sumsel mengingatkan masyarakat dan korporasi di wilayah Sumatera Selatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Pembukaan lahan dengan cara membakar juga diminta untuk tidak dilakukan. Masyarakat yang menemukan tanda-tanda kebakaran diharapkan segera melaporkannya kepada posko terdekat sehingga petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

 Pendinginan Menentukan Risiko Kebakaran Berulang

Tahap pendinginan memiliki arti strategis karena api yang telah tidak terlihat belum tentu seluruhnya benar-benar padam. Bara di bawah lapisan semak atau material organik dapat kembali menyala ketika mendapat suplai oksigen dan kondisi lingkungan mendukung.

Baca juga  FST UIN Raden Fatah Tinjau Teaching Factory SMK Bina Bangsa OKI, Kolaborasi Pendidikan Industri 4.0 Menguat

Karena itu, penyisiran setelah pemadaman menjadi bagian penting dari pengendalian risiko. Respons seperti yang dilakukan di Kayu Ara dapat mengurangi kemungkinan kebakaran berkembang kembali dan memperbesar dampak terhadap permukiman.

Pencegahan Harus Mengikuti Respons Pemadaman

Operasi Aman Nusa II menunjukkan pendekatan penanganan karhutla yang tidak hanya berorientasi pada pemadaman. Pengawasan, pelaporan dini, dan keterlibatan masyarakat diperlukan agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

lokasi kebakaran yang berada di pinggir permukiman membuat setiap hektare lahan terbakar memiliki konsekuensi yang lebih besar daripada sekadar luasan vegetasi yang hilang. Jarak terhadap rumah dan aktivitas warga menjadi faktor penting dalam menentukan urgensi respons.

Operasi Aman Nusa II di wilayah hukum Polda Sumsel masih berjalan. Penanganan karhutla diharapkan tidak hanya memadamkan titik api, tetapi juga memperkuat pencegahan agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here