Beranda Palembang KPID Sumsel Gelar Edukasi Penyiaran untuk Siswa SMP IT Azizah, Dorong Literasi...

KPID Sumsel Gelar Edukasi Penyiaran untuk Siswa SMP IT Azizah, Dorong Literasi Media Sejak Dini

43
0
2. Pemaparan materi literasi media oleh Komisioner KPID Sumsel. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi media bagi generasi muda. Kali ini, KPID Sumsel melaksanakan kegiatan edukasi penyiaran untuk para siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Azizah. Kegiatan tersebut digelar langsung di Kantor KPID Sumsel dan diikuti dengan antusias oleh puluhan pelajar yang ingin mengetahui lebih jauh tentang dunia penyiaran di era digital.

Program edukasi penyiaran ini sengaja dihadirkan untuk memberi pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memilih tayangan yang sehat, ramah anak, dan sesuai usia. Di tengah gempuran konten digital yang semakin beragam, literasi media menjadi kebutuhan mendasar agar pelajar mampu memilah informasi secara bijak.

Ketua KPID Sumsel: Tontonan yang Baik Menciptakan Generasi Baik

Kegiatan dibuka oleh Ketua KPID Sumsel, Hefriady, yang dalam sambutannya menguraikan peran strategis KPID dalam menjaga kualitas penyiaran di televisi dan radio. Menurutnya, KPID bukan hanya lembaga pengawas isi siaran, tetapi juga penjaga agar publik—khususnya anak-anak—tetap mendapatkan tayangan yang berkualitas.

“Kami tidak hanya mengawasi siaran, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat menerima tontonan yang edukatif, ramah anak, dan sesuai aturan penyiaran,” jelas Hefriady.

Ia juga memperkenalkan struktur kelembagaan KPID, tugas pokok, serta mekanisme pengawasan isi siaran. Hefriady menekankan bahwa hadirnya edukasi ini diharapkan mampu membuka wawasan para siswa mengenai bagaimana proses penyiaran bekerja dan mengapa mereka perlu lebih selektif memilih tontonan.

“Di era digital, pilihan konten sangat banyak. Karena itu, kemampuan memilih tontonan yang sehat harus ditanamkan sejak dini,” tegasnya.

Wakil Ketua KPID Sumsel Tekankan Pentingnya Literasi Media

Materi dilanjutkan oleh Wakil Ketua KPID Sumsel, Hasandri, yang menyampaikan paparan tentang dunia penyiaran dan literasi media. Di hadapan para siswa, ia menjelaskan bagaimana memilih program yang sesuai usia, mengenali tayangan yang berpotensi berdampak buruk, serta memahami batasan aturan penyiaran yang melindungi anak-anak.

Baca juga  Golkar Sumsel Peringati HUT ke-61 dengan Doa Bersama, Tanpa Hiruk Pikuk Politik

Menurutnya, generasi saat ini menghadapi tantangan lebih besar karena arus informasi yang begitu cepat dan tidak terbatas. “Anak-anak zaman sekarang tidak hanya menonton televisi, tetapi juga mengakses konten dari internet, media sosial, dan platform streaming. Karena itu, literasi media adalah kemampuan penting agar mereka bisa terhindar dari konten yang tidak layak,” jelasnya.

Hasandri menegaskan bahwa memilih program siaran sama pentingnya dengan memilih lingkungan pergaulan. Tayangan yang buruk dapat mempengaruhi perilaku, sementara tontonan yang berkualitas dapat menambah wawasan dan membentuk karakter positif.

“Siswa harus tahu bahwa tidak semua yang viral itu layak untuk ditonton,” tambahnya.

Antusiasme Siswa dan Guru SMP IT Azizah

Kegiatan edukasi penyiaran ini disambut positif oleh guru pendamping SMP IT Azizah. Salah satunya, Aprianda, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat relevan dengan realitas anak-anak saat ini yang lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan gadget.

“Di zaman teknologi sekarang, anak-anak lebih sering bermain gadget sehingga melupakan siaran televisi dan radio. Karena itu, mereka sangat antusias mengikuti edukasi ini,” ujarnya.

Ia menilai bahwa edukasi dari KPID menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk memahami dunia penyiaran yang sebenarnya—mulai dari produksi tayangan, regulasi, hingga bagaimana proses pengawasan dilakukan.

Aprianda juga berharap momentum ini dapat memberikan dampak nyata bagi para pelajar. “Kami berharap ke depannya anak-anak lebih semangat mengenal siaran yang baik dan memahami tontonan yang sesuai usia. Banyak dari mereka yang belum bisa membedakan mana tayangan yang layak dan mana yang harus dihindari,” sambungnya.

KPID Sumsel Dorong Generasi Muda Lebih Bijak Mengonsumsi Media

Melalui program edukasi ini, KPID Sumsel berharap siswa dapat menjadi generasi yang lebih cerdas dan kritis dalam mengonsumsi media. Selain memberikan materi, KPID juga membuka sesi tanya jawab yang membuat suasana semakin interaktif. Banyak siswa yang tertarik menanyakan cara kerja televisi, proses produksi konten, hingga bagaimana laporan masyarakat terhadap pelanggaran siaran ditangani.

Baca juga  Kemiskinan Sumsel Tembus Satu Digit 9,85 Persen, Herman Deru Apresiasi Peran Kepala Daerah

KPID menilai bahwa pelibatan pelajar dalam edukasi penyiaran adalah langkah penting menuju masyarakat yang melek media. Dengan memahami cara kerja penyiaran, siswa dapat menjadi penonton yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.

“Harapan kami, anak-anak ini kelak menjadi generasi yang tidak hanya menonton, tetapi juga memahami bahwa setiap tayangan memiliki standar dan aturan yang harus dipatuhi,” ujar tim KPID.

Kegiatan edukasi bagi pelajar rencananya akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari upaya KPID Sumsel memperkuat literasi media di berbagai kalangan, termasuk sekolah, komunitas, dan masyarakat umum. (Poerba)