
Banyuasin, cimutnews.co.id – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banyuasin, Ainul Ichsan, S.IP, menegaskan pentingnya pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang tetap berpedoman pada aturan organisasi, namun dilaksanakan secara sederhana, efektif, dan tidak mengurangi substansi forum. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Muscam VII PK KNPI Kecamatan Rambutan yang digelar di Kantor Desa Sungai Dua, Kamis (12/2/2026).
Menurut Ainul Ichsan, Muscam merupakan mekanisme konstitusional dalam struktur organisasi KNPI yang wajib dilaksanakan secara berkala guna memastikan keberlangsungan roda kepemimpinan berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Ia menilai pelaksanaan Muscam yang tertib aturan sekaligus efisien menjadi indikator kedewasaan organisasi kepemudaan di tingkat kecamatan.
“Ya, hari ini Muscam PK KNPI Rambutan berjalan lancar dan sukses,” ujarnya di hadapan peserta forum.
Secara nasional, penguatan tata kelola organisasi kepemudaan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah mendorong organisasi kepemudaan untuk menjalankan mekanisme internal secara demokratis, transparan, dan akuntabel agar mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah maupun penguatan partisipasi generasi muda. Karena itu, forum musyawarah seperti Muscam dipandang strategis sebagai ruang konsolidasi, evaluasi program, serta regenerasi kepemimpinan.
Di tingkat daerah, Kabupaten Banyuasin memiliki dinamika kepemudaan yang cukup aktif dengan keberadaan pengurus KNPI di berbagai kecamatan. Kondisi ini membutuhkan keseragaman tata kelola organisasi agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan ataupun tumpang tindih kepengurusan. Melalui Muscam, struktur kepengurusan dapat diperbarui secara sah sekaligus memperkuat arah gerak organisasi di tingkat lokal.
Ainul Ichsan menekankan bahwa pelaksanaan Muscam harus tetap mengacu pada ketentuan organisasi agar tidak menimbulkan persoalan administratif maupun persepsi negatif terhadap KNPI.
“Muscam dilakukan sejalan dengan aturan agar tidak tumpang tindih, dan kiranya PK di kecamatan lain juga dapat mengadakan Musyawarah Kecamatan secara sederhana,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kesederhanaan pelaksanaan forum bukan berarti mengurangi nilai strategis Muscam, melainkan bentuk efisiensi tanpa mengabaikan prinsip demokrasi organisasi. Fokus utama, kata dia, tetap pada legitimasi kepengurusan, penyusunan program kerja, serta penguatan konsolidasi pemuda di wilayah masing-masing.
Pelaksanaan Muscam VII PK KNPI Rambutan sendiri berlangsung dalam suasana kondusif dan partisipatif. Para peserta mengikuti tahapan sidang organisasi sesuai prosedur, mulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan hingga proses pemilihan kepengurusan baru. Situasi tersebut dinilai mencerminkan komitmen bersama menjaga marwah organisasi kepemudaan tetap berada dalam koridor aturan.
Lebih lanjut, Ainul Ichsan berharap seluruh Pengurus Kecamatan KNPI di Banyuasin segera melaksanakan Muscam agar kesinambungan kepemimpinan tetap terjaga. Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan musyawarah berpotensi menimbulkan stagnasi program maupun dualisme kepengurusan yang dapat menghambat peran pemuda di masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh kader KNPI menjadikan Muscam sebagai momentum memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang sosial, pendidikan, kewirausahaan, serta kegiatan kepemudaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar program kepemudaan berjalan optimal.
Di sisi lain, pelaksanaan Muscam yang tertib dan sederhana diharapkan menjadi contoh positif bagi kecamatan lain. Pendekatan efisiensi dinilai relevan dengan kondisi organisasi saat ini, tanpa mengurangi esensi musyawarah sebagai ruang demokrasi internal. Prinsip kebersamaan, keterbukaan, dan kepatuhan terhadap AD/ART tetap menjadi landasan utama.
Ainul Ichsan menegaskan bahwa KNPI Banyuasin berkomitmen menjaga soliditas organisasi serta mendorong regenerasi kepemimpinan yang sehat. Ia berharap pemuda di seluruh kecamatan mampu mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan, meningkatkan kapasitas diri, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh unsur KNPI untuk terus menjunjung nilai kebersamaan dan tanggung jawab organisasi. Dengan pelaksanaan Muscam yang tertib, sederhana, dan sesuai aturan, keberlanjutan kepemimpinan pemuda di Banyuasin diharapkan tetap terjaga serta mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Noto)


















