
OKU Timur, cimutnews.co.id – Hasil penelusuran CimutNews.co.id menemukan fakta memprihatinkan terkait kondisi infrastruktur jalan kabupaten yang melintasi sejumlah desa di Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Hingga pertengahan November 2025, ruas jalan tersebut belum juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Akibatnya, satu unit truk bermuatan dilaporkan terperosok di Desa Sukabumi pada Sabtu (11/10/2025). Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kendaraan yang disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak parah.
Jalan Rusak, Aspal Mengelupas dan Dipenuhi Lumpur
Berdasarkan hasil penelusuran tim redaksi CimutNews.co.id, jalan utama penghubung antar desa di Kecamatan Cempaka tampak berlubang, tergenang air, dan berlumpur tebal. Saat hujan turun, genangan air menutupi lubang-lubang besar di badan jalan, membuat pengendara sulit memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.
Kondisi ini semakin berbahaya bagi kendaraan bermuatan berat, seperti truk atau mobil pengangkut hasil pertanian. Sementara ketika cuaca panas, jalan tersebut berubah menjadi sumber debu tebal yang beterbangan hingga ke permukiman warga.
“Kalau hujan jalan becek, kalau panas debunya luar biasa. Kami sudah sering mengadu, tapi belum juga ada perbaikan,” ujar Jumadi (45), salah satu warga Desa Sukabumi, kepada wartawan CimutNews.co.id saat ditemui di lokasi.
Warga menuturkan, kondisi jalan seperti ini sudah berlangsung lebih dari dua tahun tanpa ada penanganan berarti. Setiap musim hujan, genangan air membuat jalan sulit dilalui, bahkan motor dan mobil pribadi sering tergelincir.
Truk Terperosok, Arus Transportasi Terhambat
Peristiwa terperosoknya satu unit truk di jalan Desa Sukabumi menjadi bukti nyata betapa mendesaknya perbaikan infrastruktur di wilayah ini. Truk tersebut dikabarkan membawa hasil bumi milik warga dari arah Desa Mendayun menuju pasar di Martapura.
Akibat kejadian itu, jalur utama sempat macet total selama beberapa jam karena badan truk melintang di tengah jalan yang berlumpur. Warga bergotong-royong membantu mengevakuasi truk dengan alat seadanya.
“Sudah sering kejadian seperti ini. Kadang mobil warga atau truk sayur terperosok di lubang. Kami kasihan lihat sopirnya susah keluar dari lumpur,” ungkap Rismawati (39), warga lainnya yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Minim Tanggapan Pemerintah Daerah
Hasil penelusuran CimutNews.co.id juga menemukan bahwa belum ada tanda-tanda dimulainya perbaikan jalan dari pihak Pemerintah Kabupaten OKU Timur hingga berita ini diturunkan. Beberapa warga mengaku sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi melalui musyawarah desa dan forum kecamatan, namun belum ada tindak lanjut yang jelas.
Seorang tokoh masyarakat Desa Sukabumi yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses vital bagi transportasi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru diperbaiki,” tegasnya.
Analisis: Jalan Rusak Jadi Simbol Lemahnya Pengawasan Infrastruktur Daerah
Kerusakan jalan di Kecamatan Cempaka menunjukkan lemahnya pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur di tingkat kabupaten. Berdasarkan hasil observasi lapangan tim CimutNews.co.id, beberapa titik kerusakan tampak sudah lama tidak tersentuh perbaikan, bahkan bekas aspal lama nyaris hilang digantikan tanah liat.
Padahal, jalan tersebut merupakan jalur penghubung utama antar desa yang digunakan warga untuk ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Bila dibiarkan berlarut-larut, kerusakan ini bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga risiko keselamatan pengguna jalan.
Seruan Warga: Pemerintah Harus Segera Bertindak
Masyarakat Kecamatan Cempaka berharap Pemkab OKU Timur dapat merealisasikan proyek perbaikan jalan kabupaten secepatnya. Mereka meminta agar tahun anggaran 2026 nanti, wilayah Cempaka menjadi salah satu prioritas dalam program peningkatan infrastruktur daerah.
“Kami cuma ingin jalan ini diaspal. Sudah lama kami menunggu janji perbaikan, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan nyata,” ujar warga dengan nada kecewa.
CimutNews.co.id akan terus melakukan pemantauan dan menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait perkembangan perbaikan jalan ini. (Timred/CN)

















