Beranda Ogan Komering Ilir IAIN Ash-Shiddiqiahyah Perkuat Sinergi ORMAWA Lewat Konsolidasi dan Koordinasi 2026–2027

IAIN Ash-Shiddiqiahyah Perkuat Sinergi ORMAWA Lewat Konsolidasi dan Koordinasi 2026–2027

101
0
Wakil Rektor III memberikan penguatan kepada pengurus ORMAWA IAIN Ash-Shiddiqiahyah. (Foto: Jhordy/cimutnews.co.id)

Ogan Komering Ilir, cimutnews.co.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ash-Shiddiqiahyah menggelar kegiatan Konsolidasi dan Koordinasi Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) pada Jum’at, 23 Januari 2026. Forum ini menjadi langkah strategis kampus untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi, sekaligus menyatukan visi gerak organisasi mahasiswa untuk masa khidmat 2026–2027.

Suasana forum konsolidasi ORMAWA yang diikuti pengurus dan ketua HIMA terpilih. (Foto: Jhordy/cimutnews.co.id)
Foto bersama forum konsolidasi ORMAWA yang diikuti pengurus dan ketua HIMA terpilih. (Foto: Jhordy/cimutnews.co.id)

Kegiatan konsolidasi tersebut diikuti pengurus ORMAWA serta para ketua terpilih Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA). Suasana forum berlangsung terbuka dan hangat, namun tetap serius. Peserta terlihat antusias menyampaikan gagasan terkait program kerja, arah pergerakan organisasi, hingga tantangan yang kemungkinan muncul selama satu periode ke depan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Ash-Shiddiqiahyah, Dr. Darul Abror, M.Pd., hadir langsung memberikan arahan dan penguatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan tinggi.

Menurutnya, ORMAWA memiliki peran besar dalam membentuk karakter mahasiswa, mengasah kepemimpinan, serta melahirkan insan akademik yang kuat secara intelektual dan matang secara etika.

“Organisasi mahasiswa adalah ruang pembelajaran nyata. Di sana mahasiswa belajar memimpin, berkolaborasi, menyusun gagasan, dan bertanggung jawab,” kata Darul Abror dalam arahannya.

Ia mendorong agar setiap ORMAWA mampu menjadi wadah kaderisasi yang sehat, produktif, dan adaptif terhadap dinamika zaman. Darul Abror juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antarpengurus, menjaga etika berorganisasi, serta membangun sinergi berkelanjutan dengan pihak kampus.

Tidak hanya itu, ia mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa yang kuat harus hadir membawa manfaat. Artinya, program kerja yang disusun sebaiknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas mahasiswa, kegiatan ilmiah, pengembangan keterampilan, dan pengabdian yang berdampak untuk masyarakat.

DEMA: Konsolidasi adalah Fondasi Gerakan Mahasiswa yang Berkelanjutan

Baca juga  Ratu Dewa Raih Penghargaan Tokoh Pengayom NU Palembang, Tegaskan Komitmen Kolaborasi Umara dan Ulama

Forum konsolidasi ini turut dihadiri Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ash-Shiddiqiahyah, Setiawan Jhordy, bersama jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) DEMA. Dalam pemaparannya, Jhordy menilai kegiatan ini penting sebagai fondasi awal membangun gerakan mahasiswa yang solid, tertata, dan berkesinambungan.

Ia menegaskan bahwa dinamika organisasi adalah hal wajar, termasuk perbedaan sudut pandang dan strategi. Namun, semua itu seharusnya menjadi kekuatan intelektual yang memperkaya gerakan, bukan justru menjadi sumber perpecahan.

“Perbedaan pandangan itu biasa. Justru dari situ kita belajar berpikir, berdiskusi, dan mematangkan program. Yang penting tetap satu tujuan: memberi kontribusi terbaik untuk kampus dan mahasiswa,” ujar Jhordy.

Ia juga mengajak seluruh pengurus ORMAWA untuk membangun budaya komunikasi yang sehat, mengedepankan musyawarah, serta menjaga solidaritas antarlembaga. Menurutnya, kolaborasi lintas organisasi akan mempercepat tercapainya program yang lebih berdampak, sekaligus memperkuat citra mahasiswa sebagai mitra strategis kampus.

Ketua HIMA Terpilih Sampaikan Ide dan Harapan

Selain penyampaian arahan, konsolidasi dan koordinasi ini juga menjadi ruang dialog terbuka. Para ketua terpilih HIMA masa khidmat 2026–2027 diberikan kesempatan menyampaikan gagasan, harapan, serta target organisasi untuk satu periode mendatang.

Ketua terpilih HIMA Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhsinin, menekankan pentingnya membangun organisasi yang berorientasi pada penguatan keilmuan dan nilai-nilai keislaman. Ia berharap kegiatan HIMA PAI dapat menjadi ruang tumbuh untuk mahasiswa, baik secara akademik maupun karakter.

Sementara itu, Erlangga, Ketua terpilih HIMA Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI), menggarisbawahi perlunya inovasi program kerja yang responsif terhadap kebutuhan akademik sekaligus pengembangan soft skill. Menurutnya, mahasiswa perlu lebih banyak diberi ruang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kompetensi praktis.

Di sisi lain, Vina Yuliana, Ketua terpilih HIMA Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), menilai bahwa tata kelola organisasi yang rapi adalah kunci keberhasilan program. Ia mendorong manajemen organisasi yang tertib dan terstruktur agar setiap agenda dapat berjalan tepat sasaran.

Baca juga  PSN Serentak 13 Titik di Kandis: Puskesmas Kandis Gerakkan Warga Cegah DBD di Momen HKN 2025

Ketua terpilih HIMA Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Rika, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas ORMAWA. Ia berharap kerja sama antarorganisasi bisa lebih ditingkatkan dalam kegiatan edukatif maupun pengabdian masyarakat.

Adapun Adi Ratama, Ketua terpilih HIMA Prodi Ekonomi Syari’ah, menekankan pentingnya penguatan literasi ekonomi syariah di kalangan mahasiswa. Ia mengusulkan kegiatan yang aplikatif dan berkelanjutan sebagai cara untuk membangun pemahaman yang kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan zaman.

Menyatukan Persepsi Menghadapi Tantangan Kepengurusan

Diskusi yang berlangsung sepanjang forum mencerminkan semangat demokratis dan intelektual dalam kehidupan organisasi mahasiswa. Peserta menyampaikan gagasan secara terbuka dan konstruktif, sekaligus saling memberi masukan terkait pola koordinasi, prioritas program, hingga strategi membangun kekompakan.

Melalui kegiatan konsolidasi dan koordinasi ini, IAIN Ash-Shiddiqiahyah berharap seluruh ORMAWA mampu membangun sinergi yang kuat, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta mempertegas peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang berkontribusi positif bagi kampus dan masyarakat.

Dengan komunikasi yang sehat, manajemen organisasi yang tertib, serta kolaborasi yang solid, ORMAWA diharapkan tidak hanya aktif di lingkungan kampus, tetapi juga menghadirkan dampak nyata melalui kegiatan yang edukatif, produktif, dan berorientasi solusi. (Jhordy)