Beranda Palembang BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan: Perkuat Standar Keamanan Menu MBG Menuju Zero...

BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan: Perkuat Standar Keamanan Menu MBG Menuju Zero Accident

55
0
Suasana pembukaan Bimtek Penjamah Makanan Wilayah I oleh BGN di Hotel Excelton Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pangan bagi masyarakat. Melalui program bertajuk BGN Road to Zero Accident, lembaga tersebut menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan Wilayah I yang dipusatkan di Hotel Excelton Palembang, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kota Palembang, dan menjadi bagian dari bimtek serentak yang melibatkan 107 SPPG lainnya di beberapa hotel di Palembang pada hari yang sama. Langkah ini merupakan upaya sistematis BGN untuk memperkuat kualitas dan keamanan pengolahan menu dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang kini berjalan di seluruh Indonesia.

Perkuat Kapasitas Penjamah Makanan

Direktur Wilayah I Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Wahyu Widistyanta, menyampaikan bahwa penyelenggaraan bimtek ini merupakan bentuk penguatan kapasitas bagi seluruh penjamah makanan yang bertugas di lapangan.

Program ini kami desain sebagai penguatan kapasitas para penjamah makanan. Dengan adanya beberapa kejadian terkait pengolahan makanan, kami ingin memastikan seluruh proses semakin aman dan sesuai standar,” ujar Wahyu dalam wawancara bersama media cimutnews.co.id.

Wahyu menegaskan, seluruh proses pengolahan makanan MBG harus mengikuti standar ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi. Demi memperkuat pemahaman teknis tersebut, BGN menghadirkan pemateri dari berbagai lembaga kredibel, seperti:

  • BPOM
  • Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI)
  • Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Kesehatan

Para narasumber memberikan materi seputar higienitas dapur, standar sanitasi, keamanan pangan, metode memasak bergizi, hingga teknis penanganan bahan makanan yang benar.

Standar Baru MBG: SLHS dan Chef Berkompeten

Dalam paparannya, Wahyu mengungkapkan bahwa kini terdapat aturan operasional baru dalam pelaksanaan MBG. Dua di antaranya adalah:

  1. Setiap SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti kelayakan fasilitas pengolahan makanan.
  2. Setiap dapur MBG harus dipimpin oleh seorang chef berkompeten, bukan lagi teknisi produksi biasa.
Baca juga  Polres Ogan Ilir Jemput Paksa Dua Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi UMP, Proses Hukum Masuki Babak Baru

Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan risiko kesalahan dalam pengolahan dan memastikan menu yang diberikan kepada masyarakat sesuai standar gizi dan keamanan pangan.

“Sejak MBG berjalan, memang ada laporan sekitar 8.000 porsi makanan bermasalah, tetapi jumlah itu hanya 0,01 persen dari total 1,4 miliar porsi yang telah dibagikan,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, angka tersebut sangat kecil dalam persentase. Namun setiap insiden tetap menjadi evaluasi bagi BGN untuk terus menyempurnakan tata kelola program.

Sekecil apa pun insiden yang terjadi tetap harus menjadi perhatian kami. Kualitas layanan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Wahyu juga menekankan bahwa MBG bukan sekadar program pemberian makanan gratis, tetapi bagian dari investasi jangka panjang negara untuk membentuk Sumber Daya Manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Program ini menyasar berbagai kelompok rentan gizi, seperti:

  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui
  • Balita
  • Anak usia sekolah

Dengan asupan gizi seimbang, diharapkan kualitas pertumbuhan fisik, mental, dan kognitif generasi Indonesia dapat meningkat signifikan.

Gizi Seimbang Jadi Fondasi Generasi Masa Depan

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan Pelaksana BGN, Indra Gunawan, menegaskan bahwa kecukupan gizi memiliki peranan vital bagi perkembangan anak-anak Indonesia.

Tujuan kami memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dengan gizi seimbang. Kualitas makanan yang aman dan bergizi sangat menentukan kualitas generasi masa depan,” ungkapnya.

Indra menjelaskan bahwa Program MBG telah berjalan sejak Januari 2025, melibatkan:

  • 143 SPPG
  • tersebar di 38 provinsi

Selain memproduksi makanan, SPPG juga memegang peran penting dalam memastikan seluruh proses — mulai dari penyediaan bahan, kebersihan dapur, metode masak, pengemasan, hingga distribusi — berjalan dengan standar operasional yang higienis.

Baca juga  Lanud SMH Kirim 14 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Adapun SPPG dari Palembang yang mengikuti bimtek kali ini antara lain:

  • SPPG Sako
  • SPPG Ilir Barat I (Siring Agung)
  • SPPG Seberang Ulu II (16 Ulu III)
  • SPPG Ilir Timur III (38 Ilir)
  • SPPG Ilir Barat I (Demang Lebar Daun)
  • SPPG Kertapati
  • dan beberapa lainnya

Upaya Berkelanjutan Menuju Zero Accident

Program BGN Road to Zero Accident menjadi salah satu agenda nasional untuk memastikan bahwa seluruh penjamah makanan mampu bekerja dengan standar yang benar dan aman. Dengan pelatihan rutin, standar baru, serta sinergi dengan lembaga terkait, BGN optimistis jumlah insiden dalam program MBG akan terus menurun hingga mencapai target zero accident.

Upaya ini sekaligus memastikan bahwa setiap makanan yang diterima masyarakat bukan hanya lezat, tetapi juga aman, higienis, dan bergizi. (Poerba)