Beranda Palembang Pemkot Palembang Perkuat Kolaborasi dengan Ormas, Paguyuban Trisula Nusantara Gelar Khitanan Massal...

Pemkot Palembang Perkuat Kolaborasi dengan Ormas, Paguyuban Trisula Nusantara Gelar Khitanan Massal bagi Anak Keluarga Ojol

1
0
Staf Ahli Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM Kota Palembang, Edison S.Sos., M.Si., mewakili Wali Kota Palembang saat menghadiri peringatan HUT ke-1 Paguyuban Trisula Nusantara di Lapangan Burung, Palembang, Minggu (12/7/2026). (Foto: Poerba/CimutNews)

PALEMBANG, CimutNews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial yang inklusif. Kolaborasi lintas elemen masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Kota Palembang.

Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Paguyuban Trisula Nusantara Palembang yang digelar di Lapangan Burung, Jalan Sirnaraga, Minggu (12/7/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota paguyuban, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial berupa khitanan massal gratis bagi 20 anak dari keluarga pengemudi ojek online (ojol).

Mewakili Wali Kota Palembang, Staf Ahli Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM, Edison S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat.

“Pemerintah Kota Palembang tentu menyambut baik setiap inisiatif organisasi kemasyarakatan yang berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial. Pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk paguyuban, organisasi sosial, dunia usaha, dan komunitas,” ujar Edison.

Menurutnya, aksi sosial seperti khitanan massal merupakan implementasi nyata nilai gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah, kegiatan tersebut juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat sejak usia dini.

Edison menilai, kehadiran organisasi masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial mampu memperluas jangkauan pelayanan kepada kelompok rentan yang belum seluruhnya dapat dijangkau pemerintah secara langsung.

Khitanan Massal Ringankan Beban Ekonomi Keluarga Ojol

Program khitanan massal yang digelar Paguyuban Trisula Nusantara menyasar anak-anak dari keluarga pengemudi ojek online, kelompok pekerja sektor informal yang pendapatannya sangat bergantung pada aktivitas harian.

Baca juga  Kemenangan Perdana Belum Membuat Langkah SSB PSS U13 Aman

Biaya khitan di fasilitas kesehatan swasta umumnya berkisar ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah, tergantung metode yang digunakan. Kehadiran layanan khitan gratis menjadi bantuan nyata bagi keluarga berpenghasilan rendah sekaligus memastikan anak memperoleh layanan kesehatan yang layak.

Selain menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia, khitan juga memiliki manfaat kesehatan. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa sirkumsisi dapat membantu menjaga kebersihan organ reproduksi laki-laki dan menurunkan risiko beberapa penyakit infeksi apabila dilakukan sesuai standar medis.

Pemkot Dorong Ormas Menjadi Mitra Strategis Pembangunan

Dalam usia yang baru menginjak satu tahun, Paguyuban Trisula Nusantara Palembang telah memiliki sekitar 400 anggota. Pemkot Palembang berharap organisasi tersebut terus berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan.

Edison menegaskan, keberadaan organisasi masyarakat tidak hanya penting sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga berperan dalam memperkuat persatuan, menjaga toleransi, melestarikan budaya, serta menggerakkan kegiatan sosial secara berkelanjutan.

“Semoga ke depan akan makin solid lagi dan turut bersama membangun Kota Palembang,” katanya.

Kolaborasi Sosial Sejalan dengan Agenda Pembangunan Nasional

Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan partisipasi publik sebagai salah satu fondasi pembangunan berkelanjutan.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta agenda menuju Indonesia Emas 2045, penguatan modal sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif.

Di tingkat daerah, keterlibatan organisasi kemasyarakatan juga mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama tujuan mengenai kesehatan yang baik, pengurangan kesenjangan, serta kemitraan dalam pembangunan.

Peran Komunitas Semakin Penting di Tengah Tantangan Perkotaan

Baca juga  Laskar Menyala Tak Terbendung, SSB PSS Hajar Its Time 5-1 di Liga Top Skor Palembang 2026

Perkembangan kota besar seperti Palembang membawa tantangan baru, mulai dari pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kebutuhan pelayanan sosial, hingga kesenjangan ekonomi masyarakat perkotaan.

Dalam kondisi tersebut, organisasi masyarakat memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan warga. Melalui jaringan komunitas yang dekat dengan masyarakat, berbagai program sosial dapat menjangkau kelompok yang membutuhkan secara lebih cepat dan efektif.

Kolaborasi semacam ini juga memperkuat budaya gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Ketika pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat bergerak bersama, efektivitas pembangunan sosial akan meningkat tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

Selain memberikan manfaat langsung bagi penerima bantuan, kegiatan sosial yang dilakukan secara berkesinambungan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pembangunan daerah.(Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here