
Palembang, cimutnews.co.id – Dinamika politik di Bumi Sriwijaya memasuki fase baru. Melalui Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak PDI Perjuangan se-Sumatera Selatan, H. Devi Suhartoni resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2025–2030.

Agenda politik penting tersebut berlangsung khidmat di Grand Ballroom Hotel Wyndham OPI, Palembang, Rabu (17/12/2025), dan dihadiri jajaran pengurus DPP, DPD, hingga DPC PDI Perjuangan se-Sumatera Selatan. Penetapan ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan partai berlambang banteng moncong putih di tingkat provinsi.
Momentum Konferda dan Konfercab Serentak ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, melainkan juga simbol konsolidasi menyeluruh PDI Perjuangan Sumatera Selatan dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Mengusung semangat “Satya Eka Jayate” (Kebenaran yang Satu Pasti Menang) dan tema “Berderap dalam Satu Rompok Barisan”, forum tertinggi partai di daerah ini menegaskan komitmen soliditas dan kesatuan gerak kader.
Penunjukan H. Devi Suhartoni sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel didasarkan pada Surat Keputusan DPP PDI Perjuangan Nomor 006/KPTS/KP/DPP/2025. Dalam struktur kepengurusan tersebut, Devi yang juga menjabat sebagai Bupati Musi Rawas Utara didampingi oleh dua tokoh sentral partai, yakni H. M. Ilyas Panji dan Made Indrawan, sebagai bagian dari personalia pimpinan DPD.
Struktur kepengurusan yang dibentuk mencerminkan semangat kepemimpinan kolektif-kolegial sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART partai. Prinsip musyawarah mufakat tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga soliditas dan disiplin organisasi.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPD, Devi Suhartoni menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya bukan sekadar jabatan struktural. Ia menyebut kepercayaan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan DPP partai merupakan tanggung jawab ideologis yang besar.
“Amanah ini bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang tanggung jawab ideologis dan organisatoris untuk terus menghidupkan nilai-nilai perjuangan partai di tengah masyarakat,” ujar Devi, yang disambut gemuruh teriakan “Merdeka!” dari para kader.
Setelah membacakan daftar 25 pengurus DPD PDI Perjuangan Sumsel yang akan mendampinginya, Devi menekankan pentingnya mengembalikan jati diri partai sebagai pembela wong cilik. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, mulai dari DPD, DPC, PAC, hingga Ranting, agar senantiasa hadir di tengah masyarakat dan tidak berjarak dengan rakyat.
“Saya mengajak seluruh kader di Sumatera Selatan untuk tetap solid, disiplin, dan terus turun ke bawah. Kita harus hadir memberi solusi nyata bagi masyarakat. PDI Perjuangan harus menjadi rumah perjuangan yang terbuka, responsif, dan selalu berpihak pada keadilan sosial,” tegasnya.
Konferda dan Konfercab Serentak ini juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap program kerja dan kesiapan organisasi menghadapi agenda politik nasional, termasuk Pemilu 2029. Wakil Bendahara Bidang Internal DPP PDI Perjuangan, Ir. Rudianto Tjen, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengingatkan bahwa Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa.
Ia mendorong seluruh kader untuk menjaga kekompakan serta memperkuat jaringan partai hingga ke akar rumput. Pesan tersebut sejalan dengan komitmen Devi Suhartoni yang menegaskan akan melakukan konsolidasi organisasi secara berkelanjutan.
“Kita pastikan mesin partai hidup 24 jam. Tidak ada kader yang tertinggal atau terpinggirkan. Semua adalah bagian dari satu barisan dengan tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan rakyat Sumatera Selatan,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pelantikan dan pengucapan Janji Jabatan pengurus DPD PDI Perjuangan Sumsel. Dengan struktur kepengurusan yang kini telah definitif, PDI Perjuangan Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan H. Devi Suhartoni siap melangkah lebih mantap dalam menjalankan program-program kerakyatan dan pembangunan daerah, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik menuju 2029. (Poerba)

















