Beranda Ogan Komering Ilir Kabar Duka Syamsiah, Sekretaris KPU Muratara dan Tokoh Hukum Muhammadiyah OKI Wafat...

Kabar Duka Syamsiah, Sekretaris KPU Muratara dan Tokoh Hukum Muhammadiyah OKI Wafat di Kayuagung

112
0
2. Almarhumah Syamsiah dikenal aktif sebagai Sekretaris KPU Muratara dan tokoh Muhammadiyah OKI di bidang hukum dan HAM. (Foto : Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Kabar duka datang dari dunia penyelenggara pemilu dan lingkungan Muhammadiyah di Sumatera Selatan. Syamsiah binti Munir, yang dikenal sebagai Sekretaris KPU Muratara serta pernah menjabat Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM OKI periode 2015–2020, meninggal dunia pada Senin (1/6/2026).

Almarhumah mengembuskan napas terakhir di RSUD Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dan kerabat, jenazah akan dimakamkan setelah Salat Zuhur di Kayuagung.

Sosok yang Dikenal Aktif di Bidang Kepemiluan dan Sosial Keagamaan

Syamsiah dikenal luas di lingkungan penyelenggara pemilu di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris KPU Muratara, ia aktif mendukung pelaksanaan administrasi kelembagaan dan penguatan tata kelola internal penyelenggara pemilu.

Selain berkecimpung di lingkungan kepemiluan, almarhumah juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan. Ia pernah dipercaya memimpin Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) OKI periode 2015–2020.

Kedua posisi tersebut memperlihatkan rekam jejak Syamsiah yang tidak hanya bergerak di ranah birokrasi administratif, tetapi juga dalam penguatan advokasi sosial dan pendidikan hukum di tengah masyarakat.

Dimakamkan di Kayuagung

Rumah duka berada di wilayah Kedaton, Kayuagung. Sejak kabar wafatnya tersebar, ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan, mulai dari rekan kerja, tokoh organisasi, hingga masyarakat yang mengenal almarhumah secara pribadi.

Beberapa kolega menyebut Syamsiah sebagai sosok yang dikenal tenang, disiplin, dan aktif membangun komunikasi lintas lembaga. Kehadirannya di lingkungan kerja dinilai memberi kontribusi penting dalam menjaga stabilitas administrasi kelembagaan.

Peran Sekretariat KPU Dinilai Vital dalam Penyelenggaraan Pemilu

Dalam sistem penyelenggaraan pemilu di Indonesia, posisi sekretariat KPU memiliki fungsi strategis. Sekretariat bukan hanya bertugas menjalankan administrasi, tetapi juga menopang operasional tahapan pemilu mulai dari perencanaan anggaran, logistik, hingga dukungan teknis kelembagaan.

Baca juga  Safari Ramadhan, MUI Ogan Komering Ilir Berikan Santunan dan Sembako di Masjid Masjid Jami’atul Muttaqin Desa Keman Kecamatan Pampangan

Berdasarkan pola penyelenggaraan pemilu nasional beberapa tahun terakhir, beban kerja sekretariat meningkat signifikan terutama menjelang tahapan pemilu dan pilkada serentak. Kondisi itu membuat peran pejabat struktural di lingkungan sekretariat menjadi semakin penting.

Di Sumatera Selatan sendiri, tahapan konsolidasi kelembagaan KPU daerah terus dilakukan untuk menghadapi dinamika pemilu dan pilkada yang semakin kompleks. Kehilangan figur berpengalaman seperti Syamsiah menjadi duka tersendiri bagi lingkungan kerja penyelenggara pemilu.

Aktivitas Organisasi Kemasyarakatan Ikut Kehilangan

Di lingkungan Muhammadiyah OKI, nama Syamsiah juga dikenal aktif dalam isu hukum dan hak asasi manusia. Pada periode kepengurusannya di Majelis Hukum dan HAM PDM OKI, sejumlah kegiatan edukasi hukum dan pendampingan masyarakat pernah dilakukan bersama unsur organisasi lainnya.

Keterlibatan tokoh perempuan dalam bidang hukum organisasi kemasyarakatan di daerah dinilai masih relatif terbatas. Karena itu, kiprah Syamsiah dianggap menjadi bagian penting dari penguatan partisipasi perempuan di sektor advokasi sosial dan kelembagaan.

Figur Administratif Sering Luput dari Sorotan Publik

Dalam banyak pemberitaan terkait pemilu, perhatian publik umumnya lebih tertuju pada komisioner atau dinamika politik elektoral. Padahal, struktur sekretariat memiliki peran yang sama pentingnya dalam memastikan seluruh tahapan berjalan efektif dan akuntabel.

Kondisi ini menunjukkan bahwa figur administratif kerap bekerja di balik layar tanpa banyak sorotan. Ketika sosok seperti Syamsiah wafat, publik baru menyadari bahwa stabilitas kelembagaan pemilu juga ditopang oleh sumber daya manusia non-komisioner yang bekerja secara teknis dan administratif setiap hari.

Di sisi lain, keterlibatan almarhumah dalam organisasi sosial keagamaan memperlihatkan pola umum di daerah, yakni banyak aparatur dan profesional yang juga aktif di organisasi masyarakat. Pola ini menjadi modal sosial penting dalam menjaga hubungan antara lembaga formal dan masyarakat sipil.

Baca juga  Warga OKI Turut Pecahkan Rekor Muri Minum Kopi Serentak di Pinggir Sungai

Tokoh Perempuan Daerah Mulai Memegang Peran Strategis

Keberadaan Syamsiah di dua sektor berbeda—kepemiluan dan advokasi hukum organisasi—menjadi gambaran perubahan peran perempuan di daerah. Dalam satu dekade terakhir, semakin banyak perempuan di Sumatera Selatan yang menduduki posisi strategis pada bidang administrasi publik dan organisasi sosial.

Meski tidak selalu tampil di ruang publik, peran mereka berkontribusi terhadap penguatan tata kelola institusi dan pendidikan sosial masyarakat. Fenomena ini menjadi bagian dari perubahan struktur kepemimpinan daerah yang lebih inklusif.

Doa dan Belasungkawa Mengalir

Pihak keluarga berharap masyarakat dapat mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian doa yang disampaikan keluarga.

Kepergian Syamsiah meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan kerja dan organisasi yang pernah dibesarkannya. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here