
OKI, cimutnews.co.id — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah Sumatera Selatan dan dunia pendidikan hukum di Palembang. Ibu Hj. Rosnah binti H. Cik Abu,( istri dari H. Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum, selaku Sekretaris PWM Sumsel dan Dekan Fakultas Hukum UM-Palembang), wafat pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 18.22 WIB di Rumah Sakit Bunda Palembang dalam usia 64 tahun. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhumah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Kelurahan Perigi, Kayuagung, pada Rabu, 18 Februari 2026 setelah Salat Zuhur. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung sederhana dan khidmat, sesuai dengan nilai-nilai kesederhanaan yang selama ini dijunjung almarhumah dalam kehidupan sehari-hari..
Almarhumah Ibu Hj. Rosnah binti H. Cik Abu semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi yang teduh, penuh kasih, dan selalu menebarkan kebaikan tanpa banyak kata. Senyumnya menenangkan, tutur katanya halus, serta sikapnya mencerminkan ketulusan hati seorang hamba yang dekat dengan nilai-nilai keimanan. Beliau adalah sosok yang ringan tangan membantu siapa saja, baik keluarga, tetangga, maupun masyarakat sekitar, tanpa membedakan keadaan. Kesabaran dan keikhlasannya dalam menjalani kehidupan menjadi teladan yang tak mudah dilupakan. Dalam perannya sebagai ibu dan anggota keluarga, beliau menghadirkan kehangatan, doa yang tak pernah putus, serta cinta yang tulus sepanjang masa. Kepergian beliau meninggalkan duka yang dalam, namun juga jejak kebaikan yang akan terus hidup di hati orang-orang yang mengenalnya. Semoga segala amal ibadah dan kebaikan almarhumah diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.
Keluarga besar almarhumah menyampaikan terima kasih atas doa, perhatian, dan dukungan yang diberikan berbagai pihak. Mereka berharap masyarakat turut mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan
Wafatnya seorang hamba menjadi pengingat akan kefanaan kehidupan sekaligus ajakan untuk memperbanyak amal kebajikan. Doa pun dipanjatkan agar almarhumah memperoleh ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Allāhumma’ghfirlahā warhamhā wa ‘āfihā wa‘fu ‘anhā, wa akrim nuzulahā wa wassi‘ mudkhalahā.
Ya Allah, ampunilah almarhumah, rahmatilah ia, sejahterakan dan maafkanlah ia, muliakan tempat tinggalnya, serta lapangkan kuburnya.
(Asep)

















