Beranda OKI Mandira Layanan Kesehatan Kartini Digelar, Tapi Akses Belum Merata

Layanan Kesehatan Kartini Digelar, Tapi Akses Belum Merata

10
0
Layanan pemeriksaan kesehatan dalam rangka Hari Kartini di Kantor Bupati OKI (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Program pelayanan kesehatan terpadu digelar meriah dalam peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (21/4).

Namun di balik kegiatan tersebut, muncul pertanyaan: apakah layanan ini benar-benar menjangkau seluruh perempuan, atau masih terbatas pada momentum seremonial?

Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong perubahan pola pikir perempuan agar lebih aktif menjaga kesehatan, bukan hanya berobat saat sakit. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Pemerintah Kabupaten OKI menghadirkan layanan kesehatan langsung di Ruang Rapat Bende Seguguk II Kantor Bupati.

Layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks, cek kesehatan gratis, hingga donor darah.

Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan operasi pasar murah di halaman kantor bupati.

Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong perubahan pola pikir perempuan agar lebih aktif menjaga kesehatan, bukan hanya berobat saat sakit.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan.

“Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyakit serius. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini seharusnya tidak berhenti pada seremoni semata.

Sementara itu, Ketua GOW OKI, Yuni Supriyanto, menilai pendekatan layanan langsung cukup efektif untuk mengedukasi masyarakat.

“Pemeriksaan seperti HPV DNA penting agar perempuan bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” katanya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kegiatan ini masih berpusat di lingkungan kantor pemerintahan dan belum tentu menjangkau perempuan di wilayah pelosok.

Sejumlah warga mengaku belum sepenuhnya mendapatkan akses informasi maupun kesempatan mengikuti layanan tersebut.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan oleh perempuan yang tinggal jauh dari pusat kota, yang diduga masih kesulitan mengakses layanan kesehatan preventif secara rutin.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah program seperti ini cukup untuk menjawab kebutuhan kesehatan perempuan secara menyeluruh?

Baca juga  Kolaborasi Pemerintah, Partisipasi Swasta dan Kesadaran Warga Kunci Pencegahan Karhutla di OKI

Beberapa warga yang ditemui di sekitar lokasi kegiatan menyambut baik program tersebut.

Namun, ada juga yang mengaku baru mengetahui adanya layanan setelah kegiatan berlangsung.

“Kalau bisa, jangan hanya di kantor bupati. Kami di desa juga butuh pemeriksaan seperti ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Secara konsep, program ini dinilai positif karena mendorong deteksi dini penyakit, terutama kanker serviks.

Namun, pendekatan yang masih terpusat diduga menjadi kendala utama dalam pemerataan manfaat.

Tanpa distribusi layanan yang lebih luas dan berkelanjutan, program semacam ini berpotensi hanya menjadi momentum tahunan tanpa dampak jangka panjang.

Hingga kini, belum semua perempuan memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan preventif, terutama di wilayah terpencil.

Peringatan Hari Kartini di OKI memang menghadirkan langkah nyata melalui layanan kesehatan.

Namun di balik itu, masih tersisa pertanyaan besar tentang pemerataan akses dan keberlanjutan program.

Apakah upaya ini akan terus dikembangkan hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat, atau hanya menjadi agenda rutin yang belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here