Beranda Ogan Komering Ilir Sya’banuddin, M.I.Kom : Terungkap! Edukasi Keamanan Digital Makin Gencar, Namun Tantangan di...

Sya’banuddin, M.I.Kom : Terungkap! Edukasi Keamanan Digital Makin Gencar, Namun Tantangan di Kalangan Pelajar Belum Sepenuhnya Terjawab

74
0
Narasumber Sya'banuddin, M.I.Kom saat menyampaikan materi literasi digital dalam kegiatan FORTASI di SMK Al-Kautsar Sriwijaya, Lempuing Jaya, Sabtu (18/7/2026).(Foto: Asep/cimutnews.co.id)

LEMPUING JAYA, cimutnews.co.id — Kesadaran akan pentingnya literasi digital terus didorong di lingkungan sekolah. Di tengah semakin tingginya penggunaan gawai oleh kalangan pelajar, edukasi mengenai pemanfaatan teknologi secara sehat dinilai menjadi kebutuhan yang tak bisa lagi ditunda.

Namun, di balik kemudahan akses internet yang dinikmati generasi muda, muncul persoalan lain yang ikut berkembang. Kecanduan game online, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hingga ancaman pencurian data pribadi menjadi tantangan yang semakin nyata.

Lalu, apakah pembekalan literasi digital di sekolah sudah cukup untuk membentengi siswa menghadapi derasnya arus teknologi?

Upaya menjawab tantangan tersebut dilakukan SMK Al-Kautsar Sriwijaya, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melalui kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) yang berlangsung pada 15–18 Juli 2026.

Peserta FORTASI mengikuti sesi edukasi mengenai bahaya kecanduan game online dan pentingnya menjaga keamanan data pribadi di era digital (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Pada penutupan kegiatan, Sabtu (18/7/2026), panitia menghadirkan Sya’banuddin, M.I.Kom dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kayuagung sebagai narasumber dengan materi bertema “Ruang Digital: Literasi Digital, Dampak Negatif Kecanduan Game Online, Keadaban dan Keamanan Digital.”

Dalam pemaparannya, Sya’banuddin menegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan telepon pintar atau mengakses internet, melainkan kemampuan menggunakan teknologi secara bijak, kritis, aman, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi pelajar untuk menghadapi perkembangan dunia pendidikan maupun dunia kerja yang kini semakin bergantung pada teknologi digital.

Ia menjelaskan, literasi digital memberikan banyak manfaat, mulai dari mempermudah proses belajar, memperluas wawasan, membantu menemukan informasi yang benar, mengembangkan kreativitas, hingga mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, siswa juga diingatkan agar membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menghormati karya orang lain, menghindari plagiarisme, memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif, serta mengatur waktu penggunaan gawai secara seimbang.

Baca juga  Jadikan Perpustakaan Sarana Rekreasi, Wisata Baca

Ancaman Game Online Jadi Sorotan

Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah dampak kecanduan game online terhadap kehidupan pelajar.

Sya’banuddin menjelaskan bahwa kecanduan game online terjadi ketika seseorang menghabiskan waktu bermain secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas belajar, kesehatan, maupun hubungan sosial.

Akibatnya, prestasi belajar dapat menurun, konsentrasi saat mengikuti pelajaran berkurang, hingga muncul kebiasaan menunda atau tidak menyelesaikan tugas sekolah.

Persoalan penggunaan gawai secara berlebihan memang masih menjadi tantangan di berbagai lingkungan pendidikan. Tidak sedikit tenaga pendidik maupun orang tua mengaku menghadapi kesulitan mengatur durasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak, terutama di luar jam sekolah.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu dapat digeneralisasi karena tingkat penggunaan teknologi dan pengawasan keluarga berbeda-beda di setiap lingkungan.

Pentingnya Menjaga Data Pribadi

Materi lain yang disampaikan adalah mengenai keamanan digital.

Peserta diingatkan bahwa perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dalam kehidupan digital saat ini. Password akun, nomor telepon, alamat rumah, nomor identitas hingga foto dokumen penting merupakan informasi yang tidak boleh disebarluaskan secara sembarangan.

Pemahaman tersebut dinilai penting mengingat berbagai modus penipuan dan penyalahgunaan data pribadi semakin mudah terjadi melalui media digital.

Edukasi Perlu Berlanjut di Luar Sekolah

Sejumlah peserta menyambut baik materi yang diberikan karena dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka sebagai pengguna internet aktif.

Di sisi lain, sejumlah pemerhati pendidikan menilai edukasi literasi digital tidak cukup hanya diberikan saat kegiatan orientasi siswa. Pendampingan dari keluarga, guru, serta lingkungan sekitar tetap menjadi faktor penting agar kebiasaan bermedia digital yang sehat dapat terus terbentuk.

Penggunaan teknologi pada dasarnya membawa banyak manfaat apabila dimanfaatkan secara tepat. Sebaliknya, tanpa pemahaman yang memadai, perkembangan teknologi juga dapat memunculkan berbagai risiko baru bagi generasi muda.

Baca juga  Pemkab OKI Bangun Gedung Rehabilitasi Perlindungan Perempuan dan Anak: Wujud Kepedulian Nyata untuk Masyarakat

Hingga kini, berbagai sekolah terus berupaya memperkuat pendidikan karakter di era digital. Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana edukasi yang diberikan mampu mengubah kebiasaan siswa dalam menggunakan teknologi sehari-hari, dan apakah kolaborasi antara sekolah serta keluarga sudah cukup kuat untuk menghadapi tantangan digital yang terus berkembang? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here