
Garut, cimutnews.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Kabupaten Garut memiliki potensi besar di sektor pariwisata yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Hal ini disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna Raraga Milangkala Garut ke-213 Tahun 2026 di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Senin (23/2/2026).
Dalam momentum hari jadi yang mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—menilai bahwa kekayaan alam dan budaya Garut merupakan modal utama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Garut memiliki potensi luar biasa di sektor pariwisata. Jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa memberikan kontribusi PAD yang besar, bahkan melampaui sektor lain seperti pertambangan,” ujar KDM dalam sambutannya.
Secara nasional, sektor pariwisata memang menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Pariwisata dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan identitas budaya daerah.
Kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dalam konteks ini, daerah didorong untuk mengoptimalkan potensi wisata tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Di tingkat daerah, Kabupaten Garut dikenal memiliki beragam destinasi unggulan, mulai dari wisata alam pegunungan, pemandian air panas, hingga kekayaan budaya lokal. Letak geografis yang strategis serta lanskap alam yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun demikian, KDM menyoroti bahwa pengembangan sektor pariwisata di Garut masih membutuhkan pembenahan di sejumlah aspek. Infrastruktur, branding, serta tata kelola kawasan wisata dinilai perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan destinasi lain.
“Pengembangan infrastruktur, branding, dan tata kelola lingkungan perlu dibahas secara serius. Penataan warung, rumah makan, hingga kawasan wisata harus memiliki ciri khas yang kuat dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penataan ruang yang terintegrasi. Menurutnya, revisi tata ruang menjadi langkah strategis untuk memastikan keseimbangan antara kawasan pertanian, hortikultura, dan pariwisata.
Dengan penataan yang tepat, kawasan pegunungan, lembah, dan lereng di Garut dapat terlindungi dari potensi kerusakan lingkungan. Hal ini penting agar pengembangan pariwisata tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
“Pariwisata harus menjadi sektor yang tidak merusak alam. Justru sebaliknya, harus menjaga dan memperkuat kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, KDM mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata yang berkualitas. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan destinasi wisata yang berdaya saing.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan identitas lokal dalam setiap pengembangan destinasi. Keunikan budaya, kuliner, serta kearifan lokal Garut harus menjadi bagian dari daya tarik utama yang membedakan dengan daerah lain.
Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan dapat merumuskan langkah konkret dalam mempercepat pengembangan sektor ini, termasuk melalui peningkatan kualitas layanan, promosi digital, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan wisata. Kesadaran kolektif ini dinilai penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang positif bagi para pengunjung.
Momentum Milangkala ke-213 ini menjadi refleksi sekaligus titik awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Garut ke arah yang lebih maju dan berdaya saing. Tema yang diusung mencerminkan semangat kebanggaan serta tekad untuk terus berkembang di tengah tantangan zaman.
Sebagai penutup, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Garut. Dengan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan, keberlanjutan, dan kepatuhan terhadap regulasi, diharapkan sektor ini mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor utama dalam mewujudkan visi tersebut. Dengan langkah yang terencana dan berkelanjutan, Garut diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (Timred/CN)
Sumber: Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat

















