
Baturaja, cimutnews.co.id – Pembangunan jalan hauling PT AOC sepanjang kurang lebih 14 kilometer di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), resmi dimulai melalui ground breaking pada Selasa (15/9/2026). Pemerintah Kabupaten OKU mendorong perusahaan agar pembangunan infrastruktur tersebut turut mengoptimalkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Wakil Bupati OKU Ir H. Marjito Bachri ST mengatakan investasi dan pembangunan infrastruktur perusahaan semestinya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar wilayah proyek.
Jalan Hauling PT AOC Melintasi Tujuh Desa
Ground breaking pembangunan jalan khusus hauling PT Abadi Ogan Cemerlang (AOC) ditandai dengan penekanan sirine oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru bersama Wakil Bupati OKU Marjito Bachri.
Jalur khusus tersebut direncanakan melintasi tujuh desa di wilayah Semidang Aji, yakni Gunung Kuripan, Tanjung Kurung, Batanghari, Sukamerindu, Panggal-panggal, Ulak Pandan, dan Keban Agung.
Direktur Operasional PT AOC Ugi Sismarendra mengatakan pembangunan jalan menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur pendukung kegiatan operasional perusahaan.
Menurut Ugi, proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 14 kilometer tersebut telah mencapai 100 persen. Capaian itu menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan fisik dilanjutkan.
Jalur Khusus untuk Mendukung Operasional
Pembangunan hauling road tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan internal perusahaan. Jalur khusus tersebut juga diproyeksikan menjadi bagian dari sistem distribusi angkutan komoditas yang lebih terarah, terutama dalam mendukung pasokan batubara.
Direktur PT Sumbagsel Energi Sakti Pewali menyambut pembangunan jalur tersebut. Menurut perusahaan, keberadaan jalur independen penting untuk mendukung kelancaran dan keberlanjutan pasokan batubara menuju PLTU Sumbagsel 1.
“Dengan adanya jalur independen ini, keandalan pasokan listrik untuk masyarakat Sumsel dan jaringan Sumatera dapat terus terjaga,” ujarnya.
Dari sisi kepentingan publik, penggunaan jalan khusus juga dinilai dapat mengurangi potensi percampuran aktivitas angkutan perusahaan dengan lalu lintas masyarakat di jalan umum.
Pemkab OKU Soroti Tenaga Kerja Masyarakat Sekitar
Di tengah pembangunan infrastruktur tersebut, Pemkab OKU menaruh perhatian pada manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Marjito meminta PT AOC memaksimalkan potensi SDM yang berada di sekitar Semidang Aji untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja selama pembangunan.
“Kami berharap perusahaan dapat memaksimalkan SDM yang ada di sekitar Semidang Aji, untuk kebutuhan tenaga kerja dalam pembangunan ini,” kata Marjito.
Dorongan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah investasi daerah tidak hanya diukur dari nilai proyek atau infrastruktur yang dibangun. Penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan pelaku usaha sekitar, serta perputaran ekonomi di desa-desa terdampak juga menjadi bagian penting dari manfaat investasi.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan hal serupa. Ia meminta pembangunan jalan hauling PT AOC turut melibatkan SDM masyarakat di sekitar proyek.
Herman Deru juga mengapresiasi pembangunan jalur khusus karena dinilai dapat mendukung operasional perusahaan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalan umum.
Mengapa Jalan Hauling Ini Penting bagi Masyarakat?
Pembangunan jalan hauling memiliki dua kepentingan yang berjalan beriringan. Pertama, perusahaan membutuhkan infrastruktur logistik yang mendukung efisiensi dan kesinambungan operasional. Kedua, pemerintah memiliki kepentingan memastikan aktivitas tersebut tidak menimbulkan beban yang tidak perlu bagi masyarakat.
Jalur khusus dapat membantu memisahkan aktivitas angkutan komoditas dari mobilitas warga. Namun, manfaat tersebut akan semakin besar apabila pembangunan dan pengoperasiannya dibarengi dengan perhatian terhadap keselamatan, kondisi lingkungan, akses warga, serta keterlibatan masyarakat lokal.
Investasi Tidak Berhenti pada Pembangunan Infrastruktur
Marjito menegaskan investasi di Kabupaten OKU diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah, menciptakan lapangan pekerjaan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemkab OKU juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban agar iklim investasi di Bumi Sebimbing Sekundang tetap kondusif.
Pesan tersebut menjadi penting karena pembangunan infrastruktur berskala panjang biasanya bersinggungan dengan berbagai kepentingan, mulai dari penggunaan lahan hingga aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat.
Tantangan Berikutnya Ada pada Implementasi
Dengan pembebasan lahan yang disebut telah mencapai 100 persen, tahapan berikutnya akan menjadi penentu apakah manfaat pembangunan jalan hauling benar-benar dapat dirasakan sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.
Dalam jangka pendek, proyek berpotensi menciptakan kebutuhan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi selama proses konstruksi. Dalam jangka lebih panjang, keberadaan jalur khusus dapat memperkuat sistem logistik perusahaan sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap jalan umum untuk aktivitas angkutan operasional.
Namun, ukuran keberhasilan tidak semata-mata terletak pada selesainya jalan 14 kilometer tersebut. Serapan tenaga kerja lokal, keselamatan pengguna jalan, pengelolaan dampak lingkungan, serta hubungan perusahaan dengan desa-desa yang dilintasi akan menjadi indikator penting setelah infrastruktur beroperasi.
Tujuh Desa Menjadi Titik Penting
Ada satu aspek yang patut dicermati dari proyek ini: jalan hauling PT AOC tidak berdiri sebagai infrastruktur yang terpisah dari kehidupan masyarakat, karena jalurnya melintasi tujuh desa.
Artinya, manfaat ekonomi maupun potensi dampaknya akan tersebar di sejumlah wilayah. Karena itu, keterlibatan masyarakat sejak tahap pembangunan hingga operasional dapat menjadi faktor penting untuk memastikan infrastruktur tersebut benar-benar menjadi penghubung antara aktivitas investasi dan ekonomi lokal, bukan hanya jalur distribusi perusahaan.
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Pembangunan hauling road PT AOC menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan dunia usaha dalam membangun infrastruktur pendukung investasi.
Bagi Kabupaten OKU, proyek ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan pertumbuhan aktivitas ekonomi berjalan bersama dengan peningkatan kesempatan kerja dan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, jalan khusus tersebut bukan hanya persoalan konektivitas angkutan. Keberhasilan proyek akan sangat ditentukan oleh bagaimana infrastruktur itu diintegrasikan dengan kepentingan perusahaan, keselamatan masyarakat, kesempatan kerja lokal, serta keberlanjutan ekonomi daerah.
Pemerintah dan perusahaan kini memiliki pekerjaan lanjutan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat di tujuh desa yang berada di sekitar jalur tersebut. (Agus)

















