Beranda Palembang Fakta di Lapangan: Antusias Donor Darah Tinggi, Tapi Stok Darah Aman Belum...

Fakta di Lapangan: Antusias Donor Darah Tinggi, Tapi Stok Darah Aman Belum Selalu Terjamin

15
0
Ratusan kader Fatayat NU dan masyarakat mengikuti Senam Sehat Bersama di kawasan Monpera Palembang, Minggu (14/6/2026). (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Suasana kawasan Monumen Penderitaan Rakyat (Monpera) Palembang tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu pagi (14/6/2026). Ratusan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) bersama masyarakat mengikuti Senam Sehat Bersama yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Palembang ke-1.343. Di tengah semarak perayaan, aksi sosial ini menjadi salah satu upaya mendorong gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Namun, di balik tingginya antusiasme peserta, masih terdapat pertanyaan yang kerap muncul setiap tahun: apakah kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkala mampu menjawab kebutuhan darah masyarakat yang terus meningkat?

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, menyampaikan apresiasi kepada Fatayat NU yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga aspek kemanusiaan.

Menurut Dewi, setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan memiliki arti penting bagi pelayanan kesehatan di Kota Palembang.

“Kegiatan senam sehat tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Kota Palembang yang kita cintai. Sementara baksos donor darah adalah wujud nyata kepedulian kita kepada sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, stok darah yang tersedia di Unit Donor Darah (UDD) PMI menjadi salah satu kebutuhan vital yang harus terus dijaga karena digunakan untuk berbagai keperluan medis, mulai dari pasien operasi hingga kondisi darurat.

Dewi juga menegaskan bahwa momentum Hari Jadi Kota Palembang seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial semata.

Menurutnya, kemajuan kota tidak cukup diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan memiliki kepedulian sosial.

Baca juga  Pemkot Palembang Terbitkan SE Ketertiban Ramadhan 2026, Tempat Hiburan Malam Wajib Tutup Sementara

Namun fakta di lapangan menunjukkan kebutuhan darah merupakan tantangan yang tidak pernah benar-benar selesai. Permintaan darah dari rumah sakit dapat berubah sewaktu-waktu, sementara jumlah pendonor aktif masih sangat bergantung pada kesadaran masyarakat serta kegiatan sosial yang digelar berbagai organisasi.

Di sisi lain, sejumlah warga yang hadir mengaku kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk berolahraga sekaligus berkontribusi membantu sesama.

Beberapa peserta donor darah juga menilai layanan kesehatan gratis yang disediakan cukup membantu masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan dasar tanpa biaya tambahan.

Berdasarkan temuan di lapangan, kegiatan sosial berbasis komunitas seperti yang dilakukan Fatayat NU memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menggabungkan aktivitas kesehatan, silaturahmi, dan aksi kemanusiaan dalam satu momentum.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai berapa target kantong darah yang ingin dikumpulkan dalam kegiatan tersebut maupun sejauh mana kontribusinya terhadap kebutuhan darah Kota Palembang secara keseluruhan.

Ketua PC Fatayat NU Kota Palembang, Silva Marcelina, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kota Palembang sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

“Melalui kegiatan senam sehat bersama ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menyambut HUT Kota Palembang,” katanya.

Selain senam sehat, panitia juga membuka layanan donor darah gratis serta pemeriksaan kesehatan yang dapat diikuti masyarakat umum.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu gambaran bahwa peran organisasi kemasyarakatan masih cukup besar dalam membantu menjawab berbagai kebutuhan sosial di tengah masyarakat.

Meski demikian, tantangan menjaga budaya donor darah secara berkelanjutan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Sebab, kebutuhan darah tidak hanya muncul saat ada kegiatan besar atau peringatan tertentu, melainkan berlangsung setiap hari.

Baca juga  Sekda Sumsel Hadiri Pengajian Ramadan 1447 H, Perkuat Silaturahmi Forkopimda dan OPD

Hingga kini, belum semua kebutuhan sosial dan kesehatan masyarakat dapat dipenuhi hanya melalui kegiatan insidental. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah gerakan donor darah dan kepedulian sosial yang semakin masif ini akan mampu melahirkan lebih banyak pendonor rutin, atau justru masih bergantung pada momentum-momentum tertentu? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here