Beranda Palembang Desa Qur’an Festival II Gaungkan Edukasi Lingkungan, Program “Bawa Sampah, Bisa Sekolah...

Desa Qur’an Festival II Gaungkan Edukasi Lingkungan, Program “Bawa Sampah, Bisa Sekolah Gratis” Jadi Sorotan

29
0
Suasana Opening Desa Qur’an Festival II di kawasan Destinasi Wisata (Desa) Qur’an, Sungai Selayur, Palembang, Jumat (20/2/2026).(Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Inovasi pendidikan berbasis lingkungan kembali digaungkan dalam Opening Desa Qur’an Festival II yang digelar di kawasan Destinasi Wisata (Desa) Qur’an, Jalan Lebak Jaya III, Kelurahan Sungai Selayur, Jumat (20/2/2026). Melalui program bertajuk “Bawa Sampah, Bisa Sekolah Gratis”, Sekolah Qur’anpreneur Indonesia (SQI) menghadirkan model pembelajaran yang memadukan pendidikan formal, kewirausahaan, serta kepedulian lingkungan dalam satu sistem terpadu.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut Ramadan 1447 Hijriah ini dihadiri sedikitnya 100 tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang di Sumatera Selatan. Mereka memberikan motivasi kepada para peserta didik sekaligus menyaksikan langsung konsep pendidikan alternatif yang diusung penyelenggara.

Konteks Nasional: Pendidikan dan Isu Lingkungan

Secara nasional, isu pengelolaan sampah dan pendidikan karakter menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai kebijakan mendorong pengurangan limbah rumah tangga sekaligus penguatan pendidikan berbasis karakter dan kewirausahaan. Model integrasi pendidikan dan pengelolaan lingkungan seperti yang diterapkan SQI dinilai selaras dengan semangat tersebut.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, yang hadir mewakili pemerintah kota, mengapresiasi inovasi yang diterapkan pihak sekolah. Menurutnya, program ini tidak hanya menghadirkan solusi pembiayaan pendidikan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.

“Ini langkah yang sangat kreatif, edukatif, dan berdampak langsung terhadap lingkungan,” ujar Isnaini dalam sambutannya.

Skema Unik: Tiga Kilogram Sampah per Bulan

Berbeda dari sekolah pada umumnya, siswa di SQI tidak dikenakan iuran bulanan. Sebagai gantinya, setiap siswa diwajibkan membawa tiga kilogram sampah organik rumah tangga setiap bulan.

Sampah tersebut dikelola melalui sistem Bank Sampah yang terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran. Prosesnya tidak berhenti pada pengumpulan, tetapi dilanjutkan dengan pengolahan menjadi kompos dan pupuk cair organik.

Baca juga  Gubernur Herman Deru Tekankan Pentingnya Integrasi Hulu–Hilir untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sumsel

Produk hasil pengolahan kemudian dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung operasional pendidikan, mulai dari pengadaan buku hingga penyediaan sarana belajar lainnya.

Isnaini menjelaskan bahwa pola ini memberi pemahaman nyata kepada siswa tentang siklus produksi dan nilai ekonomi dari hasil daur ulang.

“Mereka belajar bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi bisa memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik,” katanya.

Pendidikan Terpadu Berbasis Karakter

Kepala Destinasi Wisata (Desa) Qur’an, Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa SQI mengintegrasikan pendidikan formal tingkat SD dan SMP dengan program tahfidz Al-Qur’an serta pelatihan keterampilan berbasis praktik lingkungan.

Menurutnya, konsep ini dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara spiritual dan intelektual, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi.

“Selain tahfidz dan pelajaran umum, anak-anak kami ajarkan bercocok tanam, seperti budidaya kangkung dan tanaman buah. Kami ingin melahirkan generasi yang unggul secara spiritual, intelektual, dan mandiri,” ujarnya.

Model pembelajaran ini, lanjutnya, juga mendorong lahirnya jiwa wirausaha sejak usia dini. Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi terlibat langsung dalam proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran hasil olahan.

Akses untuk Keluarga Kurang Mampu

Program ini juga membuka akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, persyaratan administrasi dinilai cukup sederhana, yakni Kartu Keluarga (KK), KTP orang tua, serta surat keterangan tidak mampu dari pejabat berwenang.

Penyelenggara menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Prinsip pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu landasan utama pelaksanaan program tersebut.

Puncak Festival 13 Maret 2026

Rangkaian Opening Desa Qur’an Festival II akan berlangsung hingga 13 Maret 2026. Pada puncak acara, panitia merencanakan kegiatan khataman 30 juz Al-Qur’an dan doa bersama yang melibatkan 389 anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an.

Baca juga  “Perempuan Hebat Tak Takut Bermimpi”: Pesan Kartini Masa Kini dari Eva Susanti

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum spiritual sekaligus sosial menjelang Ramadan, serta memperkuat peran Desa Qur’an sebagai destinasi edukatif berbasis keagamaan dan lingkungan di Palembang.

Harapan dan Komitmen Keberlanjutan

Pemerintah Kota Palembang berharap model pendidikan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain dalam mengembangkan konsep pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya isu lingkungan dan pemberdayaan ekonomi komunitas.

Pihak penyelenggara juga menyatakan komitmennya untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan program agar tetap relevan serta berkelanjutan. Transparansi pengelolaan dan pelaporan kegiatan menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

Sebagai media daerah yang menjunjung akurasi dan keberimbangan, cimutnews.co.id menyampaikan informasi ini berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan dalam kegiatan pembukaan festival. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau sesuai data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. (Poerba)