Beranda Muara Enim Karhutla Muara Enim Meluas, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Gelumbang dan...

Karhutla Muara Enim Meluas, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Gelumbang dan Sungai Rotan

7
0
Plt. Bupati Muara Enim Sumarni bersama unsur Forkopimda meninjau lokasi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan, Senin (14/9/2026).(Foto:Eko/cimutnews)

MUARA ENIM, cimutnews.co.idKarhutla Muara Enim menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Muara Enim setelah titik api di Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan masih membutuhkan penanganan intensif. Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bersama unsur Forkopimda meninjau langsung lokasi kebakaran, Senin (14/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan operasi pemadaman berjalan tepat sasaran sekaligus melihat langsung kondisi lapangan yang dihadapi petugas. Di sejumlah titik, personel gabungan masih berupaya mengendalikan api yang disebut semakin meluas karena kondisi angin cukup kencang.

Api Bertahan di Tengah Angin Kencang

Rombongan Plt. Bupati terlebih dahulu berkumpul di Kantor Kecamatan Gelumbang sebelum bergerak menuju Desa Teluk Limau. Dari lokasi tersebut, peninjauan dilanjutkan ke Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan.

Di lapangan, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI, Polri, serta relawan masih melakukan pemadaman.

Kondisi angin menjadi salah satu tantangan utama. Api yang bergerak mengikuti arah angin membuat proses pengendalian membutuhkan pengerahan personel dan peralatan secara berkelanjutan.

Situasi tersebut juga menunjukkan bahwa penanganan kebakaran lahan tidak berhenti pada pemadaman titik api. Petugas harus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke area lain, terutama ketika kondisi lapangan dan cuaca mendukung penyebaran api.

Pemkab Cek Hambatan di Lapangan

Plt. Bupati Sumarni mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kondisi kebakaran dari dekat. Pemerintah daerah ingin mengetahui secara langsung berbagai kendala yang dihadapi personel ketika berupaya menghentikan laju api.

Menurut pemerintah daerah, informasi dari lapangan penting untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan. Dengan mengetahui hambatan secara langsung, pengerahan sumber daya dapat disesuaikan dengan kondisi di lokasi kebakaran.

Baca juga  Tingkatkan mutu kompetensi, Pemkab Muara Enim Buka Diklat Kompetensi Kepala Sekolah Menengah Pertama

Sumarni juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang selama kurang lebih satu bulan terus terlibat dalam upaya penanganan karhutla, khususnya di wilayah Gelumbang dan Sungai Rotan.

Berdasarkan informasi pemerintah daerah, kebakaran diperkirakan telah melanda lahan hingga ratusan hektare. Namun, angka luasan tersebut dalam bahan informasi yang disampaikan belum dirinci berdasarkan hasil pengukuran resmi per titik lokasi.

Pencegahan Jadi Persoalan Setelah Api Padam

Penanganan Karhutla Muara Enim tidak hanya berkaitan dengan pemadaman. Pemerintah Kabupaten Muara Enim juga mendorong perubahan cara masyarakat dalam membuka lahan.

Plt. Bupati mengimbau masyarakat tidak membuka lahan baru dengan metode pembakaran. Cara tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kuat.

Sebagai alternatif, Pemkab Muara Enim menyatakan komitmen menyediakan bantuan alat excavator di setiap kecamatan. Peralatan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membantu proses pembukaan lahan tanpa menggunakan api.

Langkah ini menjadi penting karena pencegahan kebakaran pada tahap awal dapat mengurangi kebutuhan pengerahan personel, peralatan pemadam, serta biaya penanganan ketika kebakaran sudah meluas.

Kesehatan Warga Turut Menjadi Perhatian

Dampak karhutla juga tidak berhenti pada kerusakan lahan. Asap dari kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak.

Karena itu, Sumarni mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Imbauan tersebut ditujukan untuk mengurangi paparan asap dan mencegah gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta gangguan saluran pernapasan lainnya.

Pesan kesehatan ini menjadi bagian penting dari penanganan bencana karena masyarakat di sekitar wilayah kebakaran dapat terdampak meskipun tidak berada tepat di titik api.

Baca juga  Bangun Komitmen Publik, Pemkab Muara Enim gelar giat Rembuk Stunting Tahun 2024

Karhutla Bukan Sekadar Persoalan Api

Pengalaman penanganan di Gelumbang dan Sungai Rotan memperlihatkan bahwa kebakaran lahan memiliki persoalan berlapis. Ketika api sudah menyebar, pemerintah harus menangani aspek operasional sekaligus dampak lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat.

Dari sisi jangka pendek, prioritasnya adalah mengendalikan api agar tidak terus meluas. Namun dalam jangka panjang, pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi sama pentingnya dengan operasi pemadaman.

Penyediaan excavator di tingkat kecamatan dapat menjadi salah satu pendekatan pencegahan apabila mekanisme penggunaannya jelas, tepat sasaran, dan dapat diakses masyarakat yang memang membutuhkan pembukaan lahan.

Mengapa Kasus Ini Penting?

Satu hal yang dapat dipetik dari penanganan karhutla di Muara Enim adalah pentingnya menggeser fokus dari respons setelah kebakaran terjadi menuju pencegahan sebelum api muncul.

Lamanya operasi pemadaman yang telah berlangsung sekitar satu bulan menunjukkan bahwa kebakaran lahan dapat menjadi persoalan yang menguras sumber daya apabila tidak segera dikendalikan. Karena itu, kolaborasi pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus rantai kejadian serupa.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan informasi mengenai titik rawan, perkembangan luas kebakaran, kebutuhan peralatan, serta kondisi kualitas udara terus diperbarui. Data tersebut akan membantu masyarakat memahami risiko dan memungkinkan penanganan dilakukan lebih terukur.

Penanganan Karhutla Membutuhkan Kerja Bersama

Peninjauan Plt. Bupati bersama Forkopimda di Gelumbang dan Sungai Rotan menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas lembaga. BPBD, Damkar, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat memiliki peran yang saling berkaitan.

Untuk saat ini, pengendalian api tetap menjadi prioritas. Setelah kondisi dinyatakan aman, upaya pencegahan perlu diperkuat agar pembukaan lahan tidak kembali memicu kebakaran baru.

Baca juga  Karhutla Muara Enim Diwaspadai, Pemkab Minta Warga Hentikan Pembukaan Lahan dengan Membakar

Bagi masyarakat, pesan utamanya jelas: tidak menggunakan api untuk membuka lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Sementara pemerintah perlu memastikan dukungan peralatan dan edukasi pencegahan berjalan sampai tingkat kecamatan dan desa.

Dengan demikian, penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada memadamkan api, tetapi juga mengurangi kemungkinan kebakaran kembali terjadi serta melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here