Beranda Nusantara Terungkap! PWRI Palembang Rayakan HUT ke-64, Tapi Kontribusi Purnabakti di Lapangan Masih...

Terungkap! PWRI Palembang Rayakan HUT ke-64, Tapi Kontribusi Purnabakti di Lapangan Masih Menyisakan Tantangan

3
0
Staf Ahli Wali Kota Palembang Sadruddin Hadjar menyerahkan penghargaan kepada tokoh masyarakat dalam rangkaian HUT PWRI ke-64. (Foto: Poerba/CimutNews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pensiun kerap dipandang sebagai akhir dari perjalanan pengabdian seseorang kepada negara. Namun semangat berbeda digaungkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Palembang yang berlangsung di Balai Kecamatan Sukarami, Rabu (15/7/2026).

Momentum tersebut membawa pesan bahwa masa pensiun bukanlah titik akhir, melainkan awal babak baru untuk tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Meski demikian, hal ini juga menimbulkan pertanyaan, sejauh mana pengalaman para purnabakti benar-benar telah dioptimalkan dalam pembangunan daerah?

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri jajaran pengurus PWRI, para anggota, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Kota Palembang yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Sadruddin Hadjar.

Dalam sambutannya, Sadruddin menyampaikan apresiasi atas eksistensi PWRI yang selama lebih dari enam dekade menjadi wadah silaturahmi para pensiunan aparatur negara.

“Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-64 untuk PWRI. Semoga organisasi ini semakin solid, bermanfaat, dan terus menjadi wadah yang menghimpun semangat pengabdian para purnabakti untuk kemajuan bangsa, khususnya Kota Palembang,” ujarnya.

Menurutnya, para pensiunan bukan sekadar mantan aparatur pemerintah, melainkan aset sosial yang masih memiliki pengalaman, integritas, serta kebijaksanaan yang dapat menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.

Ia menilai semangat pengabdian tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun. Justru, pengalaman panjang selama bertugas dapat menjadi bekal untuk membimbing generasi berikutnya.

Pada kesempatan itu, panitia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keteladanan mereka selama mengabdi.

Penghargaan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda agar terus menanamkan nilai pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga  Donor Darah Digencarkan, Tapi Stok PMI Palembang Masih Kurang

Namun fakta di lapangan menunjukkan, peran para purnabakti dalam kehidupan sosial belum sepenuhnya mendapat ruang yang optimal. Di berbagai daerah, organisasi pensiunan masih lebih sering terlihat dalam kegiatan seremonial dibanding keterlibatan langsung dalam program pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah pengamat sosial menilai, pengalaman para pensiunan sebenarnya dapat dimanfaatkan lebih luas, mulai dari pendampingan pelayanan publik, pembinaan generasi muda, hingga menjadi mitra pemerintah dalam memberikan masukan terhadap kebijakan pembangunan.

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku masih jarang mengetahui program konkret yang dijalankan organisasi pensiunan di lingkungan mereka. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi besar para senior belum seluruhnya tersampaikan kepada masyarakat luas.

Berdasarkan temuan di lapangan, berbagai organisasi purnabakti memang aktif menjaga silaturahmi antaranggota. Namun belum ada penjelasan rinci mengenai skema kolaborasi yang lebih terukur agar pengalaman mereka dapat diintegrasikan dalam berbagai program pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Sadruddin juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palembang saat ini tengah memprioritaskan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Ia berharap para senior tetap memberikan doa, saran, dan pemikiran sebagai bagian dari pembangunan Kota Palembang.

“Saya percaya, kolaborasi antargenerasi adalah kekuatan besar. Semangat membara dari generasi muda harus dipadukan dengan pengalaman dan kebijaksanaan dari para sesepuh. Dengan begitu, pembangunan Kota Palembang akan berjalan jauh lebih baik,” katanya.

Ajakan tersebut sejalan dengan semangat HUT PWRI tahun ini yang menempatkan kebersamaan, gotong royong, dan keikhlasan sebagai nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Meski demikian, tantangan berikutnya adalah bagaimana gagasan kolaborasi lintas generasi tersebut dapat diwujudkan dalam program yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya berhenti sebagai komitmen dalam seremoni tahunan.

Baca juga  Antrean Tiket Konser Ricuh, Kesiapan Promotor HS Dipertanyakan

Hingga kini, belum semua potensi yang dimiliki para purnabakti terwadahi secara maksimal dalam pembangunan daerah. Apakah pengalaman panjang mereka akan semakin diberi ruang dalam kebijakan publik Kota Palembang, atau justru tetap terbatas pada kegiatan organisasi dan peringatan seremonial? Pertanyaan itu masih menjadi perhatian di tengah upaya memperkuat pembangunan yang inklusif. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here