
Palembang, cimutnews.co.id — Tim Investigasi CimutNews.co.id menelusuri keluhan masyarakat terkait matinya lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Gandus, Palembang. Hasil penelusuran dan klarifikasi menemukan bahwa kondisi gelap total telah berlangsung cukup lama dan berdampak serius terhadap keselamatan warga. Sejumlah ruas strategis mulai dari Simpang Ponpes Thawalib hingga Simpang Senago / Cenago berada dalam kondisi gelap gulita karena PJU tidak berfungsi.
Keluhan datang dari warga RT 22 Kelurahan Gandus hingga RT 29 Kelurahan Pulo Kerto, yang meminta Pemerintah Kota Palembang segera mengambil langkah konkret.
Ruas Jalan Puluhan Titik PJU Mati — Warga: “Gelap Nian, Dak Aman”
Hasil pemantauan lapangan CimutNews.co.id menunjukkan bahwa hampir seluruh PJU—baik milik kota maupun milik provinsi—di kawasan itu tidak menyala. Titik gelap ditemukan mulai dari Simpang Futsal/Ponpes Thawalib RT 22, menuju Gandus City Residence, hingga kawasan Pos Ronda.
Dari sekitar 20 titik lampu di Gandus City Residence, hanya 6 titik yang masih menyala. Selebihnya gelap total.
Situasi lebih parah terlihat di jalur Simpang Cenago menuju Mekar Sari RT 29 Pulo Kerto, yang berbatasan dengan kawasan Talang Buluh, Banyuasin. Ruas ini menjadi jalur penghubung antar kecamatan dan antar kabupaten, namun justru minim penerangan bahkan nyaris tanpa lampu jalan aktif.
Warga menuturkan kondisi gelap tersebut membuat aktivitas malam hari terasa menakutkan.
Ai, warga RT 22:
“Kalau malam gelap nian, dak katek lampu hidup. Kami takut nak melintas, apolagi banyak anak sekolah pulang malam. Mohon Pemkot cepat perbaiki, jangan nunggu ado kejadian dulu.”
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya.
EF, warga RT 29 Pulo Kerto:
“Dari simpang Cenago sampe Mekar Sari gelap total. Ini jalan penghubung antar kecamatan dan kabupaten, tapi penerangan dak terurus. Tolong la segera ditindaklanjuti, demi keselamatan masyarakat.”
Hasil Investigasi CimutNews: Jalur Rawan Kriminal & Kecelakaan
Tim CimutNews mendapati bahwa jalur gelap tersebut sering digunakan kendaraan roda dua dan mobil pribadi, terutama pekerja dan pelajar yang pulang malam. Minimnya penerangan membuat potensi kecelakaan meningkat, baik karena jalan berlubang, tikungan gelap, maupun kecepatan kendaraan yang tidak terkontrol.
Beberapa warga menuturkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, sudah terjadi beberapa kejadian nyaris kecelakaan di titik gelap dekat Gandus City Residence. Selain itu, jalan yang minim penerangan rentan menjadi lokasi kejahatan jalanan seperti:
- penjambretan,
- begal,
- pelemparan kaca,
- penguntitan kendaraan.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena kawasan tersebut berada di antara pemukiman padat dan akses menuju perbatasan kabupaten.
Klarifikasi dan Penelusuran: Tumpang Tindih Kewenangan PJU?
Dalam upaya menguatkan informasi, CimutNews melakukan klarifikasi ke beberapa perangkat warga dan unsur RT setempat. Mereka menyebutkan bahwa tumpang tindih kewenangan antara PJU provinsi dan PJU kota diduga menjadi salah satu penyebab lambatnya perbaikan.
Warga menyampaikan bahwa laporan sudah disampaikan ke:
- RT setempat,
- Kelurahan,
- Kecamatan,
- dan bahkan melalui kanal aduan masyarakat.
Namun hingga kini, sebagian besar lampu belum diperbaiki.
Beberapa tokoh masyarakat mengaku bingung siapa pihak yang harus bertanggung jawab, karena sebagian tiang lampu menggunakan spesifikasi provinsi, sementara sebagian lainnya merupakan aset Pemkot Palembang.
Tim masih menunggu jawaban resmi dari pihak terkait mengenai status aset lampu, jadwal perbaikan, serta alasan keterlambatan penanganan.
Warga Mendesak Pemkot Palembang: “Ini Masalah Nyawa, Bukan Sekadar Lampu”
Warga menilai kondisi gelap bukan persoalan sepele, melainkan menyangkut keselamatan ribuan pengguna jalan setiap hari.
Ai menegaskan kembali:
“Harapan kami, Pemkot cepat merespon. Ini masalah keselamatan masyarakat. Jangan dibiarkan terlalu lama.”
Warga juga meminta agar Dinas Perhubungan Kota Palembang melakukan:
- pengecekan menyeluruh,
- identifikasi PJU rusak,
- penanganan segera untuk titik rawan kecelakaan dan kriminalitas,
- serta evaluasi rute perbatasan.
Kesimpulan Investigasi Sementara
Dari rangkaian penelusuran di lapangan, klarifikasi warga, serta dokumentasi visual tim redaksi, CimutNews menemukan bahwa:
- Sebagian besar PJU di jalur Gandus–Pulo Kerto tidak berfungsi.
- Jalur tersebut merupakan akses vital dan rawan risiko kecelakaan dan kriminal.
- Keluhan warga sudah berlangsung lama, namun belum ada perbaikan signifikan.
- Ada kemungkinan tumpang tindih kewenangan perbaikan antara provinsi dan kota.
- Warga mendesak tindakan cepat sebelum terjadi insiden fatal.
CimutNews akan terus mengikuti perkembangan dan meminta klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Kota Palembang serta instansi terkait untuk memastikan perbaikan PJU segera dilakukan. (Timred/CN)

















