
PALEMBANG, cimutnews.co.id – Hari Jadi Kota Palembang ke-1343 diperingati melalui Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Palembang, Rabu (17/6/2026). Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang menghadiri sidang istimewa tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan panjang pembangunan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan.
Peringatan hari jadi ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan Kota Palembang.
Palembang Dinilai Tetap Menjadi Episentrum Pembangunan Sumatera Selatan
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa syukur atas usia Kota Palembang yang telah mencapai 1.343 tahun, menjadikannya salah satu kota tertua di Indonesia yang masih terus berkembang sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan budaya di Sumatera Selatan.
Menurut Herman Deru, berbagai indikator pembangunan menunjukkan bahwa Palembang mampu mempertahankan posisinya sebagai motor penggerak pertumbuhan daerah.
“Palembang merupakan episentrum pembangunan Sumatera Selatan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan DPRD harus terus dijaga demi keberlanjutan pembangunan,” ujar Herman Deru.
Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tercermin melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
IPM Tinggi Menjadi Indikator Kemajuan Kota
Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Terus Menguat
Herman Deru mengapresiasi capaian IPM Kota Palembang yang terus menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, indikator tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga kemampuan ekonomi masyarakat.
IPM menjadi salah satu ukuran penting yang digunakan pemerintah untuk menilai keberhasilan pembangunan manusia karena menggabungkan tiga dimensi utama, yakni:
- Kesehatan masyarakat.
- Tingkat pendidikan.
- Standar hidup layak atau daya beli masyarakat.
Capaian tersebut, kata Herman Deru, menjadi modal penting bagi Palembang untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.
Wali Kota: Hari Jadi Menjadi Momentum Memperkuat Kolaborasi
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan Hari Jadi Kota Palembang bukan sekadar memperingati usia kota, melainkan menjadi pengingat atas sejarah panjang perjuangan masyarakat dalam membangun daerah.
Menurutnya, pembangunan yang telah dicapai saat ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, DPRD, dunia usaha hingga masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas dukungan yang selama ini diberikan kepada Kota Palembang,” kata Ratu Dewa.
Ia mengungkapkan sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren yang menggembirakan.
Di antaranya:
- Angka kemiskinan turun menjadi 9,04 persen.
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 83,27 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan yang merata.
Sinergi Pemerintah Dinilai Menjadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang menjadi salah satu poin yang paling banyak disoroti dalam rapat paripurna tersebut.
Berdasarkan keterangan para pimpinan daerah, pembangunan perkotaan membutuhkan koordinasi lintas sektor karena Palembang memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, jasa, pendidikan, hingga transportasi di Sumatera Selatan.
Sinergi tersebut dinilai penting agar berbagai program pembangunan daerah dapat berjalan efektif, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran Sejumlah Tokoh Nasional dan Daerah
Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang juga dihadiri berbagai tokoh dari tingkat pusat maupun daerah.
Di antaranya:
- Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru.
- Ketua BKOW Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang.
- Anggota DPR RI Yudha Novanza Utama.
- Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva.
- Bupati OKI Muchendi Mahzarekki.
- Wali Kota Prabumulih M. Arlan.
- Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
- Unsur Forkopimda serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan kuatnya dukungan lintas lembaga terhadap pembangunan Kota Palembang.
Tantangan Palembang Tidak Lagi Sekadar Infrastruktur
Keberhasilan meningkatkan IPM dan menurunkan angka kemiskinan menunjukkan bahwa pembangunan Palembang mulai bergerak menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun demikian, tantangan ke depan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan bagaimana menjaga kualitas pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pembangunan hingga seluruh wilayah kota.
Dalam jangka pendek, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pembangunan dan mempercepat realisasi berbagai program strategis. Sementara dalam jangka panjang, konsistensi kebijakan akan menentukan kemampuan Palembang mempertahankan posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan. (Poerba)

















