
OKI, cimutnews.co.id – Jambore Cabang (Jamcab) X Gerakan Pramuka Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2025 resmi dibuka dengan penuh semangat di Lapangan Garuda, Dabuk Rejo, Lempuing, Kamis (27/11/2025). Ribuan Pramuka Penggalang dari berbagai gugus depan memenuhi arena perkemahan, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu momen pembinaan generasi muda terbesar di OKI.
Jamcab X tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan unjuk kreativitas, tetapi juga momentum bagi Pemerintah Kabupaten OKI untuk menegaskan kembali komitmen dalam memperkuat pendidikan kepramukaan sebagai bagian dari pembangunan karakter anak bangsa.
Jambore sebagai Wahana Pembinaan Karakter
Bupati OKI Muchendi Mahzareki, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka OKI, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Muchendi menyampaikan bahwa jambore adalah kegiatan rekreasi-edukatif yang digelar di alam terbuka dan dikemas dalam bentuk perkemahan besar. Kegiatan ini, kata dia, menjadi wadah penguatan karakter yang dilakukan secara menyenangkan dan penuh pengalaman.
“Jambore merupakan wahana pembinaan mental, fisik, intelektual, spiritual, dan sosial bagi Pramuka Penggalang berusia 11 hingga 15 tahun,” ujar Bupati Muchendi.
Ia menambahkan bahwa Gerakan Pramuka memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berdisiplin, dan berjiwa gotong royong. Oleh karena itu, pendidikan kepramukaan harus tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan peserta didik.
Pemerintah Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Kepramukaan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muchendi kembali menegaskan amanah Undang-Undang Gerakan Pramuka yang mengatur peran pemerintah dan pemerintah daerah. Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin, membimbing, serta mendukung penyelenggaraan pendidikan kepramukaan secara berkelanjutan di wilayah masing-masing.
Menurut Muchendi, komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui dukungan kegiatan jambore semata, melainkan juga melalui pembinaan lanjutan di satuan pendidikan dan gugus depan.
“Pemerintah menegaskan kembali amanah Undang-Undang Gerakan Pramuka yang mengatur peran pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjamin, membimbing, serta mendukung penyelenggaraan pendidikan kepramukaan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Peran Sekolah dan Madrasah Diharapkan Lebih Aktif
Dalam arahannya, Bupati Muchendi juga menyoroti pentingnya peran sekolah dan madrasah dalam menghidupkan kembali kegiatan rutin kepramukaan. Para kepala sekolah dan madrasah, selaku Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), diminta terus menggerakkan tenaga pendidik untuk mengembangkan kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan masing-masing.
Ia mengingatkan bahwa kepramukaan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian penting dari pendidikan karakter. Pembiasaan disiplin, kemandirian, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama antar peserta didik merupakan nilai dasar yang diperoleh melalui kepramukaan.
Amanah Regulasi: Pendidikan Kepramukaan Hak Semua Peserta Didik
Bupati juga menegaskan kembali amanah Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, yang menyebut bahwa pendidikan kepramukaan merupakan hak seluruh peserta didik yang sehat dan mampu. Karena itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi pelaksanaan pendidikan kepramukaan di sekolah.
“Pendidikan kepramukaan merupakan hak bagi seluruh peserta didik yang sehat dan mampu. Pelaksanaannya perlu dioptimalkan di tiap sekolah,” tegas Muchendi.
Regulasi tersebut menekankan bahwa kepramukaan adalah bagian integral dari pembentukan peserta didik yang utuh, tidak hanya dari sisi akademik, melainkan juga karakter dan keterampilan sosial.
Jamcab X OKI 2025: Belajar di Alam, Menjadi Pramuka Tangguh
Di arena perkemahan, ratusan tenda didirikan berjejer rapi. Peserta dari berbagai gugus depan tampak antusias mengikuti kegiatan yang meliputi:
- Tantangan penjelajahan
- Lomba keterampilan kepramukaan
- Pengembangan teknologi tepat guna
- Pionering
- Pentas budaya
- Kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara
Sejumlah peserta mengaku senang bisa kembali mengikuti jambore setelah tahun-tahun sebelumnya sempat terkendala berbagai faktor, termasuk pandemi dan keterbatasan anggaran.
“Senang sekali bisa ikut jambore lagi. Kita bisa belajar hal baru, ketemu teman baru, dan merasakan pengalaman tinggal di alam terbuka,” kata Adinda, salah satu peserta dari Gugus Depan Lempuing.
Bagi para pembina, jambore menjadi kesempatan penting untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan melalui praktik langsung, bukan hanya teori di kelas.
Harapan Berlangsung Lancar dan Memberi Pengalaman Berharga
Bupati Muchendi menutup sambutannya dengan harapan besar agar Jamcab X OKI Tahun 2025 berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman paling berkesan bagi seluruh peserta.
“Semoga Jambore Cabang X Gerakan Pramuka OKI Tahun 2025 berlangsung lancar, memberikan pengalaman yang menyenangkan, dan menjadi ajang pembentukan karakter bagi adik-adik Pramuka,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan kepramukaan akan terus berlanjut. Program pembinaan karakter dinilai sangat relevan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global, sekaligus menjaga nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman. (Asep)

















