
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pelepasan calon jemaah haji PGRI Kota Palembang berlangsung penuh haru dan doa.
Namun di balik suasana seremoni tersebut, isu kesiapan fisik dan mental jemaah kembali menjadi perhatian setiap musim haji tiba.
Lalu, apakah seluruh calon jemaah benar-benar siap menghadapi perjalanan panjang ke Tanah Suci?
Sebanyak 66 calon jemaah haji Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang resmi dilepas Pemerintah Kota Palembang di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Senin (20/4/2026).
Pelepasan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, pengurus PGRI, serta keluarga para calon jemaah.
Suasana haru terlihat saat para jemaah berpamitan sebelum menjalani ibadah haji yang dikenal membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan biaya yang tidak sedikit.
Dalam sambutannya, Aprizal Hasyim mengingatkan pentingnya kesiapan selama menjalankan ibadah haji.
“Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami mengucapkan selamat kepada seluruh calon jemaah haji. Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental, serta kedisiplinan dalam mengikuti setiap rangkaian ibadah,” ujarnya.
Ia juga meminta para jemaah menjaga nama baik Kota Palembang selama berada di Tanah Suci.
“Jaga nama baik Kota Palembang, saling tolong-menolong, dan tunjukkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kota Palembang, Zulinto, menyebut pelepasan jemaah haji menjadi agenda rutin tahunan organisasi.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk dukungan moral kepada anggota yang mendapat kesempatan berangkat haji.
Meski pelepasan berlangsung khidmat dan penuh optimisme, fakta di lapangan menunjukkan persoalan kesiapan jemaah masih kerap menjadi tantangan setiap tahun.
Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian calon jemaah lanjut usia diduga masih membutuhkan perhatian lebih terkait kondisi kesehatan dan stamina selama menjalani rangkaian ibadah yang padat.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah keluarga jemaah yang mengaku tetap khawatir terhadap cuaca ekstrem dan kepadatan aktivitas selama di Arab Saudi.
“Biasanya yang paling kami takutkan kesehatan, apalagi usia sudah tidak muda lagi,” ujar salah seorang keluarga jemaah.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pendampingan dan edukasi kesehatan bagi seluruh calon jemaah sudah maksimal dilakukan sebelum keberangkatan?
Sejumlah calon jemaah mengaku bersyukur akhirnya bisa berangkat setelah menunggu cukup lama.
Namun ada pula yang mengaku mulai mempersiapkan diri jauh-jauh hari karena khawatir tidak kuat menjalani seluruh tahapan ibadah.
“Kami latihan jalan kaki tiap pagi supaya lebih siap,” kata seorang calon jemaah.
Beberapa keluarga juga berharap pelayanan dan koordinasi selama perjalanan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga ujian fisik dan mental, terutama bagi jemaah usia lanjut.
Karena itu, kesiapan kesehatan menjadi faktor penting yang kerap menjadi perhatian dalam setiap musim keberangkatan haji.
Namun hingga kini, belum semua calon jemaah dinilai memiliki kesiapan fisik yang sama.
Di sisi lain, antrean panjang haji membuat banyak warga baru mendapat kesempatan berangkat saat usia sudah tidak lagi muda.
Kondisi ini diduga menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya.
Pelepasan 66 calon jemaah haji PGRI Kota Palembang menjadi momen penuh harapan bagi para peserta dan keluarga.
Namun di balik seremoni tersebut, persoalan kesiapan fisik, kesehatan, dan pendampingan jemaah tetap menjadi perhatian yang belum sepenuhnya terjawab.
Hingga kini, masyarakat berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Apakah seluruh persiapan benar-benar cukup menghadapi tantangan ibadah haji tahun ini? (Poerba)

















