Beranda Ogan Komering Ilir Danau Teloko Dikembangkan Jadi Wisata, Namun Ramainya Belum Merata

Danau Teloko Dikembangkan Jadi Wisata, Namun Ramainya Belum Merata

3
0
Panorama Danau Teloko di Kabupaten OKI yang dikenal memiliki luas sekitar 250 hektar.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Danau Teloko di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali menjadi perhatian sebagai salah satu destinasi wisata alam yang dinilai memiliki potensi besar.

Objek wisata dengan luas sekitar 250 hektar itu sebelumnya mulai diperkenalkan Pemerintah Kabupaten OKI sebagai wisata bahari di Kota Kayuagung pada 2017. Setahun kemudian, kawasan tersebut kembali dikembangkan dengan konsep agrowisata.

Namun di tengah potensi yang besar, muncul pertanyaan lain. Apakah pengembangan wisata Danau Teloko sudah benar-benar memberikan dampak maksimal bagi sektor wisata dan ekonomi masyarakat sekitar?

Danau Teloko menawarkan panorama alam yang cukup berbeda dibanding destinasi lain di OKI.

Hamparan perairan luas dengan suasana tenang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin menikmati akhir pekan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Salah satu fasilitas yang cukup menarik perhatian ialah restoran terapung yang disediakan pengelola. Dari lokasi itu, pengunjung dapat menikmati suasana danau sambil mencicipi hidangan khas daerah.

Pemda Pernah Dorong Jadi Wisata Unggulan

Pemerintah daerah sebelumnya mengenalkan Danau Teloko sebagai salah satu wisata bahari andalan di Kota Kayuagung.

Konsep pengembangan berbasis agrowisata juga sempat digaungkan agar kawasan tersebut tidak hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Selain wisata kuliner dan panorama alam, Danau Teloko juga dikenal sebagai lokasi favorit memancing.

Pengunjung dapat memancing dari tepian danau maupun menyewa perahu milik warga untuk menuju area tengah waduk.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, potensi besar kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya terekspos secara luas di luar daerah.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah warga mengaku kunjungan wisatawan masih cenderung ramai pada waktu tertentu, terutama akhir pekan atau musim liburan.

Baca juga  Program Berobat Gratis Bagi Warga OKI Berlanjut di 2025

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan yang berharap aktivitas wisata bisa lebih konsisten agar berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah promosi dan pengembangan kawasan wisata Danau Teloko sudah berjalan maksimal?

Wisata Alam dan Aktivitas Memancing Jadi Andalan

Bagi pengunjung, suasana alami Danau Teloko menjadi alasan utama datang ke kawasan tersebut.

Tidak sedikit wisatawan memilih menikmati sore di sekitar danau sambil memancing bersama keluarga atau rekan.

“Kalau sore suasananya bagus dan tenang. Cocok untuk santai atau memancing,” ujar salah satu pengunjung.

Namun hingga kini, belum semua fasilitas penunjang wisata di kawasan tersebut disebut berkembang optimal.

Sejumlah pengunjung berharap akses, promosi, dan fasilitas wisata bisa terus ditingkatkan tanpa menghilangkan nuansa alami kawasan danau.

Potensi Besar, Tantangan Juga Masih Ada

Pengembangan wisata berbasis alam dinilai menjadi peluang besar bagi daerah seperti OKI yang memiliki kekayaan sumber daya perairan.

Namun pengelolaan berkelanjutan disebut menjadi tantangan penting agar kawasan wisata tidak hanya ramai sesaat, tetapi mampu berkembang dalam jangka panjang.

Selain promosi, keterlibatan masyarakat sekitar juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan wisata Danau Teloko.

Hingga kini, Danau Teloko masih menjadi salah satu destinasi yang terus diperbincangkan wisatawan lokal di Kayuagung dan sekitarnya.

Apakah kawasan ini nantinya benar-benar mampu menjadi ikon wisata unggulan OKI, atau justru hanya ramai pada momentum tertentu? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here