Beranda Palembang Rotasi Enam Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Geser Kepala Dinas dan Sekwan

Rotasi Enam Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Geser Kepala Dinas dan Sekwan

10
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa melantik dan mengambil sumpah enam pejabat pimpinan tinggi pratama di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jumat (18/9/2026).(Foto:Poerba/cimutnews)

PALEMBANG, cimutnews.co.idRotasi enam pejabat Pemkot Palembang dilakukan Wali Kota Palembang Ratu Dewa dengan menggeser sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama ke posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Jumat (18/9/2026) sore.

Enam pejabat tersebut menempati jabatan baru mulai dari Sekretaris DPRD, kepala dinas, hingga staf ahli wali kota. Ratu Dewa menegaskan rotasi merupakan bagian dari penyegaran organisasi dengan penekanan pada kinerja yang memiliki target dan hasil terukur.

Enam Pejabat Pemkot Palembang Bergeser

Perubahan jabatan tersebut mencakup sejumlah perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, pembangunan, sosial, pangan, hingga fungsi administrasi DPRD.

Berikut susunan jabatan setelah rotasi:

  • Alex Fernandus → Sekretaris DPRD Kota Palembang, sebelumnya Kepala Dinas Perkimtan.
  • Raimon Lauri → Kepala Dinas Perkimtan, sebelumnya Kepala Dinas Sosial.
  • Edison → Kepala Dinas Sosial, sebelumnya staf ahli wali kota sekaligus Plh Asisten I.
  • Herly Kurniawan → Staf Ahli Wali Kota, sebelumnya Kepala Dinas Pertanian.
  • Eddwin Effendi → Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, sebelumnya Kepala Dinas Perikanan.
  • Redyan Deddy → Kepala Dinas Perikanan, sebelumnya Sekretaris DPRD Kota Palembang.

Dengan komposisi tersebut, rotasi tidak hanya memindahkan pejabat dari satu jabatan ke jabatan lain, tetapi juga mengubah susunan kepemimpinan pada sejumlah sektor pelayanan pemerintahan.

Ratu Dewa Tekankan Target Kerja yang Terukur

Usai pelantikan, Ratu Dewa mengatakan terdapat lima kepala dinas dan satu staf ahli yang mengalami rotasi.

“Ada lima kepala dinas yang dilakukan rolling dan satu staf ahli,” ujar Ratu Dewa.

Menurut dia, pejabat yang mendapatkan amanah baru harus segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pemerintah kota, kata dia, membutuhkan aparatur yang tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi mampu menghasilkan capaian yang dapat diukur.

Baca juga  Wagub Cik Ujang Buka Sultan Muda Digination Fest 2025: Sumsel Siapkan Generasi Digital Berdaya Saing

“Kami lantik enam pejabat di sini. Harapannya mereka harus kerja keras, kerja tuntas dan semua harus terukur,” tegasnya.

Penekanan terhadap target menjadi salah satu pesan utama dalam rotasi tersebut. Artinya, keberhasilan pejabat tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan birokrasi, tetapi juga dari sejauh mana program menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Pergeseran Jabatan Bersentuhan dengan Pelayanan Publik

Beberapa jabatan yang mengalami perubahan memiliki ruang kerja yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat Palembang.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, misalnya, memiliki bidang kerja yang berhubungan dengan perumahan dan kawasan permukiman. Sementara Dinas Sosial berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan sosial dan penanganan berbagai persoalan kesejahteraan masyarakat.

Perubahan juga terjadi pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perikanan. Kedua sektor tersebut memiliki kaitan dengan produksi pangan, pengelolaan sumber daya perikanan, dan ketahanan pangan daerah.

Di sisi lain, posisi Sekretaris DPRD memiliki fungsi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan administrasi lembaga DPRD Kota Palembang.

Karena itu, efektivitas rotasi pada akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing pejabat menerjemahkan target organisasi menjadi program kerja yang konkret.

