Beranda Banyuasin Senator Eva Susanti Kunjungi Korban Kebakaran di Tanjung Lago: Bantu Ringankan Beban...

Senator Eva Susanti Kunjungi Korban Kebakaran di Tanjung Lago: Bantu Ringankan Beban Warga yang Kehilangan Rumah

69
0
Hj. Eva Susanti, S.E., M.M., Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, bersama Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Tanjung Lago, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (4/10/2025)

BANYUASIN, cimutnews.co.id – Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Desa Tanjung Lago, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, menyisakan duka mendalam. Di tengah kepedihan itu, kehadiran Senator asal Sumatera Selatan, Hj. Eva Susanti, S.E., M.M., menjadi angin segar bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.

Sabtu (4/10/2025), anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sekaligus MPR RI tersebut turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan dan memberikan semangat kepada warga terdampak. Ia datang bersama Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., serta jajaran pemerintah daerah, aparat desa, dan tokoh masyarakat setempat.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh warga yang masih berduka. Meski wajah mereka tampak letih, rasa haru terlihat jelas ketika bantuan diserahkan secara langsung kepada korban.

Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat (3/10/2025) sore sekitar pukul 15.40 WIB itu menghanguskan puluhan rumah di RT 05 dan RT 06 Dusun I, Desa Tanjung Lago. Berdasarkan keterangan aparat desa, api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah milik warga bernama Sarkowi.

Kondisi permukiman yang padat dengan rumah berdinding kayu dan beratap seng serta nipah membuat api cepat menjalar ke bangunan lain. Situasi diperparah dengan cuaca panas dan tiupan angin kencang, sehingga warga kesulitan mengendalikan kobaran api.

“Warga sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, tapi karena air sulit didapat, api malah makin membesar,” tutur seorang warga setempat.

Baru setelah dua jam, api berhasil dijinakkan dengan bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Banyuasin. Meski demikian, kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit.

Data sementara mencatat 14 kepala keluarga kehilangan rumah, 4 warga mengalami luka-luka, dan 4 lainnya terdampak langsung. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Para korban kini mengungsi di rumah kerabat, sementara korban luka telah mendapat perawatan di Puskesmas Tanjung Lago.

Baca juga  Banyuasin Raih Penghargaan Manajemen Talenta ASN di Rakernas XVII APKASI 2026

Eva Susanti: “Kami Hadir untuk Menyampaikan Empati dan Kepedulian”

Di tengah puing-puing rumah yang hangus, Hj. Eva Susanti menyalurkan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, dan kebutuhan dasar bagi korban. Ia berharap, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga para korban diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” ujar Eva dengan nada haru.

Ia menegaskan, kehadirannya bukan sekadar bentuk simbolik, tetapi wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial sebagai wakil rakyat. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak sendirian. Ada banyak pihak yang siap membantu dan peduli,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Senator asal Bumi Sriwijaya ini juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Banyuasin, aparat desa, dan masyarakat setempat yang telah bergerak cepat membantu korban sejak awal peristiwa.

Pemkab Banyuasin Gerak Cepat Tangani Dampak Kebakaran

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., yang turut mendampingi Eva Susanti, memastikan bahwa pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan tanggap darurat sejak awal kejadian.

Menurutnya, bantuan mencakup kebutuhan pokok, makanan siap saji, perlengkapan keluarga, pakaian layak pakai, hingga obat-obatan. Pemkab juga membuka posko sementara untuk menampung laporan dan kebutuhan mendesak para korban.

“Kami berupaya hadir secepat mungkin agar masyarakat yang terdampak tidak merasa ditinggalkan,” ujar Netta.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik, terutama di musim kemarau yang rawan kebakaran. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan memperhatikan aspek keselamatan di rumah,” tegasnya.

Seruan untuk Perkuat Mitigasi dan Edukasi Kebencanaan

Selain menyalurkan bantuan, Eva Susanti juga menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan di tingkat desa. Menurutnya, kejadian serupa bisa diminimalisir jika masyarakat memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap potensi bahaya listrik dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Baca juga  Viral Dugaan OTT Palsu di Banyuasin: Fakta Terbaru Mengarah ke Oknum Pribadi, Kasus Berakhir Damai

“Pencegahan adalah langkah terbaik. Edukasi mengenai keselamatan instalasi listrik, penggunaan alat rumah tangga, serta kesiapsiagaan warga harus terus digalakkan,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar memperkuat sistem mitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk, termasuk dengan memperbanyak hydrant desa, pelatihan relawan kebakaran, dan pengawasan instalasi listrik rumah warga.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. Kita tidak boleh menunggu bencana datang baru bergerak,” ujar Eva.

Harapan Baru dari Rasa Gotong Royong

Meski duka masih menyelimuti warga Desa Tanjung Lago, semangat gotong royong terlihat jelas di lokasi bekas kebakaran. Sejumlah warga bersama aparat desa bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang terbakar dan membantu mendirikan tenda darurat.

Bantuan yang datang dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah, organisasi masyarakat, dan tokoh daerah seperti Hj. Eva Susanti, menjadi penyemangat baru bagi para korban untuk bangkit kembali.

“Bantuan ini bukan hanya soal materi, tapi bentuk nyata bahwa kita saling peduli. Semangat inilah yang harus terus dijaga,” kata Eva menutup kunjungannya.

Peristiwa kebakaran di Tanjung Lago menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial dan kesigapan masyarakat menghadapi bencana. Di balik puing-puing yang tersisa, tersimpan harapan baru bahwa kepedulian akan selalu menjadi kekuatan utama dalam membangun kembali kehidupan. (noto)