
PALEMBANG, cimutnews.co.id – MASTAF IMM Universitas Muhammadiyah Palembang yang diikuti mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, di Halaman Gedung KH. Faqih Usman, Universitas Muhammadiyah Palembang.
Kegiatan Masa Ta’aruf (MASTAF) tersebut tidak hanya menjadi ruang pengenalan organisasi bagi mahasiswa baru, tetapi juga diisi seminar bersama senior IMM, sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, serta seminar motivasi tentang pertumbuhan, inovasi, dan warisan kepemimpinan.
MASTAF IMM UM Palembang Tidak Sekadar Pengenalan Organisasi
Rangkaian kegiatan MASTAF dirancang dengan pendekatan yang mempertemukan mahasiswa baru dengan pengalaman organisasi, isu perlindungan di lingkungan kampus, dan pengembangan kapasitas pribadi.
Sejumlah tokoh senior IMM Sumatera Selatan hadir dalam seminar bersama. Mereka antara lain Anggota DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani, S.E., M.M.; Anggota DPRD Kota Palembang sekaligus Ketua FOKAL IMM Sumsel Rusfanda Karibullah, S.T., M.M.; serta Dr. Hendri Agustian, S.H., M.H., Hakim Pengadilan Negeri Palembang Kelas IA Khusus.
Kehadiran tokoh dari latar belakang legislatif, organisasi alumni, dan lembaga peradilan memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa baru mengenai hubungan antara pengalaman organisasi, kehidupan bermasyarakat, dan tanggung jawab profesional.
Dari Kaderisasi hingga Pemahaman Kehidupan Kampus
Dalam konteks kaderisasi, pertemuan dengan senior organisasi memiliki fungsi lebih jauh daripada sekadar penyampaian materi. Mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai bagaimana pengalaman berorganisasi dapat menjadi bagian dari proses membangun kemampuan kepemimpinan dan jejaring sosial.
Pendekatan tersebut juga membuat kegiatan pengenalan mahasiswa baru lebih relevan dengan tantangan yang akan mereka hadapi selama menjalani pendidikan tinggi.
Kampanye “Berani Berbicara, Lawan Kekerasan”
Salah satu agenda penting dalam rangkaian MASTAF adalah talk show dan sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Muhammadiyah Palembang.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Berani Berbicara, Lawan Kekerasan”. Pesan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sekaligus mendorong keberanian untuk melaporkan dan menangani persoalan kekerasan melalui mekanisme yang tersedia.
Pembahasan mengenai pencegahan kekerasan menjadi penting karena kehidupan kampus bukan hanya berkaitan dengan proses akademik. Interaksi antarmahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, hingga kegiatan di luar ruang kelas membutuhkan lingkungan yang menghormati keamanan dan martabat setiap warga perguruan tinggi.
Mengapa Sosialisasi PPKPT Penting bagi Mahasiswa Baru?
Mahasiswa yang baru memasuki perguruan tinggi perlu memahami sejak awal bahwa kekerasan tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Pencegahan juga berkaitan dengan membangun budaya komunikasi yang sehat, menghormati batas pribadi, serta mengetahui saluran pengaduan ketika terjadi persoalan.
Dengan demikian, sosialisasi Satgas PPKPT dalam MASTAF memiliki nilai edukatif sekaligus preventif. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan kepada organisasi, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai hak, tanggung jawab, dan lingkungan belajar yang aman.
Seminar Motivasi: Organisasi sebagai Ruang Pertumbuhan
Rangkaian MASTAF kemudian dilanjutkan dengan seminar motivasi bersama Beni Pramula, S.I.Kom., M.M., Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah periode 2014–2016.
Seminar tersebut mengangkat tema “Beyond Organization: Catalyst for Growth, Innovation, and Legacy”. Tema ini menempatkan pengalaman organisasi sebagai sarana untuk mengembangkan kapasitas diri, bukan tujuan akhir selama menjadi mahasiswa.
Bagi mahasiswa baru, perspektif tersebut penting karena aktivitas kemahasiswaan sering kali menjadi ruang pertama untuk belajar memimpin kegiatan, bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, dan menghadapi perbedaan pandangan.
MASTAF dan Tantangan Kaderisasi Generasi Baru
Kaderisasi mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mahasiswa hidup dalam ekosistem digital yang membuat informasi bergerak cepat, sementara kemampuan menyaring informasi, berkomunikasi secara bertanggung jawab, dan membangun karakter tetap membutuhkan proses yang tidak instan.
Karena itu, kegiatan pengenalan seperti MASTAF akan lebih bermakna apabila tidak berhenti pada seremoni. Pertemuan dengan senior, pembahasan perlindungan dari kekerasan, serta penguatan motivasi dapat menjadi rangkaian pembelajaran yang menghubungkan nilai organisasi dengan kebutuhan nyata mahasiswa.
Kaderisasi Perlu Berorientasi pada Kompetensi
Ada satu hal yang menarik dari susunan kegiatan MASTAF IMM Universitas Muhammadiyah Palembang kali ini. Agenda tersebut mempertemukan tiga unsur yang sering berjalan terpisah, yakni kaderisasi, perlindungan warga kampus, dan pengembangan kapasitas personal.
Kombinasi itu menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa dapat berperan sebagai ruang pembentukan kompetensi sosial. Mahasiswa tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan, tetapi juga perlu memahami bagaimana menggunakan pengalaman organisasi untuk membangun kemampuan yang relevan setelah lulus.
Dalam jangka pendek, kegiatan semacam ini membantu mahasiswa baru memahami lingkungan kampus dan organisasi yang akan mereka masuki. Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut berpotensi membentuk kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, inovasi, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.
MASTAF Bisa Menjadi Jembatan antara Kampus dan Kehidupan Profesional
Nilai strategis MASTAF bukan semata terletak pada banyaknya agenda atau tokoh yang hadir. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa baru mengubah materi dan pengalaman tersebut menjadi kemampuan yang digunakan sepanjang masa kuliah.
Kehadiran anggota legislatif, alumni organisasi, hakim, dan mantan pimpinan nasional IMM dalam satu rangkaian kegiatan memberi mahasiswa perspektif bahwa pengalaman kampus dapat memiliki kesinambungan dengan kehidupan publik dan profesional.
Di titik inilah kegiatan ta’aruf dapat memiliki dampak lebih luas: mahasiswa diperkenalkan bukan hanya pada “siapa organisasi mereka”, tetapi juga pada mengapa kemampuan berpikir, berorganisasi, berkomunikasi, dan menjaga lingkungan yang aman penting bagi masa depan mereka.
MASTAF Menjadi Awal Perjalanan Mahasiswa Baru
Rangkaian MASTAF IMM Universitas Muhammadiyah Palembang pada 8 September 2026 memperlihatkan pendekatan pengenalan mahasiswa baru yang memadukan kaderisasi, edukasi pencegahan kekerasan, dialog bersama tokoh senior, dan pengembangan motivasi.
Bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, kegiatan tersebut menjadi salah satu pintu awal untuk mengenal kehidupan kemahasiswaan sekaligus memahami tanggung jawab yang menyertainya.
Ke depan, keberhasilan program seperti ini akan semakin terlihat dari bagaimana mahasiswa menerapkan nilai yang diperoleh dalam kehidupan akademik dan organisasi: berani menyampaikan pendapat, menghormati sesama, menolak kekerasan, serta terus mengembangkan kapasitas diri. (Poerba)

















