
MURATARA, CimutNews.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali memperkuat komitmennya dalam pemerataan layanan pendidikan melalui peresmian Gedung SMA Negeri (SMAN) Ketapat Bening di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat di kawasan perbatasan dan wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan.
Keberadaan SMAN Ketapat Bening tidak hanya menambah infrastruktur pendidikan di Muratara, tetapi juga diharapkan mampu memperpendek jarak tempuh peserta didik menuju sekolah, mengurangi angka putus sekolah, serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang menengah.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa letak geografis bukan alasan bagi masyarakat untuk menerima layanan pendidikan yang kurang berkualitas.
“Walaupun sekolah ini jauh dari ibu kota provinsi, pelayanannya harus istimewa. Jadikan SMAN Ketapat Bening sebagai ikon pendidikan Muratara dan contoh bagi sekolah-sekolah di daerah terjauh di Sumsel,” tegas Herman Deru.
Ia juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik, pemerintah daerah, serta masyarakat agar bersama-sama menjaga kualitas proses belajar mengajar. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak berhenti pada pembangunan gedung, tetapi juga harus diiringi peningkatan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
“Anak-anak kita harus tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, memiliki daya saing, serta tidak merasa minder meski berasal dari daerah yang jauh dari pusat kota,” ujarnya.
Pemerataan Pendidikan Menjadi Prioritas Pembangunan
Pembangunan sekolah baru di wilayah terpencil sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata. Pemerintah Indonesia melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Selain itu, arah pembangunan pendidikan juga mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan lahirnya generasi produktif, berdaya saing global, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui pembangunan sarana-prasarana, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi pembelajaran, hingga penguatan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Dukungan CSR Perkuat Pembangunan Pendidikan
Wakil Bupati Muratara Junius Wahyudi mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadirkan sekolah baru tersebut. Menurutnya, keberadaan SMAN Ketapat Bening menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan menengah yang lebih dekat.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap perusahaan yang turut berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai menjadi salah satu model pembangunan yang mampu mempercepat pemerataan layanan publik, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Hj. Mondyaboni optimistis sekolah tersebut akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di Muratara.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan harus diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik, penguatan budaya belajar, serta dukungan masyarakat agar manfaat sekolah dapat dirasakan secara maksimal dalam jangka panjang.
Kondisi Pendidikan Masih Menjadi Tantangan di Daerah Terpencil
Secara nasional, pemerintah terus berupaya meningkatkan angka partisipasi sekolah pada jenjang pendidikan menengah. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), akses pendidikan di wilayah perkotaan umumnya lebih baik dibandingkan daerah pedesaan maupun kawasan terpencil, terutama dari sisi ketersediaan fasilitas pendidikan dan jarak tempuh menuju sekolah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi banyak daerah, termasuk wilayah yang memiliki karakteristik geografis seperti Kabupaten Musi Rawas Utara yang berbatasan dengan sejumlah kabupaten dan provinsi lain.
Dengan hadirnya sekolah baru, diharapkan masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan pendidikan tingkat SMA, sehingga peluang melanjutkan pendidikan menjadi semakin besar.
Pembangunan SDM Menjadi Investasi Jangka Panjang
Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kehadiran sekolah baru tidak hanya berdampak pada peningkatan akses belajar, tetapi juga membuka peluang lahirnya generasi yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan, serta karakter yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Dalam jangka pendek, keberadaan SMAN Ketapat Bening akan memberikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar serta mendorong meningkatnya angka partisipasi sekolah.
Sementara dalam jangka panjang, investasi pada sektor pendidikan berpotensi meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal, memperkuat daya saing daerah, mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya manusia.
Pemerataan pendidikan juga menjadi instrumen penting dalam mengurangi disparitas antara kawasan perkotaan dan pedesaan. Ketika akses pendidikan semakin merata, peluang masyarakat memperoleh pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan keluarga, hingga memutus rantai kemiskinan akan semakin terbuka. (Noto)

















