Beranda Nasional Kapolres Empat Lawang Raih Penghargaan, Publik Soroti Dampaknya di Lapangan

Kapolres Empat Lawang Raih Penghargaan, Publik Soroti Dampaknya di Lapangan

46
0
Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi menerima penghargaan nasional dalam ajang Star Iconic Award 2026 di Jakarta

JAKARTA, cimutnews.co.id — Penghargaan tingkat nasional kembali diraih jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Kali ini, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi menerima penghargaan “Most Visionary Iconic Professional of The Year Award 2026” di Jakarta.

Namun di tengah apresiasi tersebut, muncul pertanyaan yang ikut menjadi perhatian publik. Sejauh mana penghargaan itu benar-benar berdampak terhadap kondisi keamanan dan persoalan narkoba di lapangan?

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Star Iconic Award 2026 yang digelar di Ra Suites Simatupang, Jakarta, Sabtu (23/05).

Pusat Training dan Motivasi Polri Thanks Institute Indonesia menyebut penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan yang dinilai profesional, inovatif, dan berintegritas dalam mendukung transformasi Polri Presisi.

Dalam proses penilaian, panitia mengaku menggunakan sejumlah indikator, mulai dari capaian kinerja, rekam jejak digital, hingga dampak kebijakan kepemimpinan di wilayah hukum masing-masing.

Ketua Panitia Seleksi Kelayakan Awards, Dr. Ketut Abid Halimi, menjelaskan bahwa AKBP Abdul Aziz Septiadi dinilai memiliki capaian unggul, terutama dalam pengelolaan anggaran dan pemberantasan narkotika di wilayah Empat Lawang.

Selain meraih peringkat pertama Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) kategori pagu sedang Semester I Tahun 2025, Polres Empat Lawang juga disebut aktif melakukan penindakan terhadap peredaran narkoba.

“Langkah tegas dan konsisten dalam pemberantasan narkotika menjadi indikator utama yang memperkuat penilaian penghargaan nasional tersebut,” ujar panitia seleksi.

Namun fakta di lapangan menunjukkan persoalan narkotika dan gangguan keamanan masih menjadi isu sensitif di sejumlah daerah, termasuk wilayah Sumatera Selatan.

Berdasarkan temuan di lapangan dan berbagai laporan masyarakat yang beredar di media sosial, persoalan peredaran narkoba dinilai belum sepenuhnya hilang. Sejumlah warga bahkan mengaku masih berharap penindakan dilakukan lebih masif hingga menyentuh jaringan yang lebih besar.

Baca juga  Gubernur Bangka Belitung Ajak Pejabat Kunjungi Lapas Tua Tunu, Tekankan Bahaya Korupsi

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang menilai penghargaan kepada aparat seharusnya diikuti dengan dampak yang benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau memang pemberantasan narkoba makin kuat, masyarakat tentu berharap lingkungan makin aman,” ujar salah seorang warga Empat Lawang yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Warga lainnya mengaku penghargaan tersebut menjadi motivasi positif, namun publik tetap menunggu hasil konkret di lapangan.

“Penghargaan bagus, tapi yang paling dirasakan masyarakat itu keamanan benar-benar membaik,” katanya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana penghargaan dan capaian administratif mampu berbanding lurus dengan persepsi masyarakat terhadap situasi keamanan di daerah.

Apalagi, isu narkotika selama ini menjadi salah satu persoalan yang berdampak langsung terhadap tindak kriminalitas dan keresahan sosial.

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel Polres Empat Lawang.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh anggota Polres Empat Lawang yang telah bekerja keras, penuh dedikasi, dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti jajaran Polda Sumsel terus bergerak adaptif, profesional, dan mendukung kebijakan pemerintah.

Polda Sumsel juga memastikan seluruh jajaran kewilayahan akan terus didorong melakukan inovasi pelayanan publik dan penguatan penegakan hukum.

Namun hingga kini, belum semua persoalan keamanan dan penyalahgunaan narkoba dinilai tuntas oleh masyarakat.

Penghargaan nasional memang menjadi simbol keberhasilan institusi. Tetapi di sisi lain, publik tetap menaruh harapan besar agar dampaknya benar-benar terasa hingga tingkat bawah.

Hingga kini, perhatian masyarakat masih tertuju pada bagaimana penghargaan tersebut diterjemahkan menjadi kondisi keamanan yang lebih nyata. Apakah ke depan kepercayaan publik akan semakin kuat, atau justru muncul tuntutan baru terhadap pembuktian di lapangan? (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here