Bukan Sekadar Pergantian Posisi

Ratu Dewa menegaskan rotasi di lingkungan Pemkot Palembang diharapkan tidak berhenti sebagai pergantian jabatan. Pemerintah kota ingin penyegaran organisasi tersebut memberikan dampak terhadap efektivitas kerja perangkat daerah.

Ia meminta para pejabat memastikan program yang dijalankan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana mereka bekerja dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan birokrasi yang ditekankan dalam rotasi kali ini bukan semata-mata aktivitas internal pemerintahan. Orientasinya diarahkan pada hasil dan pelayanan publik.

Baca juga  Silaturahmi IKLS Sumsel Dihadiri Wagub Cik Ujang, Dorong Kepedulian Sosial dan Pendidikan

Tantangan Ada pada Masa Transisi

Secara administratif, rotasi pejabat dapat segera dilakukan melalui pelantikan dan serah terima tugas. Namun, dampaknya terhadap organisasi biasanya baru terlihat setelah pejabat baru mulai menjalankan agenda dan target pada unit kerja masing-masing.

Masa transisi menjadi penting karena setiap pejabat membawa pengalaman dari perangkat daerah sebelumnya. Mereka perlu memahami persoalan, mengevaluasi program berjalan, memetakan target, sekaligus memastikan pelayanan masyarakat tidak terganggu akibat perubahan kepemimpinan.

Dalam konteks ini, instruksi Ratu Dewa mengenai kerja keras, kerja tuntas, dan target terukur menjadi relevan untuk diterjemahkan ke dalam indikator kinerja masing-masing OPD.

Ukuran keberhasilan bukan hanya pergantian pejabat

Micro-insight dari rotasi ini terletak pada perubahan ukuran keberhasilan birokrasi dari sekadar pergantian pejabat menuju hasil yang bisa diukur dan dirasakan masyarakat.

Jika target tersebut diterapkan secara konsisten, setiap OPD memiliki ruang yang lebih jelas untuk menunjukkan capaian. Sebaliknya, tanpa indikator yang konkret, rotasi berpotensi hanya terlihat sebagai perubahan struktur tanpa perubahan signifikan pada kualitas pelayanan.

Karena itu, perhatian berikutnya bukan lagi pada siapa menduduki jabatan tertentu, tetapi bagaimana enam pejabat tersebut menjalankan mandat baru dan menghasilkan capaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat Menunggu Dampak Nyata

Setelah pelantikan, pekerjaan utama para pejabat baru adalah memastikan agenda pemerintahan tetap berjalan. Perubahan pimpinan pada sejumlah OPD harus diikuti kesinambungan program dan koordinasi antarlembaga.

Ratu Dewa sendiri meminta seluruh pejabat bekerja lebih solid, fokus pada target, serta menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

“Harapan saya sederhana, kerja keras, kerja tuntas dan semua harus terukur. Kita bekerja untuk masyarakat Palembang,” ujarnya.

Dengan demikian, rotasi enam pejabat Pemkot Palembang menjadi momentum evaluasi sekaligus penyegaran organisasi. Perkembangan kinerja masing-masing perangkat daerah setelah pergantian ini akan menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana kebijakan tersebut berdampak terhadap pelayanan dan program pemerintah kota.

Baca juga  Terungkap, Antusiasme Padel Wali Kota Cup Tembus 84 Tim

Data Penting Rotasi Pejabat

Pejabat Jabatan Sebelumnya Jabatan Baru
Alex Fernandus Kepala Dinas Perkimtan Sekretaris DPRD
Raimon Lauri Kepala Dinas Sosial Kepala Dinas Perkimtan
Edison Staf Ahli Wali Kota/Plh Asisten I Kepala Dinas Sosial
Herly Kurniawan Kepala Dinas Pertanian Staf Ahli Wali Kota
Eddwin Effendi Kepala Dinas Perikanan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Redyan Deddy Sekretaris DPRD Kepala Dinas Perikanan

(Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here