Beranda Palembang Terungkap Alasan Sekda Palembang Diganti Sementara, Ini Faktanya

Terungkap Alasan Sekda Palembang Diganti Sementara, Ini Faktanya

2
0
Pj Sekda Kota Palembang Ki Agus H. Sulaiman Amin bersama jajaran pejabat Pemkot Palembang usai pelantikan. (Foto: Poerba/CimutNews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang untuk sementara berganti tangan. Wali Kota Palembang Ratu Dewa melantik Ki Agus H. Sulaiman Amin sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kota Palembang, Rabu (2/9/2026).

Pelantikan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik. Penunjukan tersebut dilakukan ketika Sekda definitif Aprizal Hasyim masih menjalani masa pemulihan setelah menjalani operasi di rumah sakit di Singapura.

Keputusan ini sekilas merupakan pergantian administratif biasa. Namun, posisi Sekda memiliki peran penting dalam memastikan mesin birokrasi tetap bergerak, terutama ketika berbagai program pemerintah kota harus terus berjalan.

Sekda Definitif Masih Pemulihan

Ratu Dewa menjelaskan, penunjukan Sulaiman Amin dilakukan karena kondisi kesehatan Aprizal Hasyim belum memungkinkan untuk kembali menjalankan tugas secara penuh.

“Kita doakan agar beliau Pak Aprizal Hasyim sehat selalu karena pada hari ini baru selesai menjalankan operasi di rumah sakit Singapura dan saat ini masih menjalani pemulihan,” ujar Ratu Dewa usai pelantikan.

Menurutnya, masa cuti Sekda definitif juga diperpanjang seiring proses pemulihan tersebut.

Pemkot Palembang, kata Ratu Dewa, berharap Aprizal Hasyim segera pulih sehingga dapat kembali menjalankan tugasnya sebagai Sekda definitif.

Sulaiman Amin Hanya Mengisi Sementara

Ratu Dewa menegaskan bahwa jabatan yang diberikan kepada Sulaiman Amin bukanlah pergantian Sekda secara definitif.

Artinya, ada mekanisme transisi yang harus dijalankan selama Aprizal Hasyim menjalani pemulihan.

Jika kondisi kesehatan Sekda definitif telah membaik dan memungkinkan kembali bekerja, jabatan tersebut akan kembali dijalankan oleh Aprizal Hasyim.

Di sinilah posisi Pj Sekda menjadi penting. Bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi Sekda, tetapi bagaimana pelayanan publik dan administrasi pemerintahan tetap berjalan tanpa tersendat.

Baca juga  Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil di Palembang Diperluas, Strategi Tekan Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Pj Sekda Diminta Langsung Tancap Gas

Ratu Dewa memberikan sejumlah arahan kepada Sulaiman Amin setelah pelantikan.

Pj Sekda diminta segera mengawal urusan administrasi pemerintahan sekaligus memastikan program prioritas Pemkot Palembang tetap berjalan sesuai target.

Perhatian khusus diarahkan pada program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Instruksi tersebut menunjukkan bahwa masa transisi tidak boleh membuat aktivitas pemerintahan ikut melambat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan birokrasi tidak berhenti hanya karena pergantian sementara seorang pejabat.

Pelayanan administrasi, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah, pengendalian program hingga penyelesaian berbagai persoalan masyarakat tetap membutuhkan keputusan dan koordinasi yang cepat.

Bukan Sekadar Pergantian Kursi

Sekda merupakan salah satu posisi strategis dalam struktur pemerintahan daerah. Jabatan ini memiliki fungsi penting dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan perangkat daerah dan memastikan kebijakan pemerintahan diterjemahkan ke dalam kerja birokrasi.

Karena itu, kehadiran Pj Sekda dalam situasi seperti ini bukan sekadar formalitas pelantikan.

Ada pekerjaan rumah yang tetap harus berjalan.

Mulai dari administrasi pemerintahan, pelayanan masyarakat, koordinasi antarinstansi hingga program pembangunan yang telah ditetapkan Pemkot Palembang.

Di sisi lain, kondisi berbeda dapat dirasakan masyarakat apabila proses transisi birokrasi tidak berjalan mulus. Program pemerintah yang seharusnya bergerak cepat berpotensi menghadapi hambatan koordinasi apabila tidak dikawal secara konsisten.

Meski demikian, belum ada informasi yang menunjukkan adanya gangguan pelayanan pemerintahan akibat kondisi tersebut.

Publik Menunggu Dampaknya

Pelantikan Pj Sekda ini sekaligus menempatkan Sulaiman Amin pada tanggung jawab yang cukup besar.

Ia harus memastikan birokrasi tetap bekerja sembari menjaga kesinambungan program pemerintah kota selama Sekda definitif menjalani pemulihan.

Sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Palembang juga tidak mengenal masa transisi pejabat.

Baca juga  Herman Deru Ajak HIPMI Sumsel Perkuat Peran Pengusaha Muda Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pelayanan publik tetap harus berlangsung. Program pembangunan tetap harus diawasi. Administrasi pemerintahan tetap harus berjalan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: seberapa cepat Pj Sekda mampu menjaga ritme birokrasi Palembang selama masa transisi tersebut?

Menunggu Sekda Definitif Kembali

Untuk sementara, Pemkot Palembang menegaskan bahwa posisi Sulaiman Amin bersifat sementara.

Pemerintah kota juga berharap kondisi Aprizal Hasyim segera membaik sehingga dapat kembali menjalankan tugasnya.

Hingga kini, belum semua detail mengenai durasi masa tugas Pj Sekda dan perkembangan proses pemulihan Sekda definitif disampaikan secara rinci kepada publik.

Yang jelas, pergantian sementara ini terjadi di tengah tuntutan agar roda pemerintahan tetap berjalan tanpa jeda.

Pertanyaannya kini bukan hanya kapan Sekda definitif kembali, tetapi juga apakah seluruh program dan pelayanan masyarakat Palembang dapat tetap berjalan optimal selama masa transisi tersebut. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